<
pustaka.png
basmalah.png

Jangan Memarahi Anak Hiperaktif, Akibatnya Fatal

Fiqhislam.com - Orangtua mana yang tidak senang bila melihat anaknya aktif dan ceria. Tapi kalau aktifnya melebihi batas kewajaran anak-anak seusianya, tentu akan membuat orangtua, mulai khawatir dan kesulitan untuk menanganinya.
 

Misalnya, saat ingin diberi makan anak selalu berlarian kesana kemari tidak bisa diam, kerap berlompatan ke segala arah tak kenal lelah sampai kewalahan mengejarnya.
 
Melihat keaktifan tingkat tinggi seperti ini, tidak sedikit Ibu terkadang menjadi sering memarahi anak, membentak, atau bahkan melakukan hukuman fisik (misal: mencubit) agar anak menjadi diam atau tenang.
 
Melihat fakta tersebut, dr Tendry Sapta, Sp. KJ (K) menjelaskan, bahwa memiliki anak hiperaktif bukanlah cobaan. Oleh sebab itu, bagi para orangtua yang memiliki anak dengan riwayat tersbut, jangan pernah sekalipun menyesalinya.
 
Dikatakan psikiater anak ini, jangan sering memarahi anak hiperaktif atau sampai memukulnya. Karena dampaknya, akan berakibat lebih mengacaukan fokus berfikir sang anak tersebut. Sebab pada dasarnya, aktifitas ini hanya sebatas perilaku, bukanlah penyakit.
 
"Tindakan memarahi atau sejenisnya, bukanlah solusi yang baik. Bagaimanapun direpotkannya orangtua, anak tidak pernah berniat jahat dengan tindakannya itu. Mereka hanya berekspresi dan menganggapnya sebagai aktivitas yang wajar dan menyenangkan hatinya. Sehingga kasihan sekali kalau dibentak atau dihukum," ungkap psikiater anak ini. [yy/tribunnews]

 

top