pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

Kesalahan yang Dilakukan Orangtua Saat Mencari Pengasuh untuk Anak

Kesalahan yang Dilakukan Orangtua Saat Mencari Pengasuh untuk AnakFiqhislam.com - Mencari pengasuh untuk anak bagi sebagian besar orangtua tidaklah mudah. Sayangnya karena sulitnya mencari pengasuh ini, beberapa orangtua mengabaikan beberapa hal demi cepat mendapatkan orang yang bisa menjaga anak.

Kesalahan yang paling umum dilakukan adalah orangtua malas mengecek dengan detail asal-usul babysitter. Pengecekan asal-usul ini perlu dilakoni jika memang Anda tidak mengambil babysitter atau nanny dari sebuah yayasan.

"Cek dokumennya, KTP, kartu keluarga, nomer telepon. Kalau dia bilang nggak punya saudara di kampung, jangan diterima," saran Chief Operational Officer JasaPembantu.com, Angela Maria Shanti saat diwawancara wolipop di sebuah restoran di Setiabudi Building, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2012).

Angela mengatakan, paling tidak Anda sebagai pengguna jasa harus mengecek apakah nomer telepon yang diberikan sang babysitter atau nanny benar atau tidak. Dia sendiri pun melakukan cek dokumen dan alamat yang cukup detail sebelum menerima pengasuh anak di tempatnya. Pengecekan itu menurutnya sama seperti ketika orang ingin mendaftar memiliki kartu kredit. Sang babysitter atau nanny harus memberikan alamat dan nomer telepon lain selain tempat tinggalnya.

"Ini pasti ribet, itulah kultur kebanyakan orang. Maunya langsung, disinilah pengguna jasa harus berubah," jelas Angela yang sudah tiga tahun mendirikan Jasa Pembantu di kawasan Bintara, Bekasi Barat.

Pengecekanan identitas dan alamat ini sangat penting dilakukan agar ke depannya ketika terjadi masalah, orangtua bisa melacak langsung dan tidak kehilangan jejak. Seringkali orangtua yang tidak mengecek dengan teliti dokumen identitas, kesulitan untuk mencari si pengasuh saat masalah datang seperti tiba-tiba menghilang atau melarikan uang majikan.

Kesalahan lainnya yang juga sering dilakukan orangtua adalah tidak mau mewawancara calon pengasuh anak secara mendetail. Alasan yang biasa dikemukakan biasanya karena ingin cepat. Padahal tidak semua babysitter atau nanny bisa cocok dengan anak. Melalui wawancara inilah orangtua bisa tahu apakah memang calon pengasuh tersebut sesuai untuk kebutuhan anak atau tidak.

Pendiri dan Pimpinan LPK Tiara Cipta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sutarmi menambahkan, para orangtua juga terkadang tidak secara terbuka menceritakan kondisi anak dan keluarga yang sebenarnya. "Kadang pengguna jasa datang hanya wawancara suster, melihat muka, terus nunjuk yang ini," kata wanita yang mendirikan Tiara Cipta sejak 1996 itu.

Untuk pengguna jasa baru, Tami begitu ia biasa disapa, menyarankan untuk berkonsultasi dulu dengan pihak yayasan. "Kadang majikan banyak yang menceritakan anak saya begini-begini. Tapi dia tidak pernah menceritakan keluarganya seperti apa," jelasnya.

Cerita detail mengenai kondisi keluarga dan suasana rumah perlu diketahui agar pihak yayasan bisa memilihkan mana babysitter atau nanny yang cocok. Biasanya jika pengguna jasa tidak terbuka, si babysitter atau nanny akan tidak betah karena tidak sesuai dengan kemampuannya.

Tidak melakukan cek kesehatan terlebih dulu juga bisa menjadi kesalahan ketika anak tertular penyakit dari babysitter atau nanny. Menurut Tami, pihaknya selalu terlebih dulu melakukan cek kesehatan. Jika ada penyakit menular tentunya si pengasuh tidak dipekerjakan.

Sementara untuk Angel, dia melakukan cek kesehatan jika memang ada permintaan dari orangtua. "Tes kesehatan dilakukan sesuai permintaan, tentu dengan biaya tambahan. Biasanya foto thorax untuk menghindari TBC, tes darah untuk gula dan tes kesehatan pencernaan," jelasnya. [yy/wolipop/foto
wolipop.detik.com]