5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Waspadai Memar Pada Anak, Bisa Jadi Terkena ITP

Waspadai Memar Pada Anak, Bisa Jadi Terkena ITPFiqhislam.com - Banyak orangtua yang tidak mengetahui persis gejala-gejala awal dari ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura). Orangtua kadang menganggap enteng apabila ada luka-luka memar yang ada di tubuh anaknya. Padahal, memar dan tubuh mendadak gemuk bisa menjadi gejala awal terkena ITP.

Itu pula yang terjadi pada Marisza Cordoba, penderita ITP (dewasa), waktu ia berusia 5 tahun. Gejala awal terjadi padanya adalah terdapat luka-luka memar disebagian tubuhnya. Pada saat dibawa ke dokter anak, sang dokter hanya berkata ke orangtuanya kalau Marisza kecil hanya dijilat setan dan kurang mengonsumsi vitamin C.

"Jadi, waktu usia 5 tahun sebagian tubuh saya memar. Saya dibawa ke dokter anak sama ibu saya. Eh, pas dicek, si dokter cuma bilang saya dijilat setan dan kurang vitamin C", katanya waktu menjadi nara sumber di acara Berdamai Dengan ITP, Minggu (2/12/12), sambil tertawa lepas.

Hal serupa pun terjadi pada Kevin, bocah penderita ITP yang kini berusia 5 tahun. Orangtua Kevin pun awalnya menganggap lebam yang terjadi pada Kevin akibat dari jatuh pada saat bermain sepeda. Orangtua Kevin pun tak lantas membawa anaknya ke rumah sakit. Tapi, tubuh Kevin yang awalnya kurus mendadak jadi gemuk dan lebamnya pun masih ada. Tak tahunya, ketika Kevin dibawa ke rumah sakit, sang dokter mendeteksi kalau Kevin terkena ITP.

"Awal gejalanya kita tidak merasakannya. Kan awalnya hanya lebam. Saya kira lebamnya itu karena jatuh bermain sepeda. Tahu-tahu Kevin badannya menggemuk. Kevin itu dasarnya kurus, sempat malu sih, kok ibunya gemuk anaknya malah kurus. Saya sempat juga melakukan penggemukan badan. Karena lebamnya tak kunjung hilang, saya bawa ke dokter anak. Kata dokter kemungkinan besar Kevin terdeteksi ITP", kata sang ibu.

ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura) adalah suatu kelainan darah yang penyebabnya berkaitan erat dengan sistim imun atau kekebalan tubuh manusia. ITP adalah kelainan pada sel pembekuan darah atau trombosit yang jumlahnya menurun sehingga menimbulkan pendarahan. Normalnya trombosit berada di kisaran 150-450 ribu per kilometer darah. Tapi pada penderita ITP jumlah trombositnya hanya 20 ribu-25 ribu per kilometer darah.

Ciri khas penderita ITP adalah kulit sering terlihat kebiru-biruan, gusi sering berdarah atau sering mimisan. Karena trombositnya terus turun, penyakit ini sering disangka penyakit Demam Berdarah.

Sebagian besar anak yang menderita ITP memiliki jumlah sel darah merah yang sangat rendah dalam tubuhnya. Itu yang menyebabkan terjadinya pendarahan tiba-tiba. Gejala awalnya munculnya luka memar dan bintik berwarna merah di permukaan kulitnya. Selain itu juga mimisan dan gusi berdarah.

Lebih lanjut ibunya Kevin berkata, "Kevin pernah terkena demam selama beberapa hari. Demam disangka demam biasa karena pada saat itu lagi musim demam. Yang saya heran, ketika saya kasih obat pereda panas, kok badannya Kevin makin panas. Dan tiba-tiba mimisan. Langsung saja saya larikan ke rumah sakit karena takutnya demam berdarah. Ga taunya terkena ITP karena trombositnya 8.000,"

Dalam setahun Kevin dirawat sebanyak 7 kali di rumah sakit. Jaraknya pun berdekatan.

Maka itu, orangtua diminta untuk lebih waspada terhadap apa yang terjadi pada sang buah hatinya. Jangan pernah menganggap sepele apabila anak sudah menderita sakit yang dirasa aneh. Segera bawa ke rumah sakit untuk mengetahui penyakit apa yang diderita anaknya.

Penyakit ITP, Kala Trombosit Darah Terus Menerus Turun

Masyarakat di Indonesia masih sangat sedikit yang mengetahui soal penyakit ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura) . Sebagian orang mengetahui kalau ITP adalah penyakit yang berbahaya. Padahal penderita ITP banyak yang melakukan aktifitas layaknya orang normal lainnya.

ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura) adalah suatu kelainan darah yang penyebabnya berkaitan erat dengan sistim imun atau kekebalan tubuh manusia. ITP adalah kelainan pada sel pembekuan darah atau trombosit yang jumlahnya menurun sehingga menimbulkan pendarahan. Normalnya trombosit berada di kisaran 150-450 ribu per kilometer darah. Tapi pada penderita ITP jumlah trombositnya hanya 20 ribu-25 ribu per kilometer darah.

Ciri khas penderita ITP adalah kulit sering terlihat kebiru-biruan, gusi sering berdarah atau sering mimisan. Karena trombositnya terus turun, penyakit ini sering disangka penyakit Demam Berdarah.

Penyebab pastinya sampai hari ini masih dalam tahap penelitian. Ini merupakan suatu keadaan yang cukup sulit. Karena pada masing-masing orang pun ego imunnya berbeda-beda. Ada yang berat, ada yang ringan, ada yang respons dengan obat, ada pula yang tidak respons dengan obat.

“Sebenarnya, yang tahu pasti ITP itu apa, ya ITPers (sebutan untuk penderita ITP) sendiri. Karena mereka yang merasakannya langsung. Kalau saya kan dokter, hanya sebatas mengetahui tapi tak pernah merasakannya,” kata Hermatolog, Dr. Fransiska, nara sumber yang hadir dalam acara Berdamai Dengan ITP, Minggu (2/12/2012).

Di dalam tubuh seseorang ITPers, sel-sel darahnya, kecuali sel darah merah, berada dalam jumlah yang normal. Platelets atau sel darah merah, adalah sel-sel yang ukurannya sangat kecil yang berfungsi menutupi area tubuh setelah mengalami luka yang beberapa saat kemudian membentuk bekuan darah.

Apabila seseorang hanya memiliki sel darah merah dalam tubuhnya, akan dengan mudah mengalami luka memar atau yang lebih parahnya lagi bisa mengalami pendarahan dalam waktu yang cukup lama setelah sebelumnya mengalami trauma luka.

Untuk penyebab pasti dari ITP ini masih belum pasti. Banyak penelitian di luar negeri yang masih terus-menerus melakukan percobaan untuk mengetahui penyebab pasti dari ITP ini dan terus mencari obat yang paling ampuh untuk penderita ITP.

Seperti kata Dr. Fansiska, “Kalau kita baca penelitian-penelitian di negara maju apa penyebabnya. Itu murni dari sistem imun yang rangkaiannya masih sangat panjang. Bisa dibilang penyebab itu masih complicated sekali. Makanya penyebab ITP itu masih dicari terus menerus sampai akhirnya menemukan obat yang paling muktahir untuk para ITPesr ini. Penelitiannya masih belum selesai,”

Orang harus memahami betul gejala-gejala dari ITP itu sendiri. Gejalanya antara lain:
1. Mudah memar/berdarah
2. Timbul bintik-bintik kemerahan pada kulit
3. Pendarahan yang sulit berhenti pada luka kecil
4. Buang air kecil kemerahan
5. Buang air besar berdarah
6. Menstruasi yang tidak berhenti
7. Mimisan/gusi berdarah - tanpa trauma.

Orang Dewasa yang Kena Penyakit ITP Jarang Bisa Sembuh

Penyakit kelainan darah ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura) hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. Jika anak kecil yang terkena ITP peluang sembuhnya masih besar tapi pada orang dewasa yang kena ITP jarang bisa disembuhkan. Presentase kesembuhan pada orang dewasa hanya 5% dan pada anak kecil mencapai 80%.

"Sebenarnya dari ITP ini yang kita cari bukanlah kesembuhan, melainkan yang kita cari adalah jangan sampai si penderita ITP ini terkontaminasi, Jangan sampai terjadi pendarahan. Penderita ITP itu dapat beraktifitas baik seperti orang normal pada umumnya," kata Hermatolog, Dr. Fransiska, nara sumber yang hadir dalam acara Berdamai Dengan ITP, Minggu (2/12/2012).

Presentase terbesar pasien yang bisa sembuh dari ITP adalah anak-anak. Untuk orang dewasa presentase kesembuhannya sedikit. Untuk kemungkinan sembuh anak-anak tanpa pengobatan pun akan sembuh dari ITP akut. Paling lama prosesnya dari 6 bulan 1 tahun akan sembuh.

Tapi, kalau dewasa sebabnya harus diperhatikan dulu. Apakah ini murni premier atau ada kaitannya dengan penyakit lain.

"Memang ini cukup sulit, ya. Soalnya bisa merembet-rembet ke penyakit lain juga. Kalau pada dewasa lebih sulit disembuhkan. Kalau anak-anak bisa 80% sembuh, sedangkan dewasa hanya 5%. Perbandingan itu saja cukup jauh," katanya.

Banyak penderita ITP yang dapat beraktifitas layaknya orang normal pada umumnya. Hanya saja, untuk penderita ITP harus lebih waspada dalam memilih aktifitas apa yang hendak dilakukan. Memilih aktifitas yang tidak membahayakan diri lebih dianjurkan untuk para penderita ITP. Jangan sampai para penderita ITP yang melakukan aktifitas yang dapat membahayakan diri sendiri.

Yang lebih hebat lagi, penderita ITP ini ternyata hidupnya jauh lebih sehat daripada orang yang tidak divonis menderita ITP. Pasalnya, penderita ITP diwajibkan untuk mengonsumsi vitamin K yang didapat dari sayur-sayuran hijau seperti brokoli, kembang kol dan lain-lain.

Vitamin K berfungsi untuk penggumpalan darah. Ketika ada salah satu anggota tubuh yang terbentur sesuatu dan mengeluarkan darah, tubuh dengan segera harus mencegah terjadinya pendarahan yang berlebih. Untuk melakukan ini, tubuh harus mengaktifkan terlebih dulu vitain K supaya dapat menggunakan protein pembekuan darah.

Selain mengonsumsi vitamin K, penderita ITP pun harus menghindari diri dari segala jenis makanan yang mengandung MSG. Makanya itu, kenapa dikatakan penderita ITP hidupnya jauh lebih sehat ketimbang orang normal lainnya.

"Penderita ITP justru hidupnya lebih sehat. Karena tidak boleh mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung MSG. Karena kalau mereka mengonsumsi segala makanan yang mengandung MSG, itu bisa menyebabkan memar-memar pada tubuh," kata Dr Fransiska menambahkan. [yy/liputan6]