11 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 07 Oktober 2022

basmalah.png

Kenapa Orang Sehat Bisa Terserang Stroke?

Fiqhislam.com - Saat anda berpikir mengenai pasien stroke "tipikal", anda langsung teringat pada seseorang yang berusia lanjut, kelebihan berat badan, malas berolahraga dan merokok.

Andrew Marr, salah seorang penyiar kantor berita internasional yang berusia 50an dan rajin berolahraga lari, tidak memenuhi kategori itu.

Usia adalah salah satu faktor risiko terbesar, tapi siapa saja dari usia berapa saja dapat terserang stroke.

Lebih dari 150.000 orang di Inggris terserang stroke setiap tahun dan seperempat dari mereka berusia di bawah 65 tahun. Bahkan ada pula kasus stroke pada usia kanak-kanak.

Banyak pilihan gaya hidup berisiko meningkatkan peluang terkena stroke.

Merokok, kelebihan lemak di perut dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol tidak serta merta mengakibatkan stroke, namun berangsur-angsur meningkatkan risiko seumur hidup.

Namun ada penyebab lain stroke pada orang berusia muda dan sehat.

Stroke menyebabkan otak kekurangan oksigen ketika aliran darah terhenti, baik karena penyumbatan (stroke ischaemic) atau oleh ledakan pembuluh darah di otak (stroke haemmorrhagic).

Sekitar 80% stroke disebabkan oleh penyumbatan darah, tapi stroke jenis apa yang menimpa Andrew Marr belum diketahui.l

Namun jika anda melihat orang-orang dibawah usia 65, maka stroke haemorrhagic menjadi lebih umum.

Stroke tipe ini dapat diakibatkan kelainan dalam pembuluh darah yang sudah ada sejak lahir. Bom waktu di otak ini dapat meledak sewaktu-waktu.

Salah satu contoh adalah kelainan bentuk anarteriovenous, ketika arteri tersumbat yang berarti tekanan di dalam pembuluh darah terlalu besar untuk diatasi oleh tubuh.

Akibatnya otak mengalami pendarahan.

Bahkan stress dapat menaikkan tekanan darah cukup untuk memicu stroke dan ada beragam bukti mengenai dampak konsumsi kopi dalam jumlah terlalu banyak.

Detak jantung yang tidak teratur atau atrial fibrillation juga mengakibatkan stroke ischaemic. Sebagian jantung berdetak begitu cepat sehingga organ ini berhenti bekerja sebagai pompa. Darah berkumpul di dalam jantung, yang dapat tersumbat, mengalir ke otak dan menyebabkan stroke.

Satu faktor yang tidak dapat dihindari adalah gen. Ada orang yang peluang terserang stroke lebih besar dibandingkan yang lain dan hal itu biasanya diturunkan dalam satu keluarga.
Salah kaprah

Dr Clare Walton dari Asosiasi Stroke, mengatakan, "Saya akan mengatakan bahwa ada salah kaprah bahwa ini hanyalah kondisi orang tua. Seperempat kasus stroke terjadi pada orang usia kerja dan anak-anak serta bayi juga mengalami stroke.

"Kita harus paham bahwa semua orang memiliki risiko terserang stroke dan bukan hanya di usia tua."

Pada akhirnya semua tergantung pada sikap kita. Diet sehat, olahraga teratur, minum alkohol secukupnya saja dan tidak merokok secara dramatis mengurangi risiko stroke.

Namun beberapa orang dengan gaya hidup sehat akan tetap terkena stroke, sedangkan mereka dengan gaya hidup sebaliknya justru tidak. [yy/pelitaonline]