7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Ginseng Merah Korea, Memelihara Ingatan Manusia

Ginseng Merah Korea, Memelihara Ingatan ManusiaFiqhislam.com - Ginseng merah Korea diyakini para peneliti kedokteran berkhasiat melawan kanker, HIV Aids, dan meredakan kelelahan. Belakangan, penelitian menyebutkan penggunaan ginseng untuk mengatasi penyakit Alzheimer's dan diabetes.
 
Menurut Dr Kim Si-Kwan, dekan College Biomedical & Health Science di Konkuk University di Korea, yang menjadi pembicara dalam seminar Miracle Root Korean Ginseng oleh Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corp dan Kedutaan Besar Korea, Alzheimer atau kepikunan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. "Penyakit Alzheimer bukan penyakit menular," katanya di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta.
 
Kim Si-Kwan menyebutkan, ginseng merah Korea mengandung lebih banyak ginsenosides sebagai zat aktif utama dibandingkan ginseng asal Amerika Serikat atau Cina. Menurut situs Homeremediesweb.com, ginseng Korea mengandung 24 ginsenosides, sementara dari Amerika hanya 14 dan Cina 15 ginsenosides.
 
Penderita penyakit Alzheimer atau pikun akan mengalami kondisi penurunan daya ingat, sehingga penderita tak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit ini termasuk jenis dementia, ditandai melemahnya kemampuan bercakap, kemampuan berpikir, daya ingat, perubahan kepribadian, hingga tingkah laku tak terkendali.
 
Lee Young-Joo PhD dari Sejong University Korea, yang juga memberikan materi tentang antitumor dan ginseng Korea sebagai steroid alami untuk efek hormonal, mengatakan bahwa mengkonsumi ginseng merah dapat meningkatkan kinerja otak dan mengurangi kelelahan. "Juga mengatasi disfungsi ereksi, meningkatkan kadar testosteron dan produksi sperma pria," katanya.
 
Ginseng baik bagi perempuan yang sudah memasuki usia menopause, yakni antara akhir 40 tahun hingga 50 tahun. Perempuan pada masa hilangnya masa subur ini biasanya akan dilanda stres, kecemasan, dan berkeringat pada waktu malam.
 
Akar ajaib ini juga diyakini mampu merangsang sistem kekebalan tubuh, mencegah pertumbuhan sel kanker, menurunkan kadar kolesterol, dan mengurangi kelelahan.
 
Ginseng dianggap pengobatan herbal dan menjadi suplemen makanan. Harga penjualannya di Cina mencapai 1.300 dolar. Akar ini sudah digunakan berabad-abad sebagai tonik energi yang hanya dapat tumbuh pada suhu 25 derajat Celsius dan dibudidayakan selama 180 hari lebih per tahun. "Jumlah hari lebih lama ketimbang budi daya di negara penghasil ginseng, seperti Cina, yang membudidayakan dalam 120 hari per tahun," kata Kim Si-Kwan. [yy/tempo.co]