10 Rabiul-Awwal 1444  |  Kamis 06 Oktober 2022

basmalah.png

Tanda-tanda Awal Terinfeksi Penyakit HIV/AIDS

Tanda-tanda Awal Terinfeksi Penyakit HIV/AIDSFiqhislam.com - HIV atau Human Immuno Deficiency Virus adalah penyakit yang dapat menular dan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Ketika menginfeksi tubuh, ia dapat menjadi penyakit yang mematikan. Tak sedikit orang yang terjangkit infeksi ini dan kemudian meninggal karena komplikasi.

Munculnya infeksi HIV ini bisa diketahui dari beberapa gejala yang umum muncul. Pusat pelayanan kesehatan pemerintah akan membantu mendeteksi dan mengetahui apakan gejala-gejala tersebut benar merupakan infeksi HIV/AIDS.

Namun, sebelumnya ketahui terlebih dahulu tanda-tanda awal agar Anda bisa mencegah penularan infeksi pada orang lain.

HIV menyerang bertahap, dan tidak langsung membuat kondisi tubuh jadi parah di awal-awal tahun pertama. Ia cenderung membuat kondisi parah ketika sudah menjangkiti selama bertahun-tahun. Bahkan sebenarnya orang tidak sadar bahwa virus HIV menjangkiti dirinya, karena merasa diri sehat dan bugar. Virus ini hanya bisa diketahui ketika tubuh mendapatkan test lab.

Tanda-tanda awal infeksi HIV/AIDS:

Kehilangan berat badan secara drastis

Jika ada perubahan berat badan yang mendadak, maka lebih baik Anda waspada. Biasanya ada penurunan berat badan yang sangat drastis dan cepat, yang merupakan tanda penyakit sedang berlanjut menggerogoti tubuh dan menyerang sistem kekebalan tubuh.

Batuk terus menerus

Batuk kering yang terus menerus, bisa jadi merupakan salah satu tanda penyakit HIV/AIDS. Sebenarnya batuk seperti ini juga bisa disebabkan oleh alergi, namun batuk alergi lebih cepat sembuh. Sedangkan batuk karena HIV/AIDS menyerang dalam waktu yang lama dan semakin lama makin parah.

Terlihat dari kuku

Kuku dapat menunjukkan apakah Anda sedang sehat atau tidak. Ketika kuku Anda mudah patah dan berubah warna, ini menjadi salah satu indikasi bahwa Anda butuh diperiksa lebih lanjut. Indikasinya menunjukkan metabolisme Anda yang kurang baik.

Cemas menyerang

Anda akan mulai merasakan kecemasan yang tidak jelas. Kecemasan ini merupakan tanda lanjutan bahwa infeksi dari virus HIV/AIDS ini menyerang.

Nyeri dadakan

Apakah Anda sering merasakan nyeri dadakan pada tubuh atau otot? Hal ini juga salah satu tanda awal bahwa virus HIV/AIDS sedang menginfeksi tubuh Anda.

Sering sakit kepala

Sakit kepala hadir nyaris setiap hari tanpa diundang dan tanpa sebab yang jelas. Sebenarnya gejala yang satu ini bisa beragam penyebabnya, tetapi sebaiknya Anda tetap waspada dan segera memeriksakan diri saja, apakah Anda terinfeksi virus HIV/AIDS.

Perubahan warna pada kulit

Gejala lain adalah ketika kulit berubah warna dan terasa gatal-gatal di beberapa bagian. Semakin parah karena Anda akan merasakannya sekujur tubuh dan terasa panas.

Untuk mencegah penularan HIV/AIDS, sebaiknya lakukan pemeriksaan intens apabila ada gejala-gejala di atas yang mengganggu Anda.

yy/rimanews.com

 

Ilmuwan Temukan HIV Jenis Baru yang Sangat Agresif

Ilmuwan Temukan HIV Jenis Baru yang Sangat AgresifIlmuwan Swedia berhasil mengidentifikasi strain baru Human immunodeficiency virus (HIV) yang jauh lebih agresif dari kebanyakan varian virus yang sebelumnya diidentifikasi. Strain yang dikenal sebagai A3/02 adalah rekombinan, yang berarti  persilangan antara dua jenis HIV yang diidentifikasi sebelumnya.

Menulis dalam Journal of Infectious Diseases, peneliti Lund University mengatakan bahwa strain ini berubah dari HIV menjadi AIDS dalam waktu sekitar lima tahun, hampir dua sampai dua setengah tahun lebih cepat dari strain kebanyakan yang sebelumnya dikenal.

Sejauh ini infeksi strain baru itu tampaknya terbatas hanya di Afrika Barat. Namun para ahli khawatir bahwa rekombinan menjadi lebih umum dan bisa mulai menyebar secara global, terutama untuk wilayah-wilayah dengan mobilitas warganya yang tinggi seperti Eropa dan Amerika Serikat. Para peneliti mengatakan rekombinan berkembang lebih cepat dari yang sudah ada. Hanya kabar gembiranya, kata mereka, strain terbaru ini masih 'tunduk' pada pengobatan yang selama ini digunakan.

Perubahan diagnosis dari HIV menjadi AIDS adalah pada saat jumlah sel darah putih seseorang di bawah 200. Phalguni Gupta, seorang profesor program pascasarjana kedokteran di University of Pittsburgh mengatakan bahwa sebagian besar dokter juga mempertimbangkan diagnosis AIDS ketika seseorang dengan HIV mengembangkan infeksi serius seperti pneumonia, kanker, atau sindrom yang ditandai dengan penurunan berat badan, diare, dan demam tinggi. Di daerah-daerah yang lebih miskin seperti Afrika Barat, tuberkolusis adalah penyebab utama kematian di antara orang-orang dengan HIV.

Namun Gupta mengatakan sangat menyesatkan untuk mengatakan bahwa strain baru ini adalah bentuk paling agresif dari HIV/AIDS. "Ada beberapa jenis HIV di sini di Amerika Serikat yang perlu waktu sedikitnya dua tahun untuk berkembang menjadi AIDS," katanya.

Gupta menggarisbawahi perlunya strain HIV Afrika Barat ini dipantau untuk melihat apakah bisa menular lebih mudah daripada jenis lain dari HIV. "Ini adalah pertanyaan para peneliti belum dieksplorasi," katanya.

Diperkirakan 34 juta orang di seluruh dunia telah didiagnosis dengan HIV, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Sejak epidemi mulai lebih dari 30 tahun yang lalu, infeksi ini telah merengut lebih dari 33 juta jiwa. [yy/tempo.co]