10 Rajab 1444  |  Rabu 01 Februari 2023

basmalah.png

6 Obat yang Dapat Merusak Fungsi Hati

6 Obat yang Dapat Merusak Fungsi Hati

Fiqhislam.com - Liver alias hati adalah salah satu organ tubuh yang penting dijaga kesehatannya. Organ inilah yang bertugas menyaring semua yang Anda makan, dari makanan hingga obat-obatan. Hati membersihkan tubuh Anda dari racun, memilih nutrisi untuk disimpan, memecah lemak, dan mengatur gula darah.

Obat-obatan tertentu ternyata bisa merusak fungsi hati. Termasuk beberapa obat resep dan obat bebas yang paling umum, berpotensi merusak hati Anda dan menyebabkan penyakit, seperti hepatitis yang diinduksi obat. Seperti dikutap Healthgrades, Berikut adalah beberapa obat paling umum yang dapat membahayakan hati:

1. NSAID dan Analgesik

Pereda nyeri dan penurun demam yang dijual bebas, termasuk NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) dan analgesik, berpotensi merusak hati. Obat ini dapat menyebabkan hepatitis toksik, yang berarti hati meradang karena zat yang Anda konsumsi.

Pereda nyeri dan penurun demam yang dapat membahayakan hati termasuk acetaminophen (Tylenol), ibuprofen (Motrin, Advil), naproxen (Aleve) dan aspirin , terutama bila diminum dengan alkohol. Batasi obat pereda nyeri yang dijual bebas dan minumlah hanya sesuai petunjuk.

Hati Anda mungkin pulih ketika Anda berhenti minum obat yang menyebabkan kerusakan, tetapi jika parah, dapat menyebabkan jaringan parut (sirosis) dan gagal hati.

2. Antibiotik

Obat antibiotik juga bisa bersifat hepatotoksik bila tidak diminum dengan benar. Contoh obat antibiotik ini antara lain amoxicillin/clavulanate yang digunakan untuk infeksi bronkitis, sinus, dan tenggorokan, serta isoniazid yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis.

Kerusakan hati akibat konsumsi amoxicillin dan clavulanate dapat segera terjadi setelah Anda mulai memakainya, tapi gejala kerusakan hati sering terlambat dideteksi. Sementara itu, luka hati akut akibat isoniazid bisa baru muncul beberapa minggu atau bulan kemudian.

3. Asetaminofen (parasetamol)

Acetaminophen (paracetamol) biasanya terkandung dalam obat-obatan penurun demam, pereda flu, juga krim krim bebas resep. sebagian besar obat nyeri yang diberi label sebagai “non-aspirin” mengandung parasetamol sebagai bahan utamanya.

Obat yang mengandung acetaminophen yang diminum terlalu banyak atau dalam dosis tinggi selama lebih dari 3 – 5 hari dapat bersifat hepatotoksik. Jika diminum sesuai petunjuk, obat ini sangat aman bahkan bagi penderita penyakit sekalipun.

4. Antidepresan

Beberapa antidepresan dapat merusak hati Anda dari waktu ke waktu jika dikoonsumi keseringan. Antidepresan yang dimasksud termasuk inhibitor monoamine oxidase (MAO), antidepresan trisiklik atau tetrasiklik, bupropion, duloxetine, dan agomelatine. Obat antidepresan dengan risiko kerusakan hati yang lebih rendah antara lain citalopram, escitalopram, paroxetine dan fluvoxamine.

5. Steroid anabolik

Steroid anabolik termasuk dalam kelompok zat yang disebut APEDS - Obat Peningkat performa dan stamina. Obat ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kekuatan, tetapi mereka juga dapat menyebabkan penyakit hati yang parah, termasuk tumor dan peliosis hepatis, yang menyebabkan kista berisi darah berkembang di hati. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa.

6. Herbal dan Suplemen

Herbal dan suplemen tidak diatur oleh FDA (The Food and Drug Administration), dan sedikit yang diketahui tentang bagaimana mereka mempengaruhi organ seperti hati. Ada beberapa yang mungkin membawa risiko kerusakan hati, termasuk ekstrak teh hijau. Beberapa herbal yang dapat menyebabkan kerusakan hati termasuk black cohosh, kava, ephedra aloe vera, cascara, chaparral, dan comfrey. Jangan menganggap produk "alami" itu aman. Sebaiknya konsultasilah dengan dokter Anda sebelum menambahkan herbal atau suplemen apa pun ke dalam diet Anda. [yy/Wuri Hardiastuti/sindonews]