21 Muharram 1444  |  Jumat 19 Agustus 2022

basmalah.png

Wajib Lakukan 9 Hal Ini Apabila Anak Terinfeksi Covid-19

Wajib Lakukan 9 Hal Ini Apabila Anak Terinfeksi Covid-19

Fiqhislam.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia semakin tidak terkendali dan menular ke siapa saja. Bahkan anak-anak pun tak luput dari sasaran Covid-19, meski sebagian besar hanya bergejala ringan, atau bahkan tidak bergejala (OTG).

Berdasarkan data yang dihimpun Pemprov DKI Jakarta pada 17 Juni 2021, tercatat ada 661 kasus Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun. Sebanyak 144 di antaranya adalah kelompok anak di bawah lima tahun (Balita).

Meski risiko keparahannya lebih kecil dan memiliki tingkat kesembuhan yang besar, tapi pemeriksaan dan perawatan khusus bagi anak yang terinfeksi Covid-19 wajib dilakukan. Merangkum dari laman Instagram Pemprov DKI, @dkijakarta, berikut pemantauan yang wajib dilakukan pada anak yang terinfeksi Covid-19.

1. Suhu
Ukur suhu tubuh anak menggunakan termometer. Suhu normal anak adalah 36-37,5 derajat celcius.

2. Laju napas
Hitunglah tarikan napas pada anak selama satu menit penuh. Nilai normal yang bisa menjadi acuan adalah:

Bayi < 2 bulan: 2-11 bulan: 1-5 tahun: >5 tahun:

3. Saturasi oksigen
Ukur saturasi oksigen dengan oksimetri. Normalnya saturasi oksigen sebesar 95 persen atau lebih.

4. Asupan makanan
Berikan anak makanan tinggi gizi dan vitamin.

5. Aktivitas anak
Perhatikan setiap aktivitas yang dilakukan oleh anak.

6. Tanda-tanda dehidrasi
Perhatikan tanda dehidrasi terutama bagi anak yang sulit makan dan minum.

7. Gejala-gejala lain
Perhatikan gejala lain pada anak seperti pertambahan batuk, gangguan penciuman, pendengaran, muntah atau diare.

8. Lakukan pemantauan dia kali dalam sehari
Pemantauan baiknya dilakukan pada pagi dan sore dan dilakukan pencatatan dengan jelas.

9. Komunikasikan pemantauan
Komunikasikan hasil pemantauan dengan tenaga medis, terutama bila kondisi di luar nilai nominal. [yy/sindonews]

 

Wajib Lakukan 9 Hal Ini Apabila Anak Terinfeksi Covid-19

Fiqhislam.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia semakin tidak terkendali dan menular ke siapa saja. Bahkan anak-anak pun tak luput dari sasaran Covid-19, meski sebagian besar hanya bergejala ringan, atau bahkan tidak bergejala (OTG).

Berdasarkan data yang dihimpun Pemprov DKI Jakarta pada 17 Juni 2021, tercatat ada 661 kasus Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun. Sebanyak 144 di antaranya adalah kelompok anak di bawah lima tahun (Balita).

Meski risiko keparahannya lebih kecil dan memiliki tingkat kesembuhan yang besar, tapi pemeriksaan dan perawatan khusus bagi anak yang terinfeksi Covid-19 wajib dilakukan. Merangkum dari laman Instagram Pemprov DKI, @dkijakarta, berikut pemantauan yang wajib dilakukan pada anak yang terinfeksi Covid-19.

1. Suhu
Ukur suhu tubuh anak menggunakan termometer. Suhu normal anak adalah 36-37,5 derajat celcius.

2. Laju napas
Hitunglah tarikan napas pada anak selama satu menit penuh. Nilai normal yang bisa menjadi acuan adalah:

Bayi < 2 bulan: 2-11 bulan: 1-5 tahun: >5 tahun:

3. Saturasi oksigen
Ukur saturasi oksigen dengan oksimetri. Normalnya saturasi oksigen sebesar 95 persen atau lebih.

4. Asupan makanan
Berikan anak makanan tinggi gizi dan vitamin.

5. Aktivitas anak
Perhatikan setiap aktivitas yang dilakukan oleh anak.

6. Tanda-tanda dehidrasi
Perhatikan tanda dehidrasi terutama bagi anak yang sulit makan dan minum.

7. Gejala-gejala lain
Perhatikan gejala lain pada anak seperti pertambahan batuk, gangguan penciuman, pendengaran, muntah atau diare.

8. Lakukan pemantauan dia kali dalam sehari
Pemantauan baiknya dilakukan pada pagi dan sore dan dilakukan pencatatan dengan jelas.

9. Komunikasikan pemantauan
Komunikasikan hasil pemantauan dengan tenaga medis, terutama bila kondisi di luar nilai nominal. [yy/sindonews]

 

Si Kecil Terpapar Covid-19

Si Kecil Terpapar Covid-19, Ini 14 Tips Perawatan Isolasi Mandiri di Rumah


Fiqhislam.com - Seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia , makin banyak juga anak yang terinfeksi Covid-19. Memang anak-anak dinilai memiliki risiko rendah apabila terinfeksi Covid-19. Meski demikian, perlu diingat bahwa anak-anak tidaklah kebal dan bisa terbebas dari Covid-19. Data yang dihimpun Pemrov DKI Jakarta pada 17 Juni 2021, tercatat ada 661 kasus Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun.

Bahkan sebanyak 144 di antaranya adalah kelompok anak di bawah lima tahun (Balita). Mengenaskannya lagi hingga saat ini tidak semua rumah sakit menyediakan perawatan khusus bagi kelompok anak-anak yang terinfeksi Covid-19.

Oleh sebab itu isolasi mandiri pada anak yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala, menjadi pilihan terbaik yang bisa dilakukan oleh para orangtua. Merangkum dari laman Instagram Pemprov DKI, @dkijakarta, berikut tips isolasi mandiri jika anak terinfeksi Covid-19.

1. Tentukan zona pasien dan pisahkan dengan zona bersih di rumah, meliputi kamar tidur, kamar mandi, dan area bermain anak. Bila tidak memungkinkan zona terpisah, upayakan jarak minimal satu meter dengan anak yang sakit.

2. Upayakan ventilasi yang baik untuk pergantian udara.

3. Bila harus memakai kamar mandi bersama, upayakan anak yang positif memakai paling akhir dan beri jarak dengan pemakai kamar mandi berikutnya.

4. Anak usia 2 tahun ke atas atau yang sudah pandai menggunakan masker, dianjurkan menggunakan masker dengan tepat.

5. Berikan 'istirahat masker' apabila anak di ruang sendiri.

6. Masker tidak perlu digunakan pada anak kecil saat tidur.

7. Pengasuh di ruang yang sama harus selalu menggunakan masker, pelindung mata, sarung tangan sekali pakai, dan celemek sekali pakai atau baju luar yang dapat dicuci.

8. Pengasuh mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah berinteraksi dengan anak.

9. Tetap sedapat mungkin menjaga jarak (termasuk saat tidur), terutama bila pengasuh negatif.

10. Buang masker dan sarung tangan di tempat plastik khusus dan buang di tempat sampah berbeda.

11. Bila orangtua atau pengasuh harus merawat anak lain yang negatif, maka wajib mandi dan ganti baju terlebih dahulu.

12. Cuci pakaian anak dan baju luar pengasuh secara terpisah dengan air hangat dan deterjen.

13. Jangan memakan makanan sisa anak atau makan dengan alat makan anak.

14. Pengasuh atau orangtua juga wajib menjaga kesehatan dan minum suplemen. [yy/sindonews]