10 Jumadil-Awwal 1444  |  Minggu 04 Desember 2022

basmalah.png

Ceko dan Jerman Sarankan Angkat Implan

Ceko dan Jerman Sarankan Angkat ImplanFiqhislam.com - Pejabat kesehatan di Jerman dan Republik Ceko menyarankan kepada perempuan untuk mengangkat implan payudara, yang mudah rusak.

Implan payudara, buatan perusahaan Prancis PIP, mengandung silikon dengan kualitas pabrik, yang miliki risiko pecah di dalam tubuh.

Kantor federal obat-obatan dan alat medis Jerman mengatakan penyelidikan menunjukan bahwa meski implan tidak memiliki tanda-tanda akan rusak, tetap dapat menimbulkan risiko kesehatan.

"Direkomendasikan implan diangkat sebagai upaya pencegahan," kata presiden Walter Schwerdtfeger.

Dia mengatakan untuk menilai kondisi yang menentukan pengangkatan implan, tergantung berapa lama implan payudara itu telah digunakan.

Di Republik Ceko, sekitar 2.000 orang diperkirakan menggunakan implan payudara tersebut.

Kementerian Kesehatan Ceko mengatakan belum mendeteksi masalah kesehatan yang serius dan akut, tetapi menyarankan agar pasien mengangkat implan atau mengeceknya secara rutin.

Sekitar 300.000 implan payudara terjual di 65 negara selama 12 tahun terakhir.

Penjualan implan buatan PIP dilarang di Prancis setelah ditemukan kandungan sedikit bahan - silikon kualitas pabrik - yang digunakan untuk membuat kasur untuk menggantikan bahan baku medis khusus.

 

Risiko kesehatan

Pemilik perusahaan PIP Jean-Claude Mas diburu oleh interpol karena masalah Implan.

Prancis dan Venezuela telah menyatakan implan payudara PIP harus diangkat, sementara Inggris menyatakan pengangkatan tidak harus segera dilakukan.

Pejabat Kesehatan Inggris telah menyatakan tidak perlu dilakukan "pengangkatan rutin" implan buatan PIP, tetapi pemerintah menyatakan perempuan yang menggunakan implan dibawah pelayanan Badan Kesehatan Nasional NHS, akan mendapatkan biaya pengangkatan.

Sekitar 5% dari 40.000 perempuan di Inggris yang menggunakan implan di operasi gratis di Badan Kesehatan Inggris, karena alasan kesehatan.

"Mereka merupakan pasien NHS dan kami akan bertanggungjawab agar mereka mendapatkan akses untuk saran kesehatan, pemidaian, dan pengangkatan implan, jika memang keputusannya harus diangkat," kata Menteri Kesehatan Andrew Lansley.

"Tetapi saya ingin membuat semua ini menjadi jelas bagi perempuan yang tidak kami rekomendasikan untuk mengangkat implan".

Lansley mengatakan klinik swasta memiliki "sebuah tugas moral untuk menawarkan layanan yang sama kepada pasien mereka seperti yang kami akan tawarkan kepada pasien NHS - informasi, konsultasi, pemidaian dan pengangkatan gratis jika dibutuhkan".

Kekhawatiran terhadap keamanan implan payudara buatan PIP ini meningkat, ketika Prancis menemukan implan ini mudah pecah dibandingkan buatan perusahan lain.

Kasus implan payudara ini sedang diuji oleh hakim, dan pemilik perusahaan PIP Jean-Claude Mas telah masuk daftar pencarian oleh Interpol.

BBCIndonesia.com - detikNews