13 Rajab 1444  |  Sabtu 04 Februari 2023

basmalah.png

Sistem Satelit Atasi Kekurangan Dokter di Daerah Terpencil

Sistem Satelit Atasi Kekurangan Dokter di Daerah TerpencilFiqhislam.com - Dalam upaya mengatasi kekurangan tenaga dokter di daerah terpencil dan wilayah yang sulit dijangkau bisa dengan mengoperasikan sistem satelit.

Dengan sistem ini satu atau beberapa orang dokter cukup berkeliling di sejumlah daerah. Namun di tempat tersebut sudah disediakan minimal fasilitas kesehatan dasar.

"Daerah yang menjadi satelit tidak harus memiliki dokter sendiri. Tapi setidaknya mempunyai ahli kesehatan masyarakat, ahli lingkungan, ahli gizi, perawat, atau bidan," kata Zaenal Abidin, Ketua Terpilih IDI dalam Diskusi awal tahun yang diadakan Lembaga Kajian Kesehatan dan Pembangunan (LKKP).

Dia mengungkapkan nanti dokter yang berkeliling akan memberikan pelayanan pada hari tertentu, difasilitasi transportasi yang memadai seperti helikopter, mobil, dan lainnya.
 
Menurutnya, dengan adanya sistem satelit ini, daerah tidak harus mempunyai dokter sendiri. Tenaga terdidik seperti ahli kesehatan, ahli gizi, dan lainnya itu, diharapkan melakukan proses pendapingan dan pemberdayaan kesehatan masyarakat.

Zaenal menuturkan dokter cukup ditempatkan/menetap permanen di fasiltas kesehatan utama, yang membawahkan beberapa fasiltas kesehatan satelit. Karena itu, dokter harus difasiltasi dengan alat transportasi berupa mobil sehat keliling, atau kapal sehat keliling.
 
"Karena itu semestinya kita tidak perlu hanya meratapi kekurangan dokter, atau pendistribusian dokter yang kurang merata ke berbagai daerah ini," ungkapnya dalam rilis yang dikirim LKKP hari ini.   

Mantan menkes Farid Anfasa Moeloek mengkritisi sistem pelayanan kedokteran saat ini yang dianggapnya masih kuno. "Sistem yang dianut di Indonesia masih warisan zaman kolonial, sementara di Belanda sendiri sistem itu sudah ditinggalkan," ujarnya.

Sistem yang dimaksud Moeloek adalah fee for service, yakni dokter menerima uang langsung dari pasien yang dilayaninya.  Menurutnya, sistem seperti ini sangat membebani pasien yang tidak mampu, dan tidak menciptakan keadilan di bidang kesehatan.

Moeloek menuturkan adanya program jaminan kesehatan atau semacam asuransi kesehatan, adalah kebutuhan mutlak. "Dengan begitu, dokter hanya menerima uang dari asuransi, dan bukan dari pasien secara langsung," tambahnya.

bisnis.com