7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Inilah Pekarjaan Merusak Kesehatan

Fiqhislam.com - Banyak hal yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Selain makanan dan pola hidup yang sehat, jenis pekerjaan yang dijalani manusia pun dapat mempengaruhi kesehatannya.

Inilah Pekarjaan Merusak KesehatanSeperti dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa pekerjaan yang dapat 'merusak' kesehatan manusia.

Guru

Radang sendi atau arthritis menjadi risiko kesehatan bagi orang yang harus banyak berdiri dalam pekerjaannya, termasuk guru. Oleh karena itu, orang dengan pekerjaan lebih banyak berdiri, harus pintar memilih sepatu yang nyaman dan tidak menggunakan hak tinggi.

Sepatu ber-hak justru memberikan tekanan pada sendi di kaki. Tak hanya berdiri terlalu lama, orang yang memiliki kelebihan berat badan juga dikaitkan dengan penyakit radang sendi.

Tentara

Sebuah situs CareerCast.commenetapkan tentara sebagai pekerja paling stres. Hal ini dikarenakan para prajurit negara ini selalu dituntut secara fisik, disiplin dan sedikitnya waktu untuk 'bersantai' atau bertemu keluarga.

Tak hanya itu, CareerCast.comjuga menyebutkan petugas pemadam kebakaran menempati posisi kedua pekerjaan dengan risiko stres disusul dengan pilot di posisi ketiga.

Buruh atau pegawai pabrik

Health.commelaporkan bahwa debu yang dihirup dari tempat konstruksi dapat menyebabkan buruh pada risiko masalah paru-paru, seperti kanker, asbestosis dan mesothelioma.

Bahkan, menurut peneliti dari Oregon State University, penyakit paru-paru merupakan penyakit yang sering dialami para buruh. Gejalanya seperti sesek nafas, dada sesak, batuk, dan bernafas tidak normal.

Perawat rumah sakit

Orang-orang yang bertugas merawat seseorang, seperti perawat, berisiko mengalami depresi. Health.com melaporkan bahwa 13 persen perawat telah mengalami depresi berat.

Tahun lalu, Reuters melaporkan hasil survei Caring.comyang menunjukkan bahwa satu dari empat orang perawat khusus manula atau anak kecil lebih rentan mengalami depresi.

Pekerja Shift Malam

Penelitian telah menunjukkan bahwa para pekerja yang berkerja pada shift malam lebih rentan mengalami masalah susah tidur, yang disebabkan oleh perbedaan jadwal tidur dan jadwal bangun mereka dengan kebanyakan orang.

Akibatnya, mereka lebih cenderung tidak bersemangat, kurang energi, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi. Sehingga, mereka lebih sering melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, rentan kecelakaan (karena ngantuk), perubahan mood dan lebih sering izin sakit.

Bankir

Di bawah tekanan besar dari pekerjaannya, banyak bankir yang menderita gangguan kepribadian dan emosional, seperti stres atau kelelahan. Bahkan, beberapa di antaranya tetap menderita gangguan tersebut setelah meninggalkan profesinya.

Peneliti dari University of Southern California menemukan bahwa insomnia, kecanduan alkohol, jantung berdebar, gangguan makan dan ledakan emosi banyak dialami bankir yang baru lulus dari sekolah bisnis.

Dahlia Krisnamurti | inilah.com