29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Pahami 3 Jenis Kontak yang Rentan Terjangkit COVID-19

Pahami 3 Jenis Kontak yang Rentan Terjangkit COVID-19Fiqhislam.com - Kasus pertama dari Coronavirus disease atau Covid-19 telah ditemukan di Indonesia pada Senin, 2 Maret 2020. Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan bahwa ada dua orang yang positif corona.

Dua orang tersebut adalah ibu dan anak di Depok, Jawa Barat yang masing-masing berusia 64 dan 31 tahun. Adapun keduanya telah dibawa dan diisolasi ke Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Dengan kasus corona yang telah ditemukan di Indonesia, tentu masyarakat harus semakin waspada dan membekali diri dengan banyak informasi. Salah satunya mengenai jenis kontak yang bisa membuat orang rentan terjangkit Covid-19 itu.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan, tiga jenis kontak itu termasuk kontak erat, kontak dekat dan kontak area. Apa maksudnya? Dokter sekaligus epidemiolog dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif pun menjelaskan ketiganya.



Dari segi kontak erat, ini adalah orang yang memang dekat dan selalu bersama-sama dengan mereka yang sudah positif corona. “Misalnya pasangan yang dalam status konfirmasi corona atau keluarga tinggal satu atap. Ini kontak pertama yang paling berisiko terjangkit,” katanya dalam acara Press Conference di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2020.

Mengenai kontak dekat, Syahrizal mengatakan bahwa ini berhubungan dengan orang yang melakukan kegiatan berkelompok dengan mereka yang positif corona. Contohnya dalam satu grup dansa atau klub belajar serta acara-acara keagamaan. “Kontak ini juga berisiko karena kalau satu terinfeksi, dia bisa menularkan ke kelompoknya,” katanya.

Kontak terakhir adalah kontak area. Menurut Syahrizal, apabila ada suatu wilayah yang warganya telah positif virus corona, maka satpam, tukang penjual sayur bahkan tetangga di sekitar pun rentan terjangkit penyakit serupa. “Membesuk mereka yang sakit juga termasuk kontak area. Itu bisa kena,” katanya. [yy/tempo]

Pahami 3 Jenis Kontak yang Rentan Terjangkit COVID-19Fiqhislam.com - Kasus pertama dari Coronavirus disease atau Covid-19 telah ditemukan di Indonesia pada Senin, 2 Maret 2020. Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan bahwa ada dua orang yang positif corona.

Dua orang tersebut adalah ibu dan anak di Depok, Jawa Barat yang masing-masing berusia 64 dan 31 tahun. Adapun keduanya telah dibawa dan diisolasi ke Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Dengan kasus corona yang telah ditemukan di Indonesia, tentu masyarakat harus semakin waspada dan membekali diri dengan banyak informasi. Salah satunya mengenai jenis kontak yang bisa membuat orang rentan terjangkit Covid-19 itu.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan, tiga jenis kontak itu termasuk kontak erat, kontak dekat dan kontak area. Apa maksudnya? Dokter sekaligus epidemiolog dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif pun menjelaskan ketiganya.



Dari segi kontak erat, ini adalah orang yang memang dekat dan selalu bersama-sama dengan mereka yang sudah positif corona. “Misalnya pasangan yang dalam status konfirmasi corona atau keluarga tinggal satu atap. Ini kontak pertama yang paling berisiko terjangkit,” katanya dalam acara Press Conference di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2020.

Mengenai kontak dekat, Syahrizal mengatakan bahwa ini berhubungan dengan orang yang melakukan kegiatan berkelompok dengan mereka yang positif corona. Contohnya dalam satu grup dansa atau klub belajar serta acara-acara keagamaan. “Kontak ini juga berisiko karena kalau satu terinfeksi, dia bisa menularkan ke kelompoknya,” katanya.

Kontak terakhir adalah kontak area. Menurut Syahrizal, apabila ada suatu wilayah yang warganya telah positif virus corona, maka satpam, tukang penjual sayur bahkan tetangga di sekitar pun rentan terjangkit penyakit serupa. “Membesuk mereka yang sakit juga termasuk kontak area. Itu bisa kena,” katanya. [yy/tempo]

Ibu Terinfeksi Virus Corona Bolehkah Menyusui?

Ibu Terinfeksi Virus Corona Bolehkah Menyusui?


Fiqhislam.com - Pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia memiliki pasien positif terinfeksi virus corona. Bagaimana jika ibu menyusui terinfeksi virus tersebut, apakah bisa tetap memberikan air susu ibu atau ASI ke anak?

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia atau AIMI mengatakan semua ibu yang terdampak dan berada di wilayah berisiko serta menunjukkan gejala demam, batuk atau kesulitan bernapas, harus segera mencari bantuan medis dan mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan.

Perlu dipahami jika ASI tidak menularkan. Dengan pertimbangan bahwa menyusui dan ASI tidak memiliki peran signifikan dalam penyebaran virus pernapasan lain. "Maka ibu dapat terus melanjutkan menyusui, sambil melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan," ucap Nia saat dihubungi Tempo.co, Senin 2 Maret 2020.

Nia merujuk panduan singkat dari UNICEF jika ibu yang memiliki gejala tapi masih bisa menyusui bisa melakukan tindakan pencegahan.

Pencegahan yang dimaksud adalah memakai masker ketika berada di sekitar anak (termasuk ketika sedang menyusui), mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan anak (termasuk menyusui), dan membersihkan/memberi desinfektan pada permukaan yang terkontaminasi.

Sama dengan yang seharusnya dilakukan tiap kali seseorang yang telah dikonfirmasi atau dicurigai terkena COVID-19 berinteraksi dengan orang lain, termasuk anak-anak.

"Jika kondisi ibu terlalu payah, maka disarankan untuk memerah ASI dan bisa memberikan ke anak melalui cangkir dan/atau sendok bersih dan terus melakukan metode pencegahan penularan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya," kata Nia. [yy/tempo]