8 Jumadil-Awwal 1444  |  Jumat 02 Desember 2022

basmalah.png

Virus Corona Tak Hanya Serang Paru-Paru tapi Juga Jantung

Virus Corona Tak Hanya Serang Paru-Paru tapi Juga JantungFiqhislam.com - Selain menyerang paru-paru, ternyata virus korona diklaim berpengaruh pada kondisi kesehatan jantung penderitanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Dijelaskan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Dicky A Hanafy, SpJP (K), gangguan jantung yang dialami penderita terjangkit virus korona, terjadi akibat komplikasi yang menyerang organ tubuh. Terlebih, hingga kini masih belum ada obat atau vaksin yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit misterius itu.

“Virus korona kan menyerang saluran pernapasan, khususnya paru-paru. Secara tidak langsung, pasti memiliki dampak terhadap organ tubuh lainnya, termasuk jantung,” terang Dokter Dicky, dalam acara Kenali Komplikasi Jantung Koroner di RS MMC, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).



Lebih lanjut, Dokter Dicky menjelaskan, sistem kekebalan tubuh manusia menjadi hal utama untuk melindungi para penderita virus korona. Pada dasarnya, semua penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh

“Semakin lemah sistem kekebalan tubuhnya, maka penyakit bakal semakin parah. Jadi untuk penderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus kekebalan tubuh pasien paling diutamakan,” terangnya.

Hingga berita ini ditulis, virus korona yang menyerang Wuhan, China, terus memakan korban jiwa. Saat ini sudah 17 korban meninggal dunia akibat penyakit baru yang mematikan itu.

Virus korona yang sedang mewabah saat ini, masuk ke dalam kategori New Emerging Disease (penyakit baru). World Health Organization (WHO) pun terus menyelidiki cara mengatasi penyakit ini, sambil mencari vaksin untuk menanggulangi banyaknya korban jiwa. [yy/okezone]

Virus Corona Tak Hanya Serang Paru-Paru tapi Juga JantungFiqhislam.com - Selain menyerang paru-paru, ternyata virus korona diklaim berpengaruh pada kondisi kesehatan jantung penderitanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Dijelaskan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Dicky A Hanafy, SpJP (K), gangguan jantung yang dialami penderita terjangkit virus korona, terjadi akibat komplikasi yang menyerang organ tubuh. Terlebih, hingga kini masih belum ada obat atau vaksin yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit misterius itu.

“Virus korona kan menyerang saluran pernapasan, khususnya paru-paru. Secara tidak langsung, pasti memiliki dampak terhadap organ tubuh lainnya, termasuk jantung,” terang Dokter Dicky, dalam acara Kenali Komplikasi Jantung Koroner di RS MMC, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).



Lebih lanjut, Dokter Dicky menjelaskan, sistem kekebalan tubuh manusia menjadi hal utama untuk melindungi para penderita virus korona. Pada dasarnya, semua penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh

“Semakin lemah sistem kekebalan tubuhnya, maka penyakit bakal semakin parah. Jadi untuk penderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus kekebalan tubuh pasien paling diutamakan,” terangnya.

Hingga berita ini ditulis, virus korona yang menyerang Wuhan, China, terus memakan korban jiwa. Saat ini sudah 17 korban meninggal dunia akibat penyakit baru yang mematikan itu.

Virus korona yang sedang mewabah saat ini, masuk ke dalam kategori New Emerging Disease (penyakit baru). World Health Organization (WHO) pun terus menyelidiki cara mengatasi penyakit ini, sambil mencari vaksin untuk menanggulangi banyaknya korban jiwa. [yy/okezone]

Virus Corona: Kenali Gejala, Penyakit, dan Obatnya

Virus Corona: Kenali Gejala, Penyakit, dan Obatnya


Fiqhislam.com - Corona virus atau virus corona menjadi masalah kesehatan dunia mengawali tahun 2020. Dikutip dari CNN, virus corona telah menginfeksi ratusan orang sejak diketahui menyerang Wuhan, China.

"Yang kita ketahui adalah virus tersebut menyebabkan pneumonia dan tidak merespon antibiotik. Hal ini tidak mengagetkan namun virus SARS bisa membunuh hingga 10 persen," kata ahli virus Leo Poon yang kali pertama mengetahui kasus pneumonia Wuhan disebabkan virus corona atau corona virus.

Virus corona, yang penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia tersebut kini memiliki nama baru yaitu Novel Coronavirus (2019-nCoV). Hingga saat ini belum bisa dipastikan fatalitas serangan corona virus pada manusia.

Daya mematikan corona virus atau virus corona bisa berubah seiring meluasnya serangan virus. Karena itu, organisasi kesehatan dunia atau WHO telah memberi panduan dan menyarankan negara siap menghadapi serangan virus. Berikut yang perlu diketahui soal corona virus atau virus corona.

1. Apa itu virus corona atau corona virus?

Corona virus adalah kelompok besar virus yang umum ditemukan pada hewan dan bersifat zoonotik. Menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus tidak hanya menyebar antar hewan. Artinya, virus corona atau corona virus bisa menyebar dari hewan ke manusia.

Virus ini memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Serangan corona virus atau virus corona di timur tengah mengakibatkan munculnya aturan dilarang foto dengan unta.

2. Gejala coronavirus

Serangan virus mengakibatkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang yang sama dengan flu biasa. Gejala corona virus atau virus corona adalah pilek, batuk, sakit tenggorokan, pusing, dan demam yang sudah terjadi selama beberapa hari.

Corona virus menyerang siapa saja namun risiko lebih besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, misal anak kecil dan orang tua. Serangan coronavirus pada orang dengan sistem imun lemah bisa mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bawah yang lebih serius. Penyakit akibat infeksi saluran pernapasan bawah adalah pneumonia atau bronkitis.

MERS, SARS, dan coronavirus Wuhan hingga sekarang lebih sering ditemukan pada orang tua meski riset masih terus dilakukan. Pasien coronavirus Wuhan kebanyakan berusia lebih dari 40 tahun dan belum ditemukan pada anak-anak.

3. Penyakit yang disebabkan oleh coronavirus

Dunia menjadi saksi serangan virus corona atau corona virus yang mematikan pada manusia. Penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona adalah SARS, MERS, dan pneumonia Wuhan. MERS dilaporkan pada 2012 yang mengakibatkan masalah pernapasan dengan gejala mematikan. Menurut CDC, tiga hingga mepat dari 10 orang yang terinfeksi MARS tidak bisa diselamatkan.

SARS adalah bentuk penyakit pernapasan lain yang juga mematikan akibat corona virus atau virus corona. Menurut WHO, SARS pertama kali diidentifikasi di Guangdong provinsi di selatan China. Ciri-ciri coronavirus pada SARS bisa mengakibatkan diare, lemas, napas pendek, tekanan pada sistem pernapasan, dan gagal ginjal. Tingkat kematian SARS berkisar 0-50 persen dengan risiko paling tinggi pada orang dengan sistem imun lemah.

Coronavirus Wuhan saat ini diduga tidak terlalu mematikan seperti SARS atau MERS. Virus juga diduga perlu waktu lebih lama untuk berkembang. Menurut ahli penyakit infeksi dan kesehatan dunia Peter Horby dari University of Oxford, coronavirus menyebabkan pasien di Wuhan batuk sedang seminggu diikuti napas pendek dan harus ke rumah sakit. Sekitar 15-20 perse main parah hingga perlu bantuan ventilator.

4. Penyebaran coronavirus

Penyebab virus corona pada manusia berasal dari kontak dengan hewan. Menurut WHO, penyebab virus corona adalah unta dalam kasus MERS dan kucing pada SARS. Peneliti belum yakin penyebab virus corona pada kasus pneumonia di Wuhan, China.

Dalam kasus penularan antar manusia, biasanya terjadi saat kontak langsung dengan cairan pasien. Misal terkena cipratan liur saat bersin atau batuk. Penularan juga bisa berasal dari menyentuh langsung pasien. Bagian tubuh yang terpapar langsung kemudian digunakan untuk menyentuh mulut, hidung, dan mata.

5. Obat coronavirus

Hingga saat ini belum ada obat spesifik untuk corona virus atau virus corona, namun riset terus dilakukan seiring masifnya serangan virus. Gejala coronavirus bisa hilang sendiri bila ditangani sejak dini. Jika gejala dirasakan makin buruk maka harus segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Dokter bisa menangani gejala coronavirus dengan meresepkan pengobatan demam dan nyeri. CDC mengatakan, humidifier dan mandi air hangat bisa membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Selain itu pastikan minum air putih, istirahat, dan tidur untuk memulihkan kondisi tubuh.

Dengan penyebab dan obat yang belum ada, maka sangat disarankan melakukan upaya pencegahan menghadapi corona virus. Misal tidak kontak langsung dengan pasien kecuali dalam kondisi tertentu. Usai kontak dengan pasien, pastikan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh diri sendiri. Jika harus bepergian ke daerah yang terinfeksi virus corona di Wuhan disarankan menghindari pasar hewan, menutup hidung dan mulut, dan segera ke dokter bila merasakan penurunan kondisi tubuh. [yy/news.detik]

Jeritan Warga Wuhan yang Ditutup karena Virus Corona: Seperti Akhir Dunia

Jeritan Warga Wuhan yang Ditutup karena Virus Corona: Seperti Akhir Dunia


Fiqhislam.com - Warga kota Wuhan di China terisolasi dengan menyebarnya virus corona atau coronavirus yang awalnya berasal dari wilayah tersebut. Beberapa warga menyebut situasinya seperti 'akhir dunia'.

Seperti dilansir AFP, Kamis (23/1/2020), kota Wuhan yang berpenduduk 11 juta jiwa itu resmi ditutup atau diisolasi pada Kamis (23/1) waktu setempat, setelah virus corona menyebar ke berbagai negara.

Operasional pesawat dan kereta yang keluar dari kota Wuhan dihentikan sementara. Namun pesawat dan kereta api yang masuk ke kota itu masih beroperasi dengan jumlah penumpang sangat sedikit dan mereka semua memakai masker serta sarung tangan.
Layanan transportasi publik ditangguhkan dan warga diminta tidak bepergian ke mana pun demi mengendalikan penyebaran virus corona ini.

Isolasi ini diberlakukan menjelang liburan Tahun Baru China, dengan ratusan juta warga China biasanya pulang ke kampung halaman atau mengunjungi kerabat dengan menggunakan pesawat, kereta dan jalur darat. Momen liburan Tahun Baru China disebut sebagai pergerakan manusia terbesar di China setiap tahunnya.

Istilah 'Wuhan disegel' telah dibaca miliaran kali di Weibo, platform media sosial mirip Twitter di China, hingga Kamis (23/1) sore waktu setempat dengan 344 ribu diskusi membahas istilah itu.

Beberapa warga kota Wuhan mengaku mereka 'hampir menangis' saat membaca berita soal isolasi tersebut. Beberapa warga lainnya mengungkapkan kekhawatiran atas kekurangan pangan yang mereka alami.

"Kami secara sadar menghindari pergi keluar, melakukan disinfeksi pada diri sendiri secara rajin dan memakai masker," tulis salah satu warga Wuhan via Weibo.

"Tapi ada kekurangan pangan dan disinfektan, dan kami butuh lebih banyak sumber daya. Kami harap semua orang bisa memahami bahwa kami sekarang merasa seperti inilah akhir dunia," tulis warga Wuhan yang tidak menyebut namanya tersebut.

Situasi di kota Wuhan sangat sunyi, dengan hanya sedikit orang berkeliaran dan jalan-jalan tampak kosong. Acara-acara resmi telah dibatalkan dan media nasional China mengulas perintah pemerintah agar semua orang memakai masker di tempat-tempat umum. Di salah satu hotel setempat, para tamu diperiksa dan diberi gel anti-bakteri.

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa 17 orang tewas akibat wabah virus corona di China. Lebih dari 570 orang lainnya dikonfirmasi terinfeksi virus yang menyebabkan masalah pernapasan ini. Virus corona yang saat ini mewabah di China masih satu famili dengan SARS dan MERS-CoV.

Wabah virus corona kali ini dilaporkan berawal dari binatang di pasar hewan di kota Wuhan dan menulari manusia. Virus corona umumnya menyebar antarhewan atau dari hewan ke manusia. Namun Komisi Nasional Kesehatan China telah menyatakan bahwa virus corona juga bisa menular antarmanusia. [yy/news.detik]