13 Rajab 1444  |  Sabtu 04 Februari 2023

basmalah.png

Peserta BPJS Kesehatan Wajib Tahu 5 Tipe Rumah Sakit Agar Tak Salah Berobat

Peserta BPJS Kesehatan Wajib Tahu 5 Tipe Rumah Sakit Agar Tak Salah BerobatFiqhislam.com - Di Indonesia memiliki rumah sakit yang beragam. Bukan hanya berdasarkan rumah sakit tersebut milik pemerintah atau swasta saja, tapi juga dibedakan dari kelas-kelas atau tipe rumah sakit itu sendiri.

Setiap tipe rumah sakit memiliki perbedaan pada fungsi, fasilitas dan penunjang medis atau pelayanan kesehatan.

Mungkin sebagian besar peserta BPJS yang pernah melakukan pemeriksaan kesehatan atau rawat inap di beberapa rumah sakit juga merasakan pemberian fasilitas dan pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit berbeda-beda.



Misalnya saja, saat berobat di rumah sakit C harus dialihkan ke rumah sakit B, karena rumah sakit C tidak memiliki fasilitas pengobatan yang seharusnya digunakan. Atau juga di rumah sakit C pelayananya kurang cepat ketimbang rumah sakit B.

Perbedaan inilah yang sering kali menjadi perdebatan setiap pasien BPJS. Padahal, setiap rumah sakit tentunya memberlakukan penawaran fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai dengan tipe rumah sakit yang telah ditentukan sejak awal pendaftaran izin rumah sakit.

Untuk itu, sangat penting rasanya bila setiap peserta BPJS harus mengetahui tipe-tipe rumah sakit di Indonesia yang bekerja sama dengan BPJS. Tujuannya, agar mereka bisa memilih dengan tepat rumah sakit yang sesuai dengan pemeriksaan kesehatan yang dibutuhkan, jika adanya rujukan saat melakukan pengobatan.
 
Tipe Rumah Sakit
Berdasarkan Permenkes RI Nomor 986/Menkes/Per/1 1/1992, pelayanan rumah sakit umum pemerintah Departemen Kesehatan dan Pemerintah Daerah diklasifikasikan menjadi lima kelas atau tipe, yaitu A, B, C, D dan E.

Berikut perbedaan rumah sakit berdasarkan tipenya secara rinci yang perlu peserta BPJS pahami dengan baik yang telah dikutip dari berbagai sumber, antara lain:

1. Rumah Sakit Tipe A
Rumah sakit tipe A merupakan pelayanan kesehatan rujukan tertinggi alias pusat. Rumah sakit yang juga disebut rujukan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat tiga ini memberikan pelayanan yang lebih lengkap mulai dari yang umum, subspesialis hingga kedokteran spesialis oleh pihak pemerintah.

Berikut beberapa daftar rumah sakit yang termasuk dalam tipe A di Indonesia:
    Rumah Sakit Umum Dr W Sudirohusodo UP, Ujung Pandang
    Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat
    Rumah Sakit Umum Dr Soetomo, Surabaya
    RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung

2. Rumah Sakit Tipe B
Pelayanan yang diberikan rumah sakit tipe B ini ada kedokteran medis spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit tipe B ini juga akan dijadikan sebagai pelayanan kesehatan rujukan dari setiap rumah sakit kabupaten. Berikut beberapa rumah sakit yang termasuk dalam tipe B di Indonesia:

    RSU Labuang Baji, Ujung Pandang
    RSU Dr Zainoel Abidin, Banda Aceh
    RS Jiwa Prof. Dr. Muhammad Lldrem, Sumatera Utara
    RSU Pematang Siantar, P Siantar
    RSU Dr M Jamil, Padang
    RS AB Harapan Kita, Jakarta Barat
    RSU Tasikmalaya, Tasikmalaya
    RSU Dr Kariadi, Semarang
    RSU Dr Sardjito, Yogyakarta
    RSU Dr Soebandi, Jember
    RSU Tangerang, Tangerang
    RSU Singaraja, Singaraja
    RSU Mataram, Mataram
    RSU Prof Dr Wz Johanes, Kupang
    RSU Dr Sudarso, Pontianak
    RSU Ulin Banjarmasin, Banjarmasin
    RSU Dr K Djatiwibowo, Balikpapan
    RSU Manado, Manado
    RSU Undata Palu, Palu
    RSU Dr Mohammad Hoesin, Palembang
    RSU Dr H Abdul Moeloek, Bandar Lampung
    RSU Pasar Rebo, Jakarta Timur
    RSU Tarakan, Jakarta Pusat
    RS Sumber Waras, Jakarta Barat
    RS Pelni Petamburan, Jakarta Barat
    RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat

3. Rumah Sakit Tipe C
Rumah sakit tipe C atau faskes tingkat dua ini memberikan pelayanan hanya kedokteran subspesialis, namun sifatnya juga terbatas, misalnya saja pelayanan penyakit dalam, bedah, kesehatan anak, bidan dan kandungan. Berikut daftar rumah sakitnya:

    RSUD Dr. Fauziah Bireun, Aceh
    RSUD Rantau Prapat, Sumatera Utara
    RS Stroke Nasional, Sumatera Barat
    RSUD H. Hanafie, Jambi
    RSUD dr. H. M. Rabain Muara Enim, Sumatera Selatan
    RS Jiwa Bandar Lampung
    RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno, Bangka Belitung
    RSU Jakarta
    RSUD Sayang, Jawa Barat
    RSUD Sleman, Yogyakarta
    RSIA Pondok Tjandra, Jawa Timur
    RS Ciputra, Banten
    RS Jiwa Daerah Sei Bangkong Pontianak, Kalimantan Barat
    RS Tk. II Prof. dr. J. A. Latumenten, Maluku
    RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, Maluku Utara
    RS Jiwa Abepura, Papua

4. Rumah Sakit Tipe D
Rumah sakit yang termasuk tipe D ini hanya sebagai rumah sakit sementara atau transisi. Biasanya, jika pasien yang awalnya melakukan pemeriksaan di puskesmas kemudian dirujuk ke rumah sakit tipe D. Namun, jika dilihat pasien membutuhkan penanganan yang lebih lanjut, maka rumah sakit tipe D ini akan membuat surat rujukan ke faskes yang lebih tinggi.

Berikut rumah sakit tipe D yang pada umumnya hanya menawarkan pelayanan kesehatan umum dan gigi:

    RSU Kartini, Jakarta
    RSUD Simeulue, Aceh
    RSU Yayasan Kasih Ibu, Sumatera Utara
    Sadikin Kota Pariaman, Sumatera Barat
    RS Pertamina Dumai, Riau
    RSUD Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara, Jambi
    RSUD Curup, Bengkulu
    RSUD Sukadana, Lampung
    RSUD Dr. R. Soedjati Soemadiardjo, Jawa Tengah
    RS Happy Land Medical Center. Yogya
    RSU Rahman Rahim, Jawa Timur,
    RSUD Kota Tangerang Selatan
    RSUD Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah
    RS Kalooran, Sulawesi Utara
    RSU Dewi Sartika, Sulawesi Tenggara
    RS Daerah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat
    RSUD Bula, Maluku
    RSUD Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara
    RS Mutiara, Papua Barat
    RS Umum Wamena, Papua

5. Rumah Sakit Tipe E
Tipe E pada rumah sakit dikhususkan hanya memberikan satu pelayanan kesehatan saja, misal khusus jantung, paru, ibu dan anak, kanker dan sebagainya. Rumah sakit khusus ini juga tak tersedia banyak di Indonesia, antara lain:

    RS Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat
    RS Ibu dan Anak Kenari Graha Medika, Jawa Barat
    RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu, Bandung
    RS Bersalin Budhi Jaya, Jakarta Selatan
    RS Mata Jakarta Eye Centre, Jakarta Pusat

Pilih Rumah Sakit Sesuai Kebutuhan
Kebanyakan orang saat ini hanya mengandalkan jarak terdekat saja dalam memilih rumah sakit rujukan pasien BPJS, padalah belum tentu memiliki pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Hal ini tentunya akan membuat buang-buang waktu dalam pengobatan.

Sebaiknya, jika salah satu peserta BPJS perlu dirujuk ke rumah sakit, pastikan terlebih dahulu ada pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau tidak. Misal dokter spesialis penyakit dalam, dokter bedah dan sebagainya. Jangan ragu untuk mendapatkan informasi rumah sakit dengan menghubungi langsung pihak rumah sakit. Selain itu, jangan lupa juga untuk memastikan bahwa rumah sakit tersebut menerima pasien BPJS. [yy/republika]