29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Fakta tentang Pemasangan Ring pada Penyakit Jantung Koroner

Fakta tentang Pemasangan Ring pada Penyakit Jantung Koroner


Fiqhislam.com - Pentingnya perubahan gaya hidup atau pencegahan sekunder agar terhindar penyakit jantung koroner meliputi memperbaiki pola makan. Beberapa perubahan itu meliputi menghindari makanan yang memicu naiknya asam urat dan kolesterol, stop merokok dan minuman keras, serta rutin menjalani pemeriksaan medis.

Dasaad Mulijono, MBBS(Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD dari Rumah Sakit Umum Bethsaida Gading Serpong Tangerang mengingatkan, serangan jantung tidak bisa disamakan dengan kanker yang mengenal stadium.

“Penyakit jantung tidak mengenal stadium tapi efek cacat yang ditimbulkan mencerminkan level keparahannya. Kita bisa cek serangan itu terjadi berapa jam yang lalu. Setelah itu mengecek daerah mana yang kena serangan dan berapa luas otot yang terdampak. Efek terparahnya kematian,” kata Dasaad.

Ia menambahkan jika sumbatan mencapai lebih dari 80 persen dan dokter menyarankan pemasangan ring, pasien harus mengenali fakta-fakta seputar ring.

Ring yang dipasang di pembuluh darah jantung juga memiliki risiko. Salah satunya menggores dinding pembuluh darah atau pembuluh darah yang dipasangi ring tersumbat kembali.

Setelah ring terpasang, pasien diminta mengonsumsi 2 obat pengencer darah selama setahun. Setelah setahun berlalu tanpa masalah, pasien minum 1 obat pengencer darah saja. “Pembuluh darah yang dipasangi ring bisa tersumbat lagi. Salah satu penyebabnya, darah pasien mengental lagi,” ulas Dasaad.

Ini sering terjadi pada pasien dengan riwayat diabetes. Ada juga yang tersumbat 100 persen tapi pasien tetap hidup karena pembuluh darahnya membuat jalan tikus (kolateral) sendiri. Tubuh berinisiatif membentuk jalan tikus baru untuk menyelamatkan diri. [yy/tempo]

Fakta tentang Pemasangan Ring pada Penyakit Jantung Koroner


Fiqhislam.com - Pentingnya perubahan gaya hidup atau pencegahan sekunder agar terhindar penyakit jantung koroner meliputi memperbaiki pola makan. Beberapa perubahan itu meliputi menghindari makanan yang memicu naiknya asam urat dan kolesterol, stop merokok dan minuman keras, serta rutin menjalani pemeriksaan medis.

Dasaad Mulijono, MBBS(Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD dari Rumah Sakit Umum Bethsaida Gading Serpong Tangerang mengingatkan, serangan jantung tidak bisa disamakan dengan kanker yang mengenal stadium.

“Penyakit jantung tidak mengenal stadium tapi efek cacat yang ditimbulkan mencerminkan level keparahannya. Kita bisa cek serangan itu terjadi berapa jam yang lalu. Setelah itu mengecek daerah mana yang kena serangan dan berapa luas otot yang terdampak. Efek terparahnya kematian,” kata Dasaad.

Ia menambahkan jika sumbatan mencapai lebih dari 80 persen dan dokter menyarankan pemasangan ring, pasien harus mengenali fakta-fakta seputar ring.

Ring yang dipasang di pembuluh darah jantung juga memiliki risiko. Salah satunya menggores dinding pembuluh darah atau pembuluh darah yang dipasangi ring tersumbat kembali.

Setelah ring terpasang, pasien diminta mengonsumsi 2 obat pengencer darah selama setahun. Setelah setahun berlalu tanpa masalah, pasien minum 1 obat pengencer darah saja. “Pembuluh darah yang dipasangi ring bisa tersumbat lagi. Salah satu penyebabnya, darah pasien mengental lagi,” ulas Dasaad.

Ini sering terjadi pada pasien dengan riwayat diabetes. Ada juga yang tersumbat 100 persen tapi pasien tetap hidup karena pembuluh darahnya membuat jalan tikus (kolateral) sendiri. Tubuh berinisiatif membentuk jalan tikus baru untuk menyelamatkan diri. [yy/tempo]

3 Efek Komplikasi yang Terjadi Selama Serangan Jantung

3 Efek Komplikasi yang Terjadi Selama Serangan Jantung


Fiqhislam.com - Serangan jantung terjadi ketika satu atau lebih arteri koroner Anda tersumbat. Seiring waktu, arteri koroner dapat mempersempit dari penumpukan berbagai zat, termasuk kolesterol (aterosklerosis). Kondisi ini, yang dikenal sebagai penyakit arteri koroner, menyebabkan sebagian besar serangan jantung.

Jika serangan jantung terjadi, segeralah mencari pertolongan. Beberapa orang menunggu terlalu lama karena mereka tidak mengenali tanda dan gejala yang penting.

Gejala serangan jantung kadang tak muncul pada setiap orang. Tapi pada beberapa orang, peringatannya bisa dikenali. Yaitu, antara lain, sakit dada nyeri bagian atas tubuh, berkeringat, mual, kelelahan, kesulitan bernapas.

Kalau hal tersebut terjadi, segeralah memanggil bantuan medis darurat. Jika Anda tidak memiliki akses ke layanan medis darurat, minta seseorang mengantar ke rumah sakit terdekat. Berkendara sendiri hanya jika tidak ada pilihan lain. Karena kondisi Anda bisa memburuk, membuat diri Anda dan orang lain berisiko.

Seperti disebutkan di laman Mayoclinic, aspirin, jika direkomendasikan bisa dikonsumsi. Aspirin selama serangan jantung dapat mengurangi kerusakan jantung dengan membantu menjaga darah Anda dari terjadinya pembekuan. Hanya saja harus diperhitungkan bahwa aspirin bisa berinteraksi dengan obat lain, jadi minum aspirin selama direkomendasikan dokter atau tenaga medis.

Bantuan medis sangat penting segera dilakukan saat tanda serangan jantung mulai dirasakan. Karena jika dibiarkan bisa mengalami efek komplikasi yang terjadi.

Komplikasi sering dikaitkan dengan kerusakan yang terjadi pada jantung Anda selama serangan. Paling tidak ada 3 efek yang bisa muncul karena komplikasi tersebut.

1. Irama jantung yang tidak normal (aritmia)
Listrik "sirkuit pendek" dapat berkembang, menghasilkan ritme jantung yang tidak normal, beberapa di antaranya bisa serius, bahkan fatal.

2. Gagal jantung
Serangan dapat merusak begitu banyak jaringan jantung sehingga otot jantung yang tersisa tidak dapat memompa cukup darah keluar dari jantung Anda. Gagal jantung bisa bersifat sementara, atau bisa menjadi kondisi kronis akibat kerusakan yang luas dan permanen pada jantung Anda.

3. Serangan jantung mendadak
Tanpa peringatan, jantung Anda berhenti karena gangguan listrik yang menyebabkan aritmia. Serangan jantung meningkatkan risiko serangan jantung mendadak, yang dapat berakibat fatal tanpa pengobatan segera.