<
pustaka.png
basmalah.png

„ÄčKESEHATAN

Benarkah Kemoterapi Malah Menyebarkan Kanker?

Fiqhislam.com - Bagi sebagian orang, segala bentuk tindakan medis dalam menangani kanker dianggap seperti membangungkan macan tidur. Artinya kalau diusik-usik dengan biopsi atau kemoterapi, maka kanker justru akan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Anggapan ini ditepis oleh ahli kanker dari RS Kanker Dharmais, dr Ramadhan, SpBOnk. Menurutnya, anggapan tersebut muncul hanya karena secara kebetulan kanker berkembang menjadi lebih parah ketika sedang mendapat tindakan medis di rumah sakit.

"Yang namanya kanker itu memang sifatnya menyebar," kata dr Ramadhan saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (26/9/2012).

Tanpa dilakukan tindakan medis, kanker tetap akan menyebar karena memang sifatnya demikian. Kanker adalah tumor ganas, yakni pertumbuhan jaringan yang tidak normal dan akan terus menyebar ke jaringan lain kalau tidak mendapat terapi yang sesuai.

Yang kemudian memicu kesalahpahaman soal biopsi dan kemoterapi menurut dr Ramadhan adalah kecenderungan untuk menunda tindakan medis. Kadang pasien datang ke dokter dan mendapatkan diagnosis kanker pada stadium awal, tetapi langssung kabur ke pengobatan alternatif.

Setelah gonta-ganti pengobatan alternatif dan akhirnya tidak berhasil, pasien kembali lagi ke dokter dalam kondisi kankernya sudah menyebar. Ketika dokter melakukan biopsi maupun kemoterapi, persebaran kanker itu mulai menampakkan gejala sehingga seolah-olah disebabkan oleh tindakan medis.

Pegobatan non-medis untuk mengatasi kanker sebenarnya tidak pernah diharamkan, dengan catatan tidak untuk menggantikan pengobatan medis sepenuhnya. Oleh karena itu istilah yang paling tepat bukanlah pengobatan alternatif, melainkan pengobatan komplementer alias pelengkap.

Namun saat merasa peluang sembuhnya sudah sangat kecil, banyak pasien kanker bersikap 'nothing to loose' atau nekat mencoba cara-cara yang tidak biasa. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan pendekatan yang ekstra sabar untuk memulihkan harapan para pasien agar mau kembali menjalani terapi medis. [yy/detik]

top