13 Rajab 1444  |  Sabtu 04 Februari 2023

basmalah.png

Sudah 3 Bulan Minum Vitamin C, Amankah untuk Jangka Panjang?

Fungsi biokimiawi vitamin C:

1. stimulasi enzim tertentu,
2. biosintesis kolagen
3. aktivasi hormonal
4. antioksidan
5. detoksifikasi histamin
6. fungsi fagositik leukosit
7. (menghambat) pembentukan nitrosamin
8. hidroksilasi prolin
9. sintesis steroid anti-inflamasi
10. di dalam sel-sel cultured endothelial, antioxidant, L-ascorbic acid (vitamin C), meningkatkan aktivitas enzim nitric oxide synthase (NOS) melalui stabilisasi kimiawi tetrahydrobiopterin.
11. berperan pada metaloenzim untuk pembentukan norepinephrine, carnitine, elastin, dan nucleoside, yang bekerja sebagai pereduksi komponen metal yang diperlukan untuk aktivitas katalik enzim terkait. Kemampuan ini berperan dalam membantu absorbsi (penyerapan) zat besi.

Sumber vitamin C adalah:

1. Sayuran (asparagus, bayam, brokoli, kubis, kembang kol)
2. Cabe hijau
3. Kol mini (brussels sprouts)
4. Paprika merah dan hijau
5. Ubi jalar
6. Buah-buahan segar (alpukat, apel, blewah, jeruk, jeruk Bali, jeruk nipis, kiwi, markisa, melon, leci, barries, nanas, jambu, pepaya, semangka, strowberry, tomat).

Dosis ideal vitamin C:

1. Di Amerika Serikat, pemerintah USA bersama Alliance for Aging Research merekomendasikan 250-1000 mg/hari untuk dewasa, sedangkan untuk pemuda, remaja sebanyak 200 mg/hari.
2. Di Jepang, dosis yang direkomendasikan adalah 100mg/hari.
3. Di Inggris (Great Britain), dosis yang direkomendasikan adalah 30mg/hari.
4. Di Indonesia, angka Kecukupan Gizi (AKG) sehari untuk vitamin C pada bayi dan balita adalah sebesar 30-40 mg.

Untuk detail, silakan perhatikan penjelasan berikut ini:

Daftar Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk vitamin C (per orang per hari) yang dianjurkan di Indonesia, dengan catatan:

a. Kecukupan energi rata-rata secara nasional pada tingkat konsumsi ( per orang/hari ) = 2150 kkal
b. Kecukupan energi rata-rata secara nasional pada tingkat persediaan ( per orang/hari ) = 2500 kkal
c. Kecukupan protein rata-rata secara nasional pada tingkat konsumsi ( per orang/hari ) = 46,2 gram.
d. Kecukupan protein rata-rata secara nasional pada tingkat persediaan ( per orang/hari ) = 55 gram
 

Golongan Umur Vitamin C (mg)
0-6 bulan 30
7-12 tahun 35
1-3 tahun 40
4-6 tahun 45
7-9 tahun 45
PRIA  
10-12 tahun 50
13-15 tahun 60
16-19 tahun 60
20-59 tahun 60
> 60 tahun 60
WANITA  
10-12 tahun 50
13-15 tahun 60
16-19 tahun 60
20-59 tahun 60
> 60 tahun 60
(+) hamil 10
(+) menyusui  
0-6 bulan 25
7-12 bulan 10
13-24 bulan 10


Kekurangan vitamin C berakibat:

1. anemia (kekurangan hemoglobin darah)
2. scurvy (kegagalan proses sintesis kolagen, ditandai dengan gusi mudah berdarah, perdarahan kulit, mirip dengan sariawan. Kondisi ini kini sudah jarang dijumpai)
3. infeksi atau inflamasi (peradangan, radang), misalnya gingivitis (radang gusi)
4. bleeding gums (gusi mudah berdarah)
5. muscle degeneration (otot mengalami kemunduran fungsi)
6. poor wound healing (terganggunya atau lambatnya proses penyembuhan luka)
7. atherosclerotic plaques
8. capillary hemorrhaging (perdarahan di pembuluh darah kapiler)
9. Gangguan neurotic, terdiri dari: hypochondriasis (ketakutan berlebihan kalau dirinya sakit, padahal tidak), hysteria, dan depresi yang diikuti oleh penurunan penampilan psikomotor.

Fakta menarik tentang vitamin C berdasarkan riset dan literatur ilmiah:

1. Peranan vitamin C (terutama pemakaian jangka panjang) di dalam pencegahan common cold masih sangat kontroversial dan memerlukan studi lebih lanjut.

2. Suplementasi jangka panjang dengan vitamin C dosis tinggi, belum terbukti efektif mencegah gejala flu/pilek (colds). Namun penelitian lain membuktikan sebaliknya. Vitamin C dosis tinggi (2 gram) terbukti mampu menurunkan durasi (lama) dan keparahan menderita gejala flu (colds), suatu efek yang mungkin berkaitan erat dengan efek antihistamin.

3. Pernyataan yang paling fenomenal datang dari peraih Nobel Kedokteran, yaitu Dr. Linus Pauling. Dialah yang pertama kali menemukan bahwa vitamin C berperan penting di dalam memelihara sistem imun tubuh manusia. Pada tahun 1970, Linus Pauling, mengemukakan bahwa mengkonsumsi 1000 mg vitamin C setiap hari dapat mengurangi insiden (kejadian) influenza sebanyak 45% pada kebanyakan orang. Namun beberapa orang memerlukan dosis yang lebih besar lagi. Pada tahun 1976, ia bahkan menganjurkan dosis yang lebih tinggi, di dalam bukunya, "Vitamin C, the Common Cold and the Flu" (Pauling, 1976). Pauling sendiri melaporkan bahwa mengkonsumsi 12000 mg vitamin C setiap hari dan meningkatkannya sampai 40.000 mg bila muncul kumpulan gejala flu (Pauling, 1982).

4. Hasil riset di laboratorium, vitamin C mampu menghambat replikasi HIV. Dengan kemampuan antioksidan dan immunity-enhancing (meningkatkan sistem kekebalan tubuh), vitamin C merupakan suplemen istimewa untuk penderita HIV.

5. Suplementasi harian vitamin C (dosis 500 mg) selama 10 tahun dapat menurunkan risiko berkembangnya kanker kandung kemih (bladder cancer) sebesar 60%.

6. Suplementasi vitamin C (dosis 3 gram/hari) terbukti efektif mencegah munculnya polip (pertumbuhan massa yang menonjol dari membran mukosa, semacam tumor jinak).

7. Intake (asupan) vitamin C (dosis lebih dari 157 mg/hari) terbukti efektif menurunkan risiko berkembangnya kanker kolon sebesar 50%.

8. Berbagai studi dan riset telah menunjukkan bahwa asupan cukup (adequate intake) vitamin C efektif menurunkan risiko berkembangnya kanker payudara, serviks (leher rahim), kolon, rektum, esophagus (kerongkongan), larynx (pangkal tenggorokan), paru-paru, mulut, prostat, dan perut.

9. Vitamin C membantu sistem imun untuk memerangi berbagai virus.

10. Vitamin C memperkuat fungsi leukosit (sel-sel darah putih). Juga terbukti efektif menurunkan aktivitas bakteri.

11. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu terapi penderita asma. Pada dosis 1-2 gram/hari, vitamin C terbukti mengurangi kumpulan gejala asma secara signifikan.

12. Asupan vitamin C yang cukup berperan sangat protektif terhadap stroke dan serangan jantung. Buktinya, orang yang mengkonsumsi vitamin C dengan dosis lebih dari 700 mg/hari memiliki risiko 62% yang lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung daripada orang yang hanya mengkonsumsi vitamin C dosis 60 mg/hari atau lebih rendah.

13. Vitamin C pada dosis 1 gram setiap hari terbukti membantu melindungi tubuh melawan "efek jahat" kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL). Atherosclerosis (timbunan plak, lemak di dalam pembuluh darah) adalah kontributor mayor berbagai penyakit jantung. Nah, vitamin C dapat mencegah pembentukan plak dengan menghambat modifikasi oksidatif LDL. Vitamin C juga membantu mencegah atherosclerosis dengan memperkuat dinding pembuluh darah arteri melalui partisipasinya di dalam sintesis kolagen dan dengan mencegah perlekatan yang tak diinginkan (undesirable adhesion) dari sel-sel darah putih ke pembuluh darah arteri yang rusak.

14. Suplementasi jangka panjang (10-12 tahun) vitamin C secara substansi dapat mengurangi perkembangan "age-related lens opacities" pada penderita katarak sebesar 77%. Namun untuk bisa disimpulkan bahwa vitamin C efektif mencegah katarak, masih memerlukan riset lanjutan.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat. [yy/detikhealth]


dr Dito Anurogo

Saat ini berkarya di RSI PKU Muhammadiyah, Universitas Palangka Raya, Universitas PGRI Palangka Raya. Konsultan kesehatan Netsains.com. Dokter peneliti hematopsikiatri dan medicopomology. Penulis buku 'Cara Jitu Mengatasi Impotensi' dan 'Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid', menulis karya ilmiah tentang Biomarker Stroke bersama ilmuwan di University Wisconsin, USA. Saat ini sedang melakukan riset tentang pharmacogenetic dan pharmacogenomic bersama ilmuwan dari University of California, Irvine, USA.

Peneliti hematopsikiatri (ilmu yang mempelajari hubungan golongan darah dengan kepribadian, gaya hidup dan kecenderungan pola penyakit, pencegahan serta solusinya). Peneliti Medicopomology (buah berkhasiat obat).