fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


11 Ramadhan 1442  |  Jumat 23 April 2021

Bayi yang Diberi ASI Terhindar dari Ancaman Lusinan Penyakit Ini

Bayi yang Diberi ASI Terhindar dari Ancaman Lusinan Penyakit IniFiqhislam.com - Tidak mau memberikan Air Susu Ibu (ASI) ke anak? Anda akan rugi. Pasalnya ASI merupakan investasi ibu dalam bidang kesehatan.

"Bentuk payudara berubah saat kehamilan dan usia menua. Saat hamil, payudara terisi tambahan sel-sel pembuat ASI," kata dr. Utami Roesli, SpA saat ditemui Tribunnews.

Namun demikian, berubahnya bentuk payudara jangan menjadi alasan untuk tidak memberikan Air Susu Ibu (ASI). Paling tidak berikan bayi ASI eksklusif selama enam bulan dan lanjutkan sampai dua tahun atau lebih. Pasalnya memberikan ASI mampu mencegah berbagai penyakit.

Dengan ASI, menurunkan risiko bayi terkena kanker anak (leukemia limphositik, neuroblastoma, Lymphoma Maligna), 16,7x lebih jarang terkena pneumonia dan risiko dirawat dengan sakit saluran pernafasan 3x lebih jarang daripada bayi dengan susu formula, 47 persen jarang diare dan 23,5 persen lebih jarang fatal, menghindarkan kurang gizi dan kurang vitamin, mengurangi risiko diabetes, jantung, pembuluh darah, penyakit menahun (penyakit usus besar), alergi, dan terkena asma.

"ASI bisa mengurangi risiko bayi terkena bakteri E. Sakazakii dari susu bubuk,"

Selain itu, menurut penelitian dalam journal of pediatrics, Oktober 2009. Meneliti 2900 ibu menyusui, dengan waktu penelitian 14 tahun. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin lama menyusui, semakin lama berkurang kemungkinan ganguan mental saat bayi menginjak remaja. Seperti menarik diri, gelisah, depresi, psikosomatis, autisme, gangguan cara berpikir, gangguan bersosialisasi, deliquent behavior, serta tingkah laku agresif.

Di sisi lain, lanjut Utami, memberikan ASI juga baik bagi ibu. Antara lain mengurangi pendarahan setelah melahirkan dan anemia, breast cancer, ovarial cancer, endometrial cancer, diabetes melitus, osteoporosis, stres dan kegelisahan, serta mengurangi 4,8x tindakan kekerasan dan menelantarkan anak.

"Dukungan suami, mertua, atau orangtua dapat memengaruhi keberhasilan menyusui," tandasnya. [yy/tribunnews]