22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Proses Persalinan Pengaruhi Bentuk Kepala Bayi?

Proses Persalinan Pengaruhi Bentuk Kepala Bayi?Fiqhislam.com - Bentuk kepala bayi yang baru lahir memang berbeda satu sama lain. Namun, Anda jangan dulu khawatir jika menemukan kepala bayi yang tidak bulat sempurna alias peyang.

Kenali lebih lanjut bentuk kepala bayi Anda dengan seksama. Pasalnya, proses persalinan sangat berpengaruh pada bentuk kepala bayi.

Bentuk kepala bayi baru lahir memang dipengaruhi proses persalinan. Menurut dr. Nia Niasari, SpA, bentuk kepala saat proses persalinan menyesuaikan dengan bentuk dan ukuran jalan lahir, yaitu saat memasuki daerah panggul.  Hal itu terjadi karena tulang-tulang kepala (tengkorak) terdiri dari beberapa tulang pipih yang belum saling menempel rapat dan masih relatif lunak.

Saat memasuki jalan lahir yang sempit, tulang-tulang tersebut menyesuaikan ukuran kepala dengan cara sedikit saling bertumpuk (molding). Bentuk kepala menjadi berbentuk memanjang (lonjong) sesuai bentuk jalan lahir. Setelah lahir, bentuk kepala akan kembali ke bentuk semula dalam beberapa hari.

Tulang-tulang yang bertumpuk (molding) akan kembali terpisah. Tapi tentu saja hal ini tidak terjadi pada bayi yang lahir dengan operasi sesar. Walaupun ada beberapa kasus operasi sesar yang dilakukan setelah bayi sempat menyesuaikan dengan bentuk dan ukuran jalan lahir. Namun, umumnya bayi lahir dengan operasi sesar mempunyai bentuk kepala yang lebih bulat.

Jadi proses kelahiran turut berperan dalam membentuk kepala bayi saat lahir, tapi bukan dalam hal ukuran kepala bayi. Dan hal ini bersifat sementara, karena setelah beberapa hari akan kembali ke bentuk yang sesungguhnya sesuai bawaan atau genetik.

Ragam penyebab

Selain proses melewati jalan lahir dan saat persalinan berlangsung, kadang diperlukan bantuan alat seperti vacuum untuk menarik kepala bayi keluar. Hal-hal tersebut juga dapat menyebabkan bengkak (benjolan) yang bersifat sementara.

Benjolan di kepala tersebut tentu saja memengaruhi bentuk kepala untuk sementara waktu. Ada yang disebut sebagai cephalohematomas, yaitu terkumpulnya sedikit cairan darah akibat robeknya pembuluh darah. Benjolan ini lebih lama menghilang, bisa sekitar 1-2 bulan. Benjolan lain disebut caput succedaneum, yang berisi cairan serum, tapi akan lebih cepat menghilang dalam 1-3 hari.

Bentuk kepala bayi baru lahir cenderung lebih terlihat bulat, karena secara proporsional panjang kepala bayi baru lahir ¼ dari panjang seluruh tubuh, dari puncak kepala sampai tumit. Dengan bertambahnya umur, proporsi kepala akan mengecil, sehingga badan sampai kaki akan lebih panjang.

Kepala bayi yang normal umumnya simetris, tapi kadang ada beberapa variasi yang membuat bentuk kepala bayi belum simetris. Hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu:

-Lahir prematur. Karena belum cukup bulan, tulang-tulang tengkoraknya masih agak lunak. Oleh sebab itu mudah berubah bentuk.

-Janin kembar. Ruang gerak yang sangat sempit di dalam rahim membuat pertumbuhan kepala tidak optimal.

-Posisi tulang yang belum pas pada tempat yang sesungguhnya, misalnya karena pengaruh penekanan pada sisi tertentu saat dalam rahim.

-Akibat terjepit alat bantu persalinan.

-Salah posisi tidur. Bayi dibiarkan tidur pada posisi yang sama, sehingga sisi yang selalu menempel pada bantal akan lebih pipih atau datar.

-Akibat kelainan genetik. Misalnya, tulang-tulang tengkorak bayi terlalu cepat menyatu, sehingga otaknya tidak punya cukup ruang untuk berkembang. [yy/okezone]