21 Syawal 1443  |  Senin 23 Mei 2022

basmalah.png

Perhatikan Hal Ini Saat Memberi Makanan Pendamping ASI pada Bayi

Perhatikan Hal Ini Saat Memberi Makanan Pendamping ASI pada BayiFiqhislam.com - Makanan pendamping ASI (MP-ASI) perlu diberikan saat bayi sudah berusia enam bulan atau lebih. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat orang tua akan memberi makanan pendamping ASI pada bayinya.

"Gunakan prinsip responsive feeding yaitu kenali tanda kalau bayi sudah lapar atau kenyang. Saat pertama diberi makanan baru, bayi akan bersemangat. Tapi, jangan banyak-banyak juga nyuapinnya. Kalau dia sudah nolak, biarkan saja," kata Dr Titis Prawitasari Sp.A(K).

Menurutnya, saat dipaksa untuk makan meski bayi sudah menolak, itu akan membuatnya menangis kemudian muntah. Jika sudah seperti itu, selain ibu bisa panik, makanan yang sudah diasup oleh bayi pun sayang karena dikeluarkan lagi.

Dr Titis mengatakan responsive feeding sangat penting saat memberi MP-ASI pada bayi karena si bayi sendirilah yang paling tahu kapasitas dirinya untuk menerima asupan makanan. Selain itu, sebaiknya beri MP-ASI secara konsisten dan teratur supaya anak tahu kapan waktunya ia makan.

Jeda waktu pemberian makanan baru juga harus dilakukan empat sampai tujuh hari. Hal ini dilakukan untuk mengetahui reaksi alergi anak terhadap makanan. Penjelasan itu disampaikan Dr Titis dalam 'Seminar Media' BFW 2013 “Breastfeeding Support: Closed to Mothers” di kantor IDAI, Jl.Dempo, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013).

"Kasih makanan satu persatu, jangan berbarengan karena untuk tahu mana makanan yang bikin alergi. Selain itu, reaksi alergi juga kan bisa terjadi langsung atau beberapa hari. Sebaiknya juga ibu yang memberi makanan itu, jangan pengasuh karena ibu lebih paham atas apa yang terjadi pada anak," jelas dokter yang berpraktek di RSCM ini.

Selain responsive feeding, tekstur, frekuensi, dan jumlah makanan pendamping ASI di tiap tahapan usia pun perlu diperhatikan ketika bayi diberi MP-ASI, seperti berikut ini:

1. Usia 6-8 bulan

Menurut Dr Titis, mulailah memberi bayi bubur yang halus, lembut, dan cukup kental, kemudian dilanjutkan secara bertahap menjadi lebih kasar. "Cukup kental dalam artian saat disendok bubur itu tidak jatuh. Banyak ibu yang memberi bubur encer karena takut anaknya tidak bisa menelan, padahal umur enam bulan bayi sudah bisa melakukannya kecuali kalau ada gangguan," kata Dr Titis.

Pemberian ASI pun harus tetap sering dilakukan. MP-ASI bisa diberikan dua sampai tiga kali sehari tergantung dari nafsu makan si anak. Jika perlu, bisa diberi selingan satu sampai dua kali. Jumlahnya bisa dimulai dengan memberi 2-3 sendok bubur kemudian secara bertahap ditingkatkan sampai setengah mangkuk.

2. Usia 9-11 bulan

Di periode ini, anak sudah bisa diberi makanan yang dicincang atau disaring kasar yang biasanya dijadikan nasi tim atau nasi lumat. Kemudian, tekstur ditingkatkan semakin kasar sampai pada tahap makanan yang bisa dipegang atau diambil dengan tangan. Dalam sehari, berikan tiga sampai empat kali sehari dengan satu sampai dua selingan. Tapi, pemberian ASI harus tetap dilakukan.

"Jumlah pemberiannya bisa setengah mangkuk aatau 125 ml sekali makan," ujar Dr Titis.

3. Usia 12-23 bulan

Di usia ini, anak bisa diberi makanan keluarga yang masih dicincang kasar atau disaring kasar jika diperlukan. Frekuensinya tiga atau empat kali sehari dengan satu sampai dua selingan. ASI juga tetap diberikan dan takaran makanan pendamping ini sebanyak 3/4 sampai satu mangkuk.

"Makanan keluarga di sini ya makanan yang biasa dimakan orang dewasa asal yang tidak berbahaya bagi anak. Variasikan juga jenis, rasa, serta bumbu makanan. Jangan terus-terusan dikasih sayur bening saja, karena anak-anak juga bisa bosan," tutur Dr Titis.

yy/health.detik.com