12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Mengoptimalkan Kecerdasan AnakFiqhislam.com - Dokter Anne Gracia Kaliye memberi Owen, balita berumur 3,5 tahun, sebuah peta sederhana. Owen dituntun Anne untuk mampu mengikuti alur jalan kecil di Taman Menteng, Jakarta. Tapi, bukan untuk jalan-jalan biasa, melainkan menemukan lima pos bermain. Semua pos menyediakan permainan yang berbeda dan disesuaikan dengan usia. Ada yang melempar bola ke dalam lubang sasaran, bergerak melompat-lompat, hingga bercerita.

“Tujuannya untuk menstimulasi secara kinestetik semua saraf motorik agar berkembang dan matang sempurna,” ujar Anne, dokter sekaligus praktisi medis pada “Daycare” milik Unilever, Selasa pagi dua pekan lalu. Menurut Anne, rangsangan terhadap gerak anak merupakan manifestasi jangka panjang kecerdasan anak.

Stimulasi kinestetik, menurut spesialis saraf dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), Yetty Ramli, adalah rangsangan motorik pada anak yang dilakukan melalui gerakan-gerakan tertentu sehingga anak memiliki perkembangan dan kemampuan gerak yang optimal.

“Perkembangan gerak yang optimal ini kelak dapat mempengaruhi intelektualitasnya,” ujar Yetty Ramli seusai perbincangan bertajuk “Ekspresikan Diri Melalui Stimulasi Kinestetik” yang diadakan di Graha Unilever, Jumat pekan lalu.

Pada dasarnya, anak memiliki tiga aspek kemampuan yang dapat dikembangkan, yakni kemampuan motorik, bersosialisasi, serta berbahasa atau berkomunikasi. Kemampuan motorik setiap anak berbeda-beda. Ada anak yang melaluinya sesuai dengan tahap perkembangan dan ada pula yang tidak.

Yang tidak melalui tahap perkembangan biasanya memiliki masalah. Sebab, menurut Yetty, perkembangan kemampuan motorik merupakan awal dari perkembangan otak.

Yetty mencontohkan, balita yang belum memiliki keseimbangan yang matang dan baik sebaiknya tidak langsung diarahkan untuk duduk atau berdiri.

“Kalau anak belum bisa mengerjakan sesuatu yang seharusnya dia kerjakan pada tahap perkembangan tertentu, anak belum bisa melanjutkan ke tingkat gerak selanjutnya,” kata Yetty.

Dia menjelaskan, tahap perkembangan motorik atau gerak yang harus dilewati bayi di bawah 5 tahun adalah miring, tengkurap, duduk, berdiri, berjalan, dan terakhir bicara. [yy/tempo.co]