12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

Cara Jaga Kebersihan Mulut & Gigi Anak

Cara Jaga Kebersihan Mulut & Gigi AnakFiqhislam.com - Para ibu bukan berarti harus menunda menjaga kesehatan gigi dan mulut bayi mereka meski belum tumbuh gigi. Kesehatan mulut dan gigi justru harus dibiasakan sedini mungkin.

"Sejak anak lahir hingga gigi susunya tumbuh itu adalah masa yang rawan (mengalami masalah kesehatan mulut dan gigi)," terang dokter spesialis gigi, dokter Zaura Rini Anggraini di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Ketua PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), sangat penting untuk membiasakan kebersihan mulut dan gigi sejak mereka batita dan balita. Sehingga kebiasaan ini akan terus tertanam ketika mereka besar nanti.

Dokter Zaura memberi sejumlah tips bagimana untuk mencegah masalah kesehatan mulut dan gigi sejak sedini mungkin pada anak.

Teknik beri susu yang benar

Dokter Zaura mengatakan, bagaimana cara orang tua memberikan susu pada anaknya mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan gigi.

"Apalagi kalau minum susunya di botol dan diminumkannya sambil si anak tiduran, belum lagi kalau kalau susunya ditambah gula. Ini bisa mempercepat kerusakan gigi," katanya.

Rutin bersihkan mulut dan gigi

Pada bayi yang giginya belum tumbuh bukan berarti orang tua tidak bisa melakukan upaya merawat kebersihan gigi dan mulut.

Setiap hari lakukan pembersihan mulut bayi ketika mandi yaitu misalnya dengan cotton bud, atau dengan kain kasa yang dililitkan pada jari ibu atau dengan sikat gigi khusus bayi yang sangat lembut.

Lalu jika anak sudah bisa memegang sendiri, berikan sikat gigi khusus untuk anak-anak.

Sementara bila sudah bisa meludah, ibu bisa menambahkan pasta gigi.

"Membersihan mulut sudah harus dilakukan sejak ia lahir, jadi ia sudah mulai terbiasa mulutnya dibersihkan," kata dokter Rini.

Hindari makanan lengket dan manis

Hindari memberikan terlalu berlebihan makanan yang mengandung gula tinggi atau lengket.

"Kalau terpaksa, setelah makan yang manis, sikat gigi atau minimal berkumur. Yang paling penting adalah sikat gigi malam hari, kalau anak belum bisa menyikat giginya sendiri maka orang tualah yang harus melakukannya," tandasnya.

Periksakan ke dokter gigi enam bulan sekali

Membawa anak ke dokter gigi juga perlu dilakukan sejak anak umur dua tahun.

"Umur dua tahun sudah mulai bisa dibawa ke dokter gigi, meski mungkin masih lari-lari tapi setidaknya ia sudah membiasakan diri dengan lampu yang terang, dentist chair, atau bunyi alat periksa gigi," jelasnya.

yy/inilah.com