14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Manfaat Hebat IMD: Bisa Turunkan Kadar Hormon Stres Anak

Manfaat Hebat IMD: Bisa Turunkan Kadar Hormon Stres AnakFiqhislam.com - Sudah menjadi rahasia umum bahwa Inisiasi Menyusu Dini (IMD) mengandung banyak manfaat baik bagi ibu maupun anak. Selain membuat anak bisa belajar menyusu, IMD juga bisa menurunkan kadar hormon stres atau kortisol yang bisa berpengaruh pada perkembangan anak nantinya.

Menurut dr Nurwansyah, SpOG, di dalam kandungan, bayi sebenarnya sudah bisa mendengar apa yang ia sebut ansambel tubuh ibu. Misalnya saat ibu bernapas atau ketika terjadi aliran darah di pembuluh darah aorta dari jantung ke seluruh tubuh. Sehingga saat bayi di dalam kandungan dia tidak berada di suasana sunyi.

"Nah, waktu keluar (lahir) itu lingkungannya hilang, berubah. Makanya setelah keluar bayi langsung ditempel di dada ibu, segera ditempelkan telinganya ke dada supaya dia merasa masih di dalam lingkungannya. Saat bayi keluar dari rahim dengan linggkungan yang berbeda, hormon kortisolnya akan naik," jelas dr Nur.

Menurut dr Nur, jika saat pertama lahir bayi sudah memiliki kadar kortisol yang tinggi, itu bisa berpengaruh pada tingkat stres yang dialami si anak kelak. Hal itu ia sampaikan dalam Talkshow Breastfeeding Fair 'Persiapan Menyusui Selama Kehamilan' di West Mall Grand Indonesia, Jakarta, seperti ditulis Minggu (20/10/2013).

Untuk menurunkan kadar kortisol, maka diletakkanlah bayi di dada ibu. Penelitian di AS menemukan bahwa kadar kortisol turun dalam waktu satu jam, maka dari itu waktu IMD yang tepat yakni satu jam.

"Yang penting itu skin to skin contact. Setelah 30 menit dia mulai bergerak, karena biasa ada air di kandungan tapi sekarang ada udara, dia akan mengeluarkan air liur. Nanti dia akan bersin itu proses alam untuk keluarkan cairan di paru-paru," lanjut dr Nur.

Dokter yang praktik di RS Bersalin Asih ini juga menambahkan bahwa pada persalinan sesar, IMD juga harus dilakukan. Caranya sama saja dengan persalinan normal bahwa setelah lahir bayi ditempelkan ke dada ibu. Hanya saja metode tiap rumah sakit berbeda, ada yang luka operasinya dibersihkan dulu karena takut infeksi.

"Tapi kalau saya tetap saya letakkan, dengan posisi agak miring jadi bagian operasi tidak terganggu. Kalau misalnya operasi 45 menit sudah selesai, ya tetap lukanya dibersihkan tapi anaknya juga masih ditempelkan ke dada ibunya," kata dr Nur.

Namun, ia menyayangkan sering terjadi kesalahpahaman terkait IMD. Menurt dr Nur, IMD merupakan awal mula bagaimana anak belajar menyusu, bukan ibu yang menyusui. Jadi, ibu bertindak pasif dan anaknyalah yang aktif mencari susu. "Dengan IMD, kanker payudara bisa dicegah, ikatan batin ibu dan anak pun bisa dipererat. Kalau anaknya dikasih ASI, angka kesakitan misanya ISPA itu lebih rendah dibanding anak yang tidak mendapat IMD," imbuh dr Nur.

Untuk memastikan apakah rumah sakit tempat bersalin mendukung pemberian IMD pada bayi, tak ada salahnya jika orang tua langsung menanyakan ke rumah sakit yang bersangkutan. "Atau bisa juga dengan melakukan semacam investigasi kecil-kecilan dengan melihat ruang bayi ada botol susu atau susu formula tidak, atau tanya ke pasien yang sudah bersalin lebih dulu," pungkas dr Nur. [yy/health.detik.com]