8 Jumadil-Awwal 1444  |  Jumat 02 Desember 2022

basmalah.png

Menyusui Lebih dari 2 Tahun Bisa Rusak Gigi Bayi

Menyusui Lebih dari 2 Tahun Bisa Rusak Gigi BayiFiqhislam.com - Para ilmuwan, yang dipimpin oleh Benjamin Chaffee di University of California, Berkeley, meneliti hubungan antara menyusui jangka panjang dan rongga di 458 bayi.

Peneliti pun menemukan, ibu yang sering menyusui anaknya setelah usia dua tahun, semakin besar kemungkinan anak tersebut memiliki kerusakan gigi yang parah.

Untuk penelitian ini, para peneliti mengaku memeriksa bayi pada 6, 12 dan 38 bulan. Pada enam bulan, tim peneliti mengumpulkan informasi tentang jumlah botol ASI yang diminum bayi dalam sehari serta cairan lainn yang mungkin dikonsumsi bayi.

"Pada 12 bulan, orangtua melaporkan apakah anaknya mengonsumsi dari 29 makanan tertentu, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, daging, susu, coklat, kue, madu, minuman ringan atau biskuit manis. Begitupun pada bulan ke 38," tulis peneliti dalam jurnal Annals of Epidemiology.

Para peneliti menemukan, sekitar 40 persen anak-anak antara usia 6 dan 24 bulan mengalami kerusakan gigi pada akhir penelitian. Untuk bayi yang diberi ASI selama lebih dari dua tahun dan agak sering setelahnya, jumlah itu meningkat menjadi 48 persen.

"Ada kemungkinan ASI berhubungan dengan tingginya kandungan gula sehingga berkontribusi terhadap kerusakan gigi pada bayi yang diberi ASI lebih dari dua tahun," ungkap Dr William Bowen dari University of Rochester Medical Center, di New York pada Dailymail.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apa yang terjadi, tapi temuan ini sesuai dengan pedoman gigi profesional yang menyarankan menghindari menyusui on-demand setelah terjadi erupsi gigi.

Para ahli mengatakan, seorang ibu harus membersihkan gusi bayinya bahkan sebelum gigi muncul untuk menghapus sisa makanan bayi. "Menyeka mulut dengan kain yang dibasahi air secara efektif dapat menghapus sisa makanan pada bayi sebelum gigi pertamanya muncul," kata para ahli.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ASI eksklusif hanya untuk enam bulan pertama kehidupan selanjutnya, bayi diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang diberikan secara bertahap. [yy/liputan6.com]