21 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 27 Oktober 2021

basmalah.png

Tiap Balita Butuh Lima Nutrisi Ini

Tiap Balita Butuh Lima Nutrisi IniFiqhislam.com - Kebanyakan balita cenderung suka pilih-pilih makanan. Biasanya mereka menolak diberi makanan dengan rasa, aroma atau warna tertentu seperti sayuran. Padahal untuk mendukung tumbuh-kembangnya, ia harus mengonsumsi beragam makanan.

Bagaimana memastikan apakah makanan si kecil telah memenuhi standar atau tidak? Menurut pakar, pastikan saja makanan mereka mengandung lima nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak ini. Simak pemarapannya seperti dikutip detikHealth dari berbagai sumber, berikut ini:

1. Potassium

Potasium berfungsi untuk menjaga tekanan darah si kecil. "Tapi banyak anak tak mendapat cukup nutrisi ini, terutama mereka yang berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obes," tutur ahli gizi Sarah Krieger.

Padahal potassium terkandung dalam hampir segala jenis sayuran dan buah-buahan. Namun sumber terbaik potassium ada pada pisang, blewah, stroberi, semangka, brokoli, dan kentang. Untuk menggugah selera si kecil, bisa disajikan dalam bentuk smoothie atau dipotong kecil-kecil sebagai camilan.

2. DHA

Menurut dokter anak dan penulis buku 'Eat, Sleep, Poop', Dr Scott Cohen, asam omega 3 atau DHA adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan otak anak, terutama di tiga tahun pertama. DHA juga meningkatkan kemampuan kognitif dan penglihatan anak, termasuk menurunkan risiko alergi mereka.

Namun sejauh ini anak-anak hanya mendapatkan 25 persen DHA dari jumlah yang direkomendasikan untuk mereka. Beruntung sumber DHA sendiri cukup mudah dicari. Antara lain kuning telur, susu dan ikan. Bisa disajikan dengan membuat roti isi ikan salmon atau mencampurkan sarden dengan saus tomat.

"Asal tidak terlalu amis, anak-anak biasanya mau makan (ikan)," imbuh

3. Kalsium

Nutrisi ini berperan penting untuk membentuk tulang, otot dan gigi yang kuat pada anak. Untuk mendapatkan kalsium, usahakan agar anak mengonsumsi 16-24 ons susu atau yogurt dalam sehari, atau 16 ons keju. Bisa juga dengan sereal atau granola bar yang telah diperkaya dengan nutrisi lain.

4. Zat besi

Jangan diremehkan, anak yang kekurangan zat besi juga bisa mengalami anemia. Tak heran karena mineral ini memang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin atau sel darah merah. Di samping itu, zat besi juga esensial bagi metabolisme dan proses pertumbuhan si kecil.

"Mengapa anak bisa kena anemia? Karena ia terlalu banyak minum susu. Kalau kalsiumnya kebanyakan dalam darah, maka zat besinya akan kehabisan tempat," terang Krieger.

Untuk itu batasi minum susu hanya dua gelas sehari dan cobalah dengan sereal yang biasanya telah diperkaya zat besi sebanyak 80-90 persen. Sumber zat besi lainnya adalah telur, daging ayam, daging sapi tanpa lemak, dan roti atau nasi.

5. Serat

Serat tak hanya dibutuhkan orang dewasa namun juga anak-anak, terutama bagi mereka yang sering sembelit atau sedang belajar buang air sendiri. Selain dengan buah-buahan dan sayur, gandum utuh merupakan sumber serat yang sangat baik.

"Selalu sediakan buah dan sayur dalam menu mereka. Bisa ditambahkan gandum utuh seperti dari panekuk atau oatmeal," saran Krieger.

yy/health.detik