fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Kapan Anak Perlu ke Dokter Mata?

http://gurungeblog.files.wordpress.com/2008/12/mata.jpg?w=200&h=195

Menurut dr Florence Meilani Manurung, SpM, setiap orangtua mengetahui kesehatan matanya lebih dulu. Jika orangtau memiliki riwayat kelainana mata, misalnya, mata minus, plus, silinder, tumor mata, glaukoma, pertumbuhan iris tidak sempurna, dan lainnya, ada kemungkinan diturunkan secara genetis. Anak-anak jarang mengeluhkan kondisi penglihatannya.

Karena itu, orangtua harus mewaspadai beberapa hal yang biasanya mengarah kepada masalah mata pada anak. Di antaranya sebagai berikut:

1. Bayi terlahir prematur atau berat badan lahir rendah. Bayi-bayi ini biasanya terpapar oksigen tinggi sehingga mengalami problem retina. Mintalah dokter mata untuk melakukan pemeriksaan dengan RetCam.

2. Terlihat seperti mata kucing, terutama ketika kena cahaya terang atau saat difoto. Ini salah satu gejala tumor, jangan tunda ke dokter mata karena menyangkut keselamatan anak.

3. Bola mata tidak normal sejak lahir (dari segi bentuk, ukuran, dan gangguan gerakan).

4. Setelah usia 4 bulan, bayi masih juling atau tidak ada kontak mata saat bertatapan meskipun pada jarak dekat.

5. Ada kelainan di sekitar kelopak mata, misalnya bulu mata mengarah ke dalam (epiblefaron), kelopak mata tidak terbentuk (koloboma), kelopak turun (ptosis).

6. Memiringkan kepala, memicingkan mata, mendekati obyek bila melihat sesuatu.

(Sumber: eyeSight dari Jakarta Eye Center)

7. Tidak merespon ketika dipanggil, sering tersandung, atau jika sudah sekolah, nilai-nilai pelajarannya menurun.


KOMPAS.com