22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Berat Badan Bayi Pengaruhi Perkembangan Mentalnya

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2009/06/bayi-sehat.jpg

Rata-rata perbedaan IQ dari bayi yang berat lahirnya kurang dari 2,5 kilogram dengan bayi yang lahirnya 4 kilogram mencapai 10 angka. Penelitian yang dilakukan Center for Urban Epidemiologic Studies New York, Amerika Serikat, menemukan adanya hubungan antara berat lahir bayi dengan tingkat kecerdasan (IQ) si bayi yang diukur tujuh tahun kemudian.

Ada 3.484 bayi yang diteliti. Semuanya lahir antara tahun 1959 dan 1966. Berat lahir-bayi ini bervariasi antara 1,5 kilogram sampai empat kilogram.

Sayangnya tak dijelaskan mengapa mereka mengambil data responden yang lahir puluhan tahun lalu. Ada dugaan bahwa ini menyangkut kelengkapan data, terutama bayi dengan berat badan sampai empat kilogram. Tapi bagaimanapun ini adalah penelitian terbaru yang belum lama ini dimuat dalam salah satu jurnal kesehatan disana.

Hasilnya, pada umumnya bayi-bayi dengan berat lebih tinggi memiliki IQ yang lebih besar. Bahkan rata-rata perbedaan angka IQ dari bayi yang berat lahirnya kurang dari 2,5 kilogram dengan bayi yang lahirnya 4 kilogram mencapai 10 angka.

Memang, bila dilihat secara individu perbedaan tingkat kecerdasan ini tidak akan begitu terlihat. Tapi bila sampai pada level polulasi, kata para peneliti tersebut, akan menjadi masalah besar.

Bila dianalisis lebih lanjut, berat badan ini akan berhubungan erat dengan gizi yang diberikan kepada janin. Sementara gizi itu sendiri akan ditentukan oleh nutrisi yang diterima janin selama berada dalam kandungan.

Dijelaskan oleh para peneliti bahwa bayi dengan berat lebih disebabkan masukan nutrisi yang lebih baik saat mereka masih berada dalam rahim ibu. Padahal pada tahapan inilah janin mengalami masa-masa yang paling penting dalam perkembangan sel-sel otaknya.

Penelitian ini sejalan juga dengan penelitian lain yang menyimpulkan hal yang sebaliknya. Menurut penelitian tersebut bayi yang lahir di bawah berat normal akan mengalami perkembangan mental yang lebih rendah dibandingkan bayi yang lahir dengan berat normal atau lebih. Berkaitan dengan ini, bayi yang lahir prematur memiliki risiko yang lebih besar untuk lahir dengan berat badan di bawah normal.

Selain penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini, ada pula penelitian sejenis yang dilakukan di Denmark. Dengan metoda yang sama para pakar di negara ini meneliti kaitan antara berat lahir bayi dengan peningkatan IQ-nya. Hanya saja berat bayi yang diukur sampai 4,2 kilogram. Hasilnya pun sama, bahwa terdapat hubungan yang linier antara berat bayi dan tingkat kecerdasan.

Memang, selama ini penelitian baru sebatas perbandingan data-data. Belum ada bukti-bukti kuat yang bisa membenarkan pernyataan itu. Namun, menurut para peneliti dari Pusat Studi Epidemiologi Amerika Serikat ini, dugaan dari penelitian tersebut sudah cukup menjelaskan bahwa asupan nutrisi bagi janin selama awal-awal kehamilan adalah saat yang sangat vital untuk perkembangan sel-sel otak.

Sementara itu, penelitan terbaru di Mesir menegaskan, para bayi yang dilahirkan dengan bobot timbangan yang tinggi mempunyai kemungkinan akan memiliki kemampuan berpikir yang cerdas, begitu juga dengan anak keturunan mereka kelak.

Dosen Kedokteran di Kairo, Dr. Fuad Ahmad, mengatakan, "Perkembangan janin dan otak pada seorang bayi sangat berpengaruh pada perbedaan kecerdasan setiap anak, dan itu semua tergantung pada berat timbangan anak tersebut serta gizi yang diberikan pada masa-masa kehamilan. Karena, masa itu sangat penting untuk perkembangan otak."

Penelitian lain menyebutkan, ringannya timbangan berat badan seorang bayi pada saat dilahirkan mempunyai pengaruh negatif pada perkembangan akal. Biasanya, hal itu dikarenakan bayi lahir sebelum masanya.

Sekelompok peneliti di New York telah mengadakan penelitian pada 3480 anak. Hasil penelitian tersebut membenarkan bahwa berat timbangan seorang bayi sangat mempengaruhi kecerdasan seorang anak, di samping makanan bergizi dan faktor lainnya juga memiliki pengaruh.

Para peneliti menguatkan, berat timbangan seorang bayi biasanya berkisar sekitar satu kilogram setengah hingga empat kilogram. Kemudian diadakan uji coba kecerdasan setelah bayi tersebut berumur tujuh tahun. Ternyata, setiap berat timbangan seorang bayi bertambah pada saat dilahirkan, bertambah pula kecerdasannya. Perbedaan kecerdasan antara bayi yang dilahirkan dengan berat timbangan 2,5 Kg dengan 4,5 Kg adalah 10 poin.

SuaraMedia.com