fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

A - Z Cara Memerah ASI

http://2.bp.blogspot.com/_RWTzgsaXvcQ/SaI77nEngiI/AAAAAAAABkA/drtqj69ugwA/s400/pompa+ASI+dengan+botol+susu+150x150.jpg

CARA memerah ASI dengan tangan tak segampang yang dibayangkan. Dalam hal ini, tangan harus lebih cepat dari mata, sehingga banyak Moms merasa hal itu sangat sulit. Memang, kelihatannya ASI dapat diperah dengan mudah tanpa teknik apapun. Namun satu hal yang sering terlupakan adalah teknik yang tidak tepat akan merusak jaringan lemak pada payudara, membuat payudara menjadi lecet. Bahkan kulit payudara bisa menjadi memar atau memerah. Nah, apa saja sih yang wajib diketahui mengenai seluk-beluk memerah ASI?

Teknik Marmet


Solusi atas permasalahan tersebut adalah teknik Marmet; suatu metoda memijat dan menstimulasi agar refleks keluarnya ASI menjadi optimal. Kunci sukses dari teknik ini adalah kombinasi dari cara memerah ASI dan cara memijat. Jika dilakukan dengan efektif dan tepat, maka seharusnya tidak akan terjadi masalah dalam produksi ASI ataupun cara mengeluarkan ASI.

Teknik ini dapat dengan mudah dipelajari sesuai instruksi. Tentu saja semakin sering Moms melatih memerah dengan teknik Marmet ini, maka Moms makin terbiasa dan tidak akan menemui kendala. Belajar sekarang, yuk!

Persiapan Memerah ASI

• Gunakan wadah yang paling bersih, bisa terbuat dari plastik atau bahan metal (paling baik karena lemak dari ASI dapat menempel pada sisi wadah dari kaca). Faktanya bayi membutuhkan kandungan lemak dari ASI sebagai nutrisi pertumbuhannya.


• Cuci tangan lebih dulu dan duduklah dengan santai. Posisi badan sedikit condong ke depan. Anda dapat duduk di kursi dengan wadah yang cukup lebar di pangkuan Anda, bisa menggunakan mangkok agar lebih mudah.

• Pilihlah lokasi yang bersih dan tenang agar tidak terganggu. Jika berada di kantor, Anda boleh memerah ASI dalam kamar mandi, asal suasananya tenang. Jangan memaksakan diri memerah susu jika kamar mandi kantor berbau, karena akan mengurangi konsentrasi, rasa nyaman dan ketenangan saat memerah.

• Berusahalah untuk santai dan tidak tegang saat memerah. Jika dengan menelepon suami dan mendengar dukungannya dapat membuat Anda lebih tenang, lakukanlah! ASI akan lebih mudah keluar jika perasaan (emosi) Moms dalam keadaan baik dan stabil. Kondisi yang santai akan membantu pelepasan hormon oksitosin, yang berpengaruh melancarkan pengeluaran ASI. Sebaliknya, jika pikiran Moms mengkhawatirkan masalah lain, dapat mempersulit keluarnya ASI.

Langkah Memerah ASI


1. Pertama, letakkan ibu jari dan dua jari lainnya (telunjuk dan jari tengah) sekitar 1 cm hingga 1,5 cm dari areola. Usahakan untuk mengikuti aturan tersebut sebagai panduan, mengingat ukuran areola pada tiap wanita bervariasi.

2. Bagi yang berpayudara besar, angkat payudara dan dorong ke arah dada. Gulung menggunakan ibu jari dan jari lainnya secara bersamaan.

3. Hindari posisi jari ke arah jam 12 dan jam 4 melingkari areola. Pijat dengan lembut dari dasar payudara ke arah puting susu untuk merangsang refleks oksitosin (let down reflex). Rangsang puting susu dengan ibu jari dan jari telunjuk Anda. Gunakan kompres air hangat atau mandi dengan air hangat agar membantu ASI lebih mudah keluar.

4. Letakkan ibu jari di bagian luar atas areola (arah jam 12) dan jari telunjuk serta jari-jari lain di bagian bawah areola (arah jam 6) atau membentuk huruf C.

5. Tekan jari-jari anda ke belakang ke arah dada kemudian pencet dan tekan payudara Anda di antara jari-jari Anda, dan lepaskan, dorong ke arah puting seperti mengikuti gerakan mengisap bayi. Ulangi hal ini berulang-ulang.

6. Ketika ASI mengalir lambat, gerakkan jari Anda di sekitar areola dengan berpindah-pindah tempat, kemudian mulai memerah lagi sampai ASI yang tersimpan menjadi kosong. Putar ibu jari dan jari-jari lainnya ke titik gudang ASI lainnya. Demikian juga saat memerah payudara yang lainnya, gunakan kedua tangan. Misalnya, saat memerah payudara kiri, gunakan tangan kiri. Juga saat memerah payudara kanan, gunakan tangan kanan.

7. Saat memerah ASI, jari-jari berputar seiring jarum jam ataupun berlawanan agar semua gudang ASI kosong. Pindahkan ibu jari dan jari lainnya pada posisi jam enam dan jam 12. Kemudian posisi jam 11 dan jam lima, kemudian jam dua dan jam delapan, kemudian jam tiga dan jam sembilan.

8. Ulangi prosedur ini secara teratur (rythmically) hingga payudara menjadi lembek.

9. Hindari gerakan memencet payudara, hal ini dapat melukai kulit pada payudara dan menjadi memar atau memerah. Hindari pula menarik-narik puting, karena dapat menyebabkan rusaknya lapisan lemak pada areola.

ASI mudah dikeluarkan, asal...

Kesulitan pasti ada, tapi pasti ada hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya. Hal-hal di bawah ini dapat membantu Anda merangsang refleks keluarnya ASI, yaitu:

1. Pijatlah sel-sel produksi ASI dan saluran ASI. Mulai dari bagian atas payudara dengan gerakan memutar, pijat dengan menekan ke arah dada.
2. Tekanlah daerah payudara dari bagian atas hingga sekitar puting dengan tekanan lembut menggunakan jari seperti gerakan menggelitiki.
3. Guncanglah payudara dengan arah memutar. Gerakan gravitas akan membantu keluarnya ASI.

101 manfaat memerah ASI!

Jangan mudah menyerah Moms, jika di percobaan pertama hasilnya belum maksimal, teruslah mencoba! Untuk menyemangati Anda, simak beberapa manfaat yang akan didapat jika Anda memerah ASI, antara lain:

· Mengurangi bengkak pada payudara.
· Mengurangi sumbatan atau ASI statis.
· Mempertahankan pasokan ASI ketika bayi atau ibunya sakit.
· Membuat bayi tetap mendapat ASI saat ibunya bekerja.
· Mencegah ASI menetes ketika ibu jauh dari bayinya.
· Membantu bayi melekat pada payudara yang penuh.
· Memberi ASI langsung ke mulut bayi, dengan cara diperah.
· Mencegah puting dan areola menjadi kering dan lecet.

 

Mom& Kiddie//nsa/Okezone.com