12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

6 Masalah Umum Saat Memberi Makan Bayi

6 Masalah Umum Saat Memberi Makan BayiMengasuh bayi, terutama saat memberinya makan bisa jadi tantangan tersendiri untuk orangtua. Tantangan tersebut mulai dari menolak makanan yang Anda berikan sampai alergi. Berikut ini enam masalah yang paling sering dialami orangtua saat memberi makan bayi atau balita mereka dan solusinya, seperti dikutip WebMD:

1. Membuat Kotor Lantai

Lantai Anda kerap dipenuhi dengan tumpahan makanan saat si kecil makan? Jangan marah dulu padanya karena tumpahan makanan itu berarti bayi Anda mulai belajar mandiri. Pada usia sembilan bulan, bayi biasanya mulai ingin memiliki kontrol dalam urusan makan. Jadi sebagai orangtua, Anda tidak perlu kesal dan cobalah ambil sisi positifnya jika si kecil ingin makan sendiri. Justru momen itu adalah langkah penting dalam proses belajar bayi.

2. Menolak Jenis Makanan Baru

"Anak-anak memang selalu menolak makanan baru," ujar dokter anak Elizabeth Ward yang juga penulis 'The Complete Idiot's Guide to Feeding Your Baby and Toddler'. Agar bayi mau makan makanan jenis baru, mulailah dengan porsi yang sedikit. Anda juga bisa mencoba membuat makanan baru itu mirip dengan makanan kesukaannya. Misalnya saja, jika dia suka pure wortel, Anda bisa memberinya pure kentang manis.

3. Memuntahkan Makanan

Jika si kecil memuntahkan makanannya, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Memuntahkan atau mengeluarkan lagi makanan yang sudah masuk ke mulut normal dilakukan bayi. Hal itu karena proses pencernaan bayi masih berkembang. Agar bayi tidak memuntahkan lagi makanannya, cobalah memberinya makanan dengan perlahan, melepas popoknya dan mengusahakan posisinya tetap tegak lurus setelah makan.

4. Terlalu Pemilih atau Picky Eater

"Bayi bisa jadi picky eaters karena banyak sebab," ujar Ward. Misalnya saja, bayi akan merasa malas makan saat giginya mulai tumbuh. Dalam kondisi tersebut, bayi hanya mau makan makanan tertentu saja. Untuk anak yang memang benar-benar pemilih, seperti menolak makan sayur.

5. Alergi

Lebih dari 8% anak mengalami alergi pada makanan. Gejalanya bisa bermacam-macam mulai dari gatal, diare, muntah atau sakit perut. Makanan yang umumnya jadi penyebab anak alergi adala susu, kacang, telur, gandum dan kerang. Jika Anda menduga si kecil mengalami alergi, segeralah berkonsultasi ke dokter.

6. Junk Food

Terkadang masalah makan pada anak ini sebenarnya karena orangtua juga. "Orangtua terkadang tergoda untuk memberi balita mereka makanan yang juga orangtua makan," ujar Ward. Namun hal itu tentu bukan ide yang bagus jika Anda melakukannya saat makan junk food. Terlalu dini memberi bayi makanan manis, asin dan berlemak bisa membuatnya sulit memiliki pola makan yang sehat saat sudah mulai besar.

Eny Kartikawati - wolipop

 

{mooblock=10 Tips Merayu Anak Agar Mau Makan Sayur}

Sebagai orangtua tentu Anda ingin yang terbaik untuk anak-anak Anda. Melihat mereka tumbuh dan berkembang dengan sehat sudah pasti salah satu harapan Anda.

Untuk mewujudkan harapan itu, salah satu cara yang dilakukan adalah memberi mereka makan-makanan bergizi seperti sayur-mayur. Namun, hal tersebut seringkali sulit untuk dilakukan karena kebanyakan anak-anak menolak makan sayur dan alasannya pun bermacam-macam.

Sebagai orangtua tentunya Anda tidak boleh menyerah untuk mengenalkan sayuran kepada si kecil. Berikut ini tips yang bisa dilakukan, seperti dikutip Helium:

1. Buatlah bentuk sayuran seunik mungkin

Menyajikan sayuran dengan bentuk yang terlalu sederhana, salah satu alasan mengapa anak Anda menolak untuk makan sayur. Cobalah menyajikan sayuran dengan tampilan yang lebih unik, misalnya dengan mengubah bentuk wortel seperti bintang atau bunga matahari, mengubah ujung seledri menjadi bentuk jari dan pastikan untuk memotong sayurannya sekecil mungkin agar mudah untuk dimakan.

2. Sembunyikan sayurannya

Cobalah untuk menyembunyikan sayurannya dalam menu makanan yang akan disajikan. Misalnya masukkan beberapa potong selada ke dalam burger buatan Anda, membuat kue dengan bahan dasar wortel (carrot cake), membuat martabak mie dengan isi sayuran, seperti parutan wortel, bawang bombay dan irisan labu kecil-kecil kedalam spaghetti saus.

3. Sayur goreng

Cobalah untuk megubah cara masak sayuran dengan digoreng. Berbagai macam sayuran yang dapat digoreng misalnya jagung goreng, ubi goreng dan terong goreng.

4. Tambahkan saus

Tambahkan saus agar memberikan rasa yang lebih lezat misalnya dengan menambahkan saus keju, spaghetti saus, saus mentega, BBQ saus, mayonnaise, saus tomat dan masih banyak lagi. Tergantung dari saus apa yang anak Anda sukai.

5. Buatlah peraturan

Buatlah peraturan misalnya anak-anak Anda wajib memakan dua jenis sayuran setiap harinya sebelum mereka memakan makanan penutup (dessert). Pastikan Anda menyediakan berbagai macam pilihan untuk sayuran dan jangan biarkan anak-anak Anda melanggar peraturan.

6. Buat sebuah permainan dengan hadiah yang menarik

Contoh permainannya untuk anak-anak Anda misalnya bagi yang memakan sayuran terbanyak dan berbeda-beda dalam 30 hari akan mendapatkan hadiah. Anda bisa juga membawa mereka ke pasar dan minta mereka memilih sayuran yang belum pernah mereka makan sebelumnya. Untuk anak yang paling banyak makan sayuran yang mereka pilih selama 30 hari akan mendapatkan hadiah sebuah sepeda atau bisa pergi ke tempat rekreasi pilihan.

Permainan ini dapat membantu Anda untuk mengetahui sayuran apa yang paling anak sukai. Hal ini pun jadi sebuah tantangan bagi Anda untuk membuat resep yang baru.

7. Perhatikan

Perhatikan sayuran apa yang paling mereka suka makan dan selalu meminta untuk di sajikan. Ketika Anda sudah mengetahuinya, buatlah menu sayuran yang mereka sukai sesering mungkin tetapi Anda tetap harus mencoba sesuatu yang baru agar anak-anak Anda tidak bosan.

8. Menanam sayuran bersama

Di saat hari libur cobalah melakukan aktivitas yang baru misalnya menanam sayuran bersama di halaman belakang (jika ada) dengan anak-anak Anda. Pastikan juga agar mereka memakan sayuran yang mereka tanam sebelum berubah menjadi tua dan layu.

Memakan sayuran yang masih segar dan langsung dari kebun lebih baik karena kita bisa memastikan dan memantau kebersihannya. Selain itu aktivitas ini dapat membuat anak merasa bangga karena merekalah sendiri yang telah menanam sayuran yang mereka makan.

9. Membuat variasi sup

Membuat variasi sup adalah salah satu cara agar anak Anda tidak berhenti mengonsumsi sayur karena sup adalah salah satu makanan yang sehat dan mudah untuk divariasikan. Misalnya dengan membuat sup yang isinya sayuran berbentuk alfabet, sup jagung dipadukan dengan whip cream khusus untuk makan pagi mereka. Anda dapat membuat whip cream sup dengan bentuk 'smiley face' sehingga meningkatkan motivasi mereka untuk memakan makanan yang sehat.

10. Anda juga harus makan sayur!

Terakhir, anak-anak biasanya meniru kebiasaan orang tuanya. Anda sebagai orangtua berilah contoh yang baik misalnya dengan memesan salad di saat sedang makan bersama dengan si kecil di restoran dan makanlah sayurannya dengan lahap di depan anak Anda supaya mereka tergerak untuk menirunya.

{/mooblock}