pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


11 Dzulqa'dah 1442  |  Senin 21 Juni 2021

Susu Sapi "Terlalu Asin" Buat Bayi

Susu Sapi "Terlalu Asin" Buat BayiSejumlah ahli gizi memeringatkan, bayi yang berumur di bawah satu tahun tidak direkomendasikan untuk meminum susu sapi. Pasalnya, dalam susu sapi terkandung kadar garam yang terlalu tinggi untuk bayi sehingga hal tersebut bisa berdampak buruk untuk kesehatan buah hati.

Menurut hasil penelitian, susu sapi empat kali lebih asin jika dibandingkan dengan Air Susu Ibu. Sehingga, apabila susu sapi diberikan pada bayi yang belum berumur 12 bulan (1 tahun) cenderung akan memiliki diet garam yang tinggi.

Dr Pauline Emmett dan Vicky Cribb, ahli gizi dari Universitas Bristol Inggris menemukan, sekitar 7 dari 10 bayi di Inggris terlalu banyak mengonsumsi garam dalam makanan mereka. Studi ini dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition, di mana melibatkan 1.200 bayi berusia 8 bulan yang lahir pada tahun 1991 atau 1992.

Hasilnya diketahui bahwa, dalam 100 ml susu sapi mengandung 55 mg garam. Kandungan tersebut ternyata hampir empat kali lebih banyak dibandingkan ASI. Dalam setiap 100 ml ASI hanya mengandung 15 mg garam. Sedangkan pada 100 ml susu formula hasilnya bervariasi, mulai dari 15-30mg garam.

Pada bayi yang mengonsumsi 700 ml susu sapi setiap harinya akan mendapatkan 385 mg garam dari sumber itu saja. Asupan ini rupanya hampir memenuhi setengah dari  asupan maksimum yang disarankan pada bayi berumur satu tahun.

Para peneliti memperingatkan, "temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi garam perlu dikurangi secara substansial pada anak-anak dari kelompok usia ini.”

"Bayi membutuhkan makanan yang khusus dipersiapkan untuk mereka tanpa ditambahkan garam, sehingga sangat penting dalam adaptasi diet keluarga. Diperlukan saran yang jelas untuk orang tua tentang makanan apa yang cocok untuk bayi,” jelasnya.

Lebih lanjut, peneliti mengatakan, "hal ini harus diinformasikan kepada semua orang tua dan wali, dan mereka harus dinasihati untuk tidak menggunakan susu sapi sebagai minuman utama sebelum usia 12 bulan,” tegasnya.

Memberikan terlalu banyak garam dalam makanan bayi dapat mendorong keinginan mereka untuk terus mengonsumsi garam dalam jumlah yang tinggi kedepannya, sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Para ahli menegaskan, mengonsumsi terlalu banyak garam bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Selain itu, pemberian garam terlalu banyak untuk anak kecil juga dapat merusak ginjal mereka. Departemen Kesehatan di Inggris menganjurkan untuk menghindari pemberian susu sapi pada bayi di bawah usia satu tahun.

health.kompas.com