17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
BALITA

Ratusan Jenis Bakteri Berkumpul di Mulut Bayi

Ratusan Jenis Bakteri Berkumpul di Mulut Bayi Orangtua biasanya memulai menyikat gigi susu bayi mereka ketika anak-anak sudah berusia sekitar enam bulan. Namun, kini para ilmuwan mendesak para orangtua untuk mulai merawat gusi bayi mereka jauh lebih awal setelah ratusan jenis bakteri dalam mulut bayi ditemukan.

Penelitian dari University of Illinois difokuskan pada bayi yang belum memiliki gigi, dibandingkan dengan kebanyakan studi yang memperhatikan anak-anak yang berusia lebih tua yang sudah memiliki gigi berlubang.

Tim yang dipimpin Profesor Kelly Swanson, menggunakan teknologi DNA untuk memeriksa populasi seluruh bakteri di dalam mulut mereka. Mereka menemukan bakteri pada anak bayi yang dicurigai jauh lebih beragam, yang membuat gigi berlubang.

"Seperti banyak penyakit lainnya, gigi berlubang adalah hasil dari banyaknya bakteri di dalam komunitas, bukan hanya satu patogen," kata Prof Swanson.

"Kami sekarang mengakui bahwa jendela infektivitas, yang diperkirakan terjadi antara 19 dan 33 bulan, benar-benar terjadi pada usia jauh lebih muda," katanya.

American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan agar menyeka gusi bayi yang belum memiliki gigi. Orangtua juga disarankan untuk menjaga makanan ringan dan minuman dengan gula dengan menguranginya.

Temuan ini sedikit berlaku bagi bayi yang ASI eksklusif selama enam bulan. Hal ini karena ASI mengandung antibodi dan antitoxins sementara susu formula bisa sangat manis.

Di Amerika Serikat, 40 persen anak memiliki gigi berlubang pada saat mereka tiga tahun. Janet Clarke, juru bicara British Dental Association, mengatakan, Penelitian ini terlihat menarik tetapi penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pentingnya temuan ini.

"Masalah penting yang harus diingat orangtua adalah meminimalkan paparan makanan dan minuman manis pada bayi mereka sejak mereka disapih hingga mengonsumsi makanan padatan".

"Idealnya, yang terbaik adalah untuk menghindari menambahkan gula ke botol minuman. Namun, bahaya nyata untuk gigi timbul dari kontak berkepanjangan atau sering dengan gula sehingga menghisap makanan atau minuman selama berjam-jam, atau semalam.

"Meminum jus dari cangkir lebih baik daripada mengisapnya selama beberapa jam dari botol atau kardus karena mulut melepaskan asam yang menyebabkan pembusukan selama sekitar 20 menit setelah setiap episode memakan gula," ujarnya.(Dailymail/MEL)

liputan6.com