pustaka.png
basmalah.png


14 Dzulqa'dah 1442  |  Kamis 24 Juni 2021

Masalah Gigi yang Umum Dijumpai Anak-anak

Masalah Gigi yang Umum Dijumpai Anak-anakFiqhislam.com - Anak-anak sangat menyukai makanan manis dan kadang sulit untuk membujuknya menggosok gigi sehingga memicu masalah. Apa saja masalah gigi yang umum dijumpai anak-anak?

Masalah gigi menjadi bagian yang hampir ditemui oleh sebagian besar anak, padahal perubahan gigi susu menjadi gigi permanen juga terjadi pada anak-anak yang nantinya bisa mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut saat dewasa.

Berikut ini adalah beberapa masalah gigi yang sering dijumpai dan terjadi pada anak-anak, seperti dikutip dari Buzzle dan Babycenter, Sabtu (19/11/2011) yaitu:

1. Karies gigi
Karies atau gigi bolong disebabkan oleh adanya akumulasi plak pada gigi. Plak ini bersifat lengket serta dibentuk dari kombinasi antara bakteri dan asam yang dilepaskan saat mencerna gula dan makanan lainnya.

Plak yang bertumpuk ini akan mengikis enamel dan membentuk lubang-lubang kecil di dalamnya. Jika dibiarkan akan membuat bakteri masuk lebih dalam ke gigi yang akhirnya mengarah ke pulpa yang berisi saraf serta pembuluh darah.

2. Penyakit infeksi gusi
Infeksi gusi atau disebut dengan periodontitis yang dimulai dari pembentukan plak. Infeksi yang diakibatkan oleh bakteri akan menyebabkan peradangan pada gingiva. Jika masalah diabaikan akan membentuk kesenjangan antara gusi dan gigi yang akhirnya menyerang jaringan gusi.

3. Gigi keropos
Gigi keropos biasanya disebabkan oleh erosi asam akibat minuman manis atau berkarbonasi yang dapat mengikis enamel. Meski gigi memiliki kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri, tapi jika asam terlalu banyak bisa membuat gigi menjadi lebih tipis.

4. Mengisap jempol
Bayi yang mengisap jempol mungkin terlihat lucu tapi bisa menyebabkan masalah gigi nantinya. Mengisap jempol yang berkepanjangan mengakibatkan gigi mengalami misaligned dan menonjol, yang nantinya membuat rahang atas dan bawah tidak normal.

5. Maloklusi
Maloklusi adalah kondisi gigi atas dan bawah yang tidak sejajar sehingga memberikan hasil gigitan yang buruk dan kesulitan bicara. Anak-anak lebih rentan mengembangkan penyakit ini karena memiliki rahang kecil sehingga membuat gigi tumbuh dengan tidak benar.

Vera Farah Bararah - detikHealth