4 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 30 September 2022

basmalah.png

Nutrisi & Stimulasi Optimalkan Perkembangan Otak

Fiqhislam.com - Pemberian nutrisi dan stimulasi yang optimal merupakan modal dasar tumbuh kembang si kecil, apalagi pada masa keemasannya.

Nutrisi & Stimulasi Optimalkan Perkembangan OtakKarenanya, peran aktif ibu pun kembali sangat diperlukan terutama dalam pemberian nutrisi dan stimulasi guna mengoptimalkan perkembangan otak dan potensial belajar si kecil.

"Untuk mendukung perkembangan otak, diperlukan berbagai nutrisi penting pendukung. Kebutuhan asupan makronutrien dan mikronutrien dibutuhkan untuk membangun otak anak," kata Pakar Nutrisi SEHATI, Emilia E Achmadi, dalam acara peluncuran iklan terbaru sebuah produk susu , di Jakarta, Jumat (20/4).

Makronutrien adalah, karbohidrat, protein, dan asam lemak omega 3 dan 6. Mikronutrien adalah vitamin B6, B12, asam folat, kolin, zat besi, zinc, serta iodin.

Khusus untuk asam lemak, yakni omega 6 (arachidonic acid) dibutuhkan untuk pertimbuhan otot, melindungi otak, aliran membran, dan perkembangan. Sementara untuk omega 3 (docosahexaenoic acid) dibutuhkan untuk menjaga fungsi otak serta perkembangan kognitif.

DHA merupakan komponen utama lemak dalam sistem saraf pusat, banyak terdapat pada ikan salmon, telur, dan susu. Selain itu, diperlukan pula kolin dan mikronutrien seperti zat besi, yodium, seng, vitamin B6 dan B12 yang diketahui dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.

Kolin tersimpan dalam sel-sel saraf terlibat dalam penyampaian pesan di antara sel-sel saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Yodium, penting untuk pertumbuhan sel-sel otak, sementara seng bertindak sebagai neurotransmiter, dan vitamin B6 dan B12 untuk meningkatkan daya ingat.

Emilia menjelaskan, jumlah zat-zat yang dibutuhkan anak-anak secara per hari itu cukup besar. Namun, karena zat-zat itu tidak bisa dibuat dalam tubuh, harus diasup dari makanan.

"Sayangnya, jumlah kebutuhannya cukup besar. Contohnya, untuk asupan B6, kebutuhannya sekitar 0,3-1 mg atau sekitar 2 mangkuk bayam, atau kebutuhan zat besi per hari bisa mencapai sekitar 15 mg, setara dengan 600 gram daging sapi. Tidak mungkin kita asup itu setiap hari. Akan lebih mudah bila hal-hal itu dipenuhi lewat zat tambahan, seperti susu," jelas Emilia.

Sementara itu, Marketing Director Mead Johnson Indonesia Eya Sicat menambahkan pihaknya mendukung peran aktif Ibu dengan pemberian nutrisi dan stimulasi bagi anaknya terutama pada masa keemasannya.

“Pada masa ini, kami mengetahui bahwa otak si kecil berkembang dengan sangat pesat hingga mencapai 80% dari potensi optimalnya. Mead Johnson juga menaruh perhatian lebih mengenai pentingnya tingkat konsentrasi, memori and problem solving dalam mendukung prestasi belajar anak sejak dini," pungkasnya.

inilah.com