fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi

Fiqhislam.com - Jenis bakteri yang hidup dalam usus bayi ternyata amat ditentukan apakah mereka diberi air susu ibu (ASI) atau susu formula. Sebuah penelitian baru mengindikasikan perbedaan bakteri ini dapat mempengaruhi perbedaan sistem imunitas bayi.
 

Mengapa Bakteri Usus Penting bagi Bayi  “Temuan ini menunjukkan bahwa air susu ibu mendorong berkembangnya populasi mikroba yang menguntungkan dalam saluran cerna bayi,” kata Sharon Donova, peneliti dari University of Illinois, Amerika Serikat. “Hal ini juga membantu kami memastikan mengapa air susu ibu adalah yang terbaik.”

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Genome Biology itu memaparkan, jenis bakteri dalam saluran cerna mengaktifkan gen tertentu pada sistem kekebalan tubuh. Ada bukti kuat pula bahwa hal itu punya pengaruh penting pada perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.
 
“Ini studi pertama yang menyoroti interaksi antara mikroba dan perkembangan balita serta bagaimana interaksi itu dipengaruhi oleh pola makan,” kata Mihai Pop, peneliti di University of Maryland, mengomentari temuan tersebut.

Dalam studi itu, para ilmuwan membandingkan ekspresi gen dalam sel usus bayi berumur 3 bulan yang diberi ASI eksklusif dengan bayi yang diberi susu formula, serta hubungan diet itu dengan mikroba usus.

Profil ekspresi gen bayi kemudian dibandingkan dengan gen yang terdapat dalam mikroba ususnya. Analisis tersebut memberikan gambaran bakteri apa yang hidup dalam usus dan apa fungsinya.

Studi itu menunjukkan bayi yang hanya diberi ASI memiliki kolonisasi bakteri yang lebih beraneka ragam dibanding bayi yang diberi susu formula. Peneliti juga menemukan adanya tautan antara ekspresi gen dalam bakteri dan gen sistem kekebalan tubuh bayi.

“Ketika kami menemukan bahwa microbiome bayi yang menerima ASI diperkaya oleh gen yang terkait dengan virulensi, termasuk resistansi terhadap antibiotik dan senyawa beracun, kami juga menemukan korelasi antara patogenitas dan ekspresi gen inang yang berkaitan dengan mekanisme imun dan pertahanan,” kata Robert Chapkin, peneliti studi dari Texas A&M University.

tempo.co