pustaka.png
basmalah.png.orig


14 Dzulqa'dah 1442  |  Kamis 24 Juni 2021

Warna Gigi Anak Bisa Jadi Kehitaman Setelah Jatuh

Warna Gigi Anak Bisa Jadi Kehitaman Setelah Jatuh


Fiqhislam.com - Pasca anak jatuh dan mengalami benturan di bagian mulut, beberapa waktu kemudian gigi anak kok berubah jadi hitam gitu ya? Kondisi ini memang bisa terjadi kok, Bun.

Ya, gigi yang berubah warna jadi kehitaman gitu memang bisa terjadi pasca anak jatuh dan mengalami benturan di mulut dan gigi karena giginya udah 'mati'. Demikian disampaikan drg Ayu Kurniasih SpKGA dari RSPI Puri Indah. Akibatnya, kalau gigi udah 'mati' dan berubah warna jadi kehitaman, anak jadi nggak mau pakai gigi di daerah itu untuk ngunyah makanan.

Berdasarkan pengalaman drg Ayu biasanya kasus gigi jadi kehitaman setelah jatuh sering nggak ketahuan sama orang tua karena bunda atau ayah nggak tahu kalau si kecil pernah jatuh atau kebentur. Terus, kenapa jatuh bisa bikin gigi anak berubah warna jadi kehitaman?

Kata drg Ayu, pas anak jatuh kan bisa terjadi benturan. Nah, akibat benturan itu pembuluh darah di gigi putus hingga nggak ada lagi pasokan nutrisi ke gigi. Seperti kita tahu, Bun, salah satu fungsi pembuluh darah adalah menyuplai makanan. Lama-lama, pembuluh darah akan mati dan terjadi pembusukan hingga warna gigi pun berubah.

Nggak cuma itu, Bun. drg Ayu bilang kondisi ini juga bisa bikin gigi anak jadi lebih sensitif, ngilu dan sakit. Jadi, nggak heran kalau selain gigi anak warnanya berubah kehitaman, si kecil juga jadi susah makan. Nah, untuk mengatasinya gimana nih, Dok?

"Harus dilakukan perawatan saluran akar. Jadi, akar gigi dibersihkan, disterilkan, terus dikasih obat. Dari prosedur ini kan bakal ada lubang gitu, itu ditutup (ditambal) supaya dari segi estetika tetap bagus dan ditunggu sampai kondisinya membaik dan nanti tumbuh gigi permanen," kata drg Ayu waktu ngobrol sama HaiBunda.

Selain itu, perawatan saluran akar juga punya standar goyangnya gigi, Bun. Kalau derajat satu atau goyangnya ringan, perawatan bisa dilakukan. Tapi, kalau goyangnya gigi sudah parah, mau nggak mau gigi anak mesti dicabut. Nah, saat prosedur ini dilakukan memang anak bakal ompong. Apalagi kalau giginya harus dicabut di umur 2 tahun padahal gigi permanen baru tumbuh pas anak sekitar umur 8 tahun. Duh, lama ya, Bun.

Nanti anak jadi nggak percaya diri dong? Tenang, Bun. Untuk mengantisipasi itu, drg Ayu menyarankan baiknya dibuat space maintainer. Ini adalah alat untuk menjaga ruangan yang kosong supaya nggak diserbu sama gigi di sebelahnya. Kata drg Ayu, kalau space gigi ada yang kosong, gigi di sebelahnya bakal bergeser dan akibatnya ruang untuk gigi permanen tumbuh jadi lebih sempit.

"Walau cuma satu giginya yang dicabut, tapi kalau waktu kehilangan giginya itu lama, lebih baik alatnya dipakai. Kecuali kalau kurang dari setahun, anak giginya dicabut umur 7 tahun dan bakal tumbuh pas umur 8 tahun nggak apa-apa nggak pakai space maintainer," kata drg Ayu yang juga praktik di RS Muhammadiyah Taman Puring.

drg Ayu mengingatkan, kalau ada kasus anak jatuh, perhatikan juga kondisi gigi dan mulutnya ya, Bun. Kalau memang gigi anak habis mengalami trauma, bisa juga kok kalau mau dicek ke dokter gigi. Sehingga, kalau ada masalah bisa segera ditindaklanjuti dan efeknya nggak sampai berlanjut ke gigi permanen. Soalnya, infeksi pada gigi susu misalnya, itu bisa berefek ke terganggunya pertumbuhan gigi permanen lho, Bun. [yy/haibunda]

 

Tags: Balita