17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
BALITA

Bayi Boleh Makan Setelah 6 Bulan, Simak Penjelasan Dokter

Bayi Boleh Makan Setelah 6 Bulan, Simak Penjelasan Dokter


Fiqhislam.com - Air susu ibu (ASI) sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dokter Spesialis Gizi Klinik, Elvina Karyadi pun menekankan pentingnya ASI ekslusif selama 6 bulan.

"Setelah itu ditambah MPASI (makanan penunjang ASI) dengan ASI yang diteruskan sampai usia 2 tahun atau 24 bulan," kata Elvina beberapa waktu lalu.

Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) DKI Jakarta ini menjelaskan setelah usia 6 bulan, perkenalkan anak dengan makanan lembut sampai usia 12 bulan. "Setelah usia satu tahun, mulai makan di meja makan bersama keluarga dengan family food, walapun porsinya kecil," ujarnya.

Pada usia 1-3 tahun porsi family food atau makanan keluarga semakin besar dan porsi susu semakin berkurang. "Susu hanya 20- 35 lersen, 65-80 persennya makanan dengan gizi cukup," kata dia.

Menurut Elvina, kecukupan gizi dan proporsi pemberian makan anak disesuaikan dengan kelompok usianya. Pada usia 0-6 bulan ASI eksklusif. Usia lebih dari 6 bulan yakni 80 persen ASI dan 20 persen makanan penambah ASI atau MP-ASI.

Untuk bayi berusia 8-10 bulan,  berikan 50 persen ASI dan 50 persen MP-ASI. Sedangkan usia 12 bulan, 20-35 persen ASI dan 65-80 persen makanan.

Adapun, syarat makanan anak yakni memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. "Disesuaikan dengan pola gizi seimbang, kebiasaan makan, dan selera anak," ujar Elvina.

Bentuk dan porsinya juga disesuaikan dengan daya terima, toleransi dan keadaan tubuh anak. "Tiap anak berbeda, ada yang makan sedikit-sedikit tapi sering. Jangan dipaksakan makan banyak seperti jadwal makan pada umumnya," kata Elvina. [yy/tempo]

 

Tags: Bayi | 6 bulan