15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Perlukah Susu Formula Sebagai Pendamping Makanan Padat Bayi?

Perlukah Susu Formula Sebagai Pendamping Makanan Padat Bayi?


Fiqhislam.com - Setiap ibu tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi perkembangan bayi. Namun, ASI harus disertai dengan makanan pendamping (MPASI) setelah anak berusia enam bulan.

Dokter Spesialis Anak Ariani Dewi Widodo mengatakan, ASI eksklusif diberikan hanya sampai anak berusia enam bulan. Setelah itu, anak harus diberi makanan pendamping agar memperoleh nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya.

Ariani mengatakan, ibu dapat memperkirakan porsi nutrisi yang diberikan kepada buah hatinya. Jika nutrisi yang diberikan melalui ASI dan MPASI sudah cukup, ibu tidak perlu menambahnya dengan susu formula.

Rata-rata, bayi memerlukan 100-120 kalori per kilogram berat badan bayi. Sehingga, ibu dapat memperkirakan berapa kebutuhan kalori bayi setiap hari dan dari mana saja asalnya. Menurut Ariani, tiga kali MPASI dan satu kali snack serta diselingi ASI sudah mencukupi nutrisi bayi.

"Kalau ASI cukup, tidak usah diberi susu tambahan," kata Ariani, Senin (14/8).

Pemberian kalori yang berlebihan juga tidak baik bagi anak. Hal ini bisa menyebabkan obesitas yang mengakibatkan munculnya penyakit berbahaya lain seperti diabetes. Dokter spesialis anak dengan sub spesialis gastrologi ini mengatakan, bayi yang baru mulai makan disarankan untuk diberi bubur susu terlebih dulu. Teksturnya yang encer mirip seperti ASI, sehingga ususnya tidak terlalu kaget dengan perubahan.

Anak ASI, kata Ariani, mudah mengalami konstipasi karena selama enam bulan ia mengonsumsi ASI yang tanpa ampas. "Bubur susu bisa dibuat encer, kemudian setelah ususnya beradaptasi, baru kepadatannya ditingkatkan," ujarnya.

Kalaupun bayi terpaksa diberi susu formula, pemberian susu harus sesuai dengan usia bayi. Ibu tidak boleh sembarangan memberi bayi susu cair apalagi susu kental manis. "Tapi, ini hanya apabila ASI tidak mencukupi," kata Ariani menegaskan.

Selain itu, Ariani juga menekankan pemberian ASI hingga dua tahun. Namun, ASI eksklusif hanya diberikan sampai usia enam bulan.

"Banyak yang salah kaprah dengan ini. ASI eksklusif hanya diberikan sampai bayi berusia enam bulan. Setelah itu, bayi harus diberi makanan pendamping sambil ASI tetap diberikan hingga anak berusia dua tahun, jadi bukan ASI eksklusif sampai dua tahun," kata Ariani.

Hanya bergantung pada ASI hingga anak berusia dua tahun tidak disarankan. Pasalnya, semakin usianya bertambah, semakin besar pula kebutuhan nutrisinya. Sementara, produksi ASI stagnan dan cenderung turun. [yy/republika]

 

Tags: Susu Formula | Susu | Bayi