pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


3 Dzulqa'dah 1442  |  Minggu 13 Juni 2021

Otak Masih Sensitif, di Masa Inilah Anak Harus Dapat Kasih Sayang Penuh

Otak Masih Sensitif, di Masa Inilah Anak Harus Dapat Kasih Sayang PenuhFiqhislam.com - Peran orang tua di masa-masa awal kehidupan anak sangatlah krusial. Namun tidak banyak yang menyadarinya, hingga sebuah studi dari AS memastikan hal ini.

Dr Joan Luby dari Washington University mengatakan, kasih sayang orang tua, utamanya ibu, berdampak langsung terhadap perkembangan otak anaknya. Hal ini dibuktikan Luby dengan mengamati 127 anak sejak usia prasekolah sampai memasuki remaja.

Yang diamati adalah interaksi antara sang ibu dengan anak, dan dampaknya pada otak si anak lewat scan. Peneliti kadangkala meminta pasangan ibu dan anak ini untuk terlibat dalam skenario percobaan mereka, salah satunya dengan meminta sang ibu melakukan sesuatu sekaligus mencegah anaknya membuka sebuah kado yang dibungkus apik.

Tentu ada orang tua yang berhasil melakukan keduanya, jadi bisa menyelesaikan tugas yang diberikan sekaligus memberikan dukungan emosional bagi si anak, tetapi ada juga yang tidak. Dan ketika otak si anak dipindai, peneliti menemukan bahwa anak yang mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari sang ibu mengalami perkembangan lebih pesat pada otaknya, terutama di bagian hippocampus-nya.

Tak tanggung-tanggung, perkembangannya hingga dua kali lebih pesat dari anak yang cenderung diabaikan. Hippocampus sendiri dikenal perannya dalam proses pembelajaran, daya ingat dan pengaturan emosi.

Sedangkan anak-anak yang diabaikan saat usia mereka masih di bawah enam tahun tak bisa menyamai perkembangan otak anak yang mendapat kasih sayang penuh, bahkan jika sang ibu mencoba menebus kesalahan itu dan memberinya kasih sayang di tahun-tahun berikutnya.

"Studi ini membuktikan adanya periode sensitif pada otak anak. Dan hubungan antara anak dan orang tua di periode prasekolah ternyata sangatlah vital, bahkan lebih penting daripada ketika si anak beranjak dewasa," tandas Luby seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (28/4/2016).

Alasannya tak lain karena di usia tersebut, otak anak masih sangat elastis, sehingga mudah sekali dipengaruhi oleh pengalaman maupun lingkungan yang ada di sekitarnya. Dan bila keduanya bersifat positif, maka otak anak akan tumbuh secara optimal, begitu juga sebaliknya.

Luby yang juga psikiater anak di St Louis Children's Hospital itu menambahkan, pertumbuhan hippocampus yang baik menjadi makin penting karena hal ini berdampak langsung terhadap fungsi emosional anak ketika ia beranjak remaja, termasuk ke perilakunya. [yy/detik.com]