15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Usia Empat Tahun, Saat Tersulit Memenuhi Nutrisi Anak

Usia Empat Tahun, Saat Tersulit Memenuhi Nutrisi AnakFiqhislam.com - Usia empat tahun bisa dikatakan tersulit untuk memenuhi nutrisinya. Di usia ini, otoritas anak sudah lebih kuat dan ia mulai bergaul dengan teman-temannya. Hal ini akan membuat anak semakin sulit makan.

Di usia ini pun kerapkali muncul penolakan keras terhadap sayur. Apalagi jika anak sudah telanjur mengenal junk-food yang rasanya gurih dan minuman yang manis.

Wujudnya bisa beragam seperti suka menunda makan, mengikuti selera makan teman: senang makan yang manis-manis, tidak suka sayuran, pilih-pilih makanan, suka jajan, dan lain-lain. Padahal di sisi lain asupan nutrisinya harus lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuhnya supaya tidak mudah terserang penyakit.

Kebutuhan energi anak usia ini lebih besar dibandingkan anak batita yakni sebesar 1.550 kkal dan kebutuhan protein 39 g. Di usia ini anak butuh kalsium dan fosfor dalam kadar tinggi untuk memperkuat tulang karena anak semakin tumbuh tinggi juga untuk pertumbuhan giginya.
Kandungan yang dibutuhkan adalah tinggi kalsium dan fosfor dan 11 asam amino esensial.

Sementara zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan seperti vitamin 450 RE, folat 200 µ, kalsium 500 mg, zat besi 9 mg, yodium  120 µ, dan zat seng 10,3 mg. Mereka pun membutuhkan asupan DHA dan kolin.

Tapi, tenang, semua bisa diatur. Jika anak tak sayur, untuk sementara bisa diganti dengan buah karena kandungan vitaminnya relatif sama. Bagi anak yang tidak suka buah, jangan menyerah, carilah cara mengolah buah-buahan dengan kreatif. Bisa dengan dibuat jus buah, es buah, atau dengan penyajian unik sehingga menarik perhatian anak. Pilihlah buah segar dan manis sehingga anak menyukainya. [yy/tribunnews/foto tribunnews.com]