fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Larangan dan Anjuran Bagi Jamaah Haji Saat Perjalanan dari Miqat Menuju Makkah

Larangan dan Anjuran Bagi Jamaah Haji Saat Perjalanan dari Miqat Menuju Makkah

Fiqhislam.com - Selama diperjalanan dalam bus disunnahkan jamaah untuk bertalbiah yang lafadznya “labbaika allahumma labaik, labaika laa syariikalaka labaik. Innal hamda wa ni’mata laka wal mulk laa syariikalaka” sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Bukhori.

Rasulullah SAW bersabda, ”
Jibril datang kepadaku, lalu ia memerintahkan agar aku menyuruh shahabat-shahabatku agar mereka meninggikan suara mereka untuk ihlal dan talbiah” (HR Al Khomsah dan Ibnu Hiban).

Dianjurkan untuk bertalbiah dengan suara yang dikeraskan untuk laki-laki, sedangkan wanita cukup terdengar dirinya oleh sendiri saja. “
Laki-laki mengeraskan suara talbiah, sedang wanita memperdengarkan suara talbiahnya untuk dirinya sendiri” (HR sa’id bin Manshur).

Jika lelah bertalbiah dianjurkan jeda beristirahat. Makan dan minum dibolehkan.

Di samping bertalbiah, jamaah harus menjaga seluruh larangan-larangan ihram, baik mengenai pakaian, perkataan, maupun perbuatan. Pakaian perempuan menutup seluruh badan kecuali telapak tangan dan wajah. Pakaian laki laki dua helai tidak berjahit, dilarang menutup kepala dan kedua mata kaki.

Perkataan yang tak dibenarkan adalah rafats yaitu berkata jorok serta kata kata yang berbau porno/mengekploitasi aspek seksual, fusuq kata kata tak patut terutama yang dapat menyakitkan orang lain, jidal yaitu bertengkar, mengumbar emosi.

Aspek perbuatan yang dilarang termasuk membunuh hewan, merusak pohon-pohonan, menggunting rambut dan kuku, serta bergaul suami istri. Memakai wangi-wangian ketika berihram juga tidak dibolehkan.

Ustaz HM Rizal Fadillah
yy/republika.co.id