29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Goa Tsur Saksi Kesetiaan dan Persahabatan Agung

Goa Tsur Saksi Kesetiaan dan Persahabatan Agung

Fiqhislam.com - Kisah berikut ini adalah cerita mengenai sepenggal episode perjalanan dua orang sahabat dalam dalam mencari Ridho Allah SWT. Penggalan kisah ini terjadi ketika keduanya sedang dalam perjalanan Hijrah dari Makkah menuju Madinah.

Di sebuah goa di tengah-tengah gurun pasir tak bertepi, seseorang rela mengorbankan nyawanya demi sahabat yang dicintainya karena Allah SWT. Kisah yang terjadi di dalam Gua Tsur ini, mengajarkan kepada kita tentang arti kesetiaan dan keagungan pengorbanan para sahabat untuk Rasulullah SAW.

Dan tiba2 seekor ular mendesis perlahan mendatangi kaki Abu Bakar yg terlentang. Abu Bakar menatapnya waspada, ingin sekali Ia menarik kedua kakinya untuk menjauh. Namun, keinginan itu segera dienyahkan dari benaknya, tak ingin Ia mengganggu tidur nyaman Rasulullah SAW. Abu Bakar meringis ketika ular itu mematuk pergelangan kakinya, sakit. Tapi kakinya tetap saja tak bergerak.

Sang ular kemudian bergerak pergi dalam hening setelah beberapa lama melilit kaki Abu Bakar. Kini Abu Bakar merasakan panas di sekujur tubuhnya. Rupanya bisa ular itu segera menjalar sangat cepat. Hingga tanpa sengaja, ia nyaris tak sanggup menahan rasa sakit dan air matanya pun menetes mengenai pipi Rasulullah SAW yang tengah berbaring.


 

Goa Tsur Saksi Kesetiaan dan Persahabatan Agung

"Wahai hamba Allah, apakah engkau menangis karena menyesal mengikuti perjalanan ini?" susra lirih Rasulullah SAW memenuhi udara dalam Gua.

"Tentu saja tidak, wahai Rasulullah. Saya ridho dan ikhlas mengikuti kemana pun Engkau pergi," Kata Abu Bakar sembari masih menahan rasa sakit.

"Lalu mengapakah Engkau meneteskan air mata?" tanya Rasululah menyelidik.

"Seekor ular baru saja menggigit saya, wahai putra Abdullah. Ternyata bisanya menjalar begitu cepat," terang Abu Bakar.

Lalu Rasulullah SAW menatap Abu Bakar penuh keheranan dan tak seberapa lama bibir manisnya bergerak. "Mengapa engkau tidak menghindarinya?"

"Saya khawatir bila gerakan saya membangunkanmu dari tidur lelap," jawab Abu Bakar sendu. Sebenarnya ia kini menyesal karena tidak dapat menahan air matanya, hingga mengenai pipi Rasulullah dan membuatnya terjaga.

"Sungguh bahagia aku memiliki seorang sahabat sepertimu. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pemberi balasan," sabda Rasuullah SAW yang dengan penuh kasih sayang dan tanpa menunggu waktu, segera meraih pergelangan kaki sahabatnya yang baru saja digigit ular.

Dengan mengagungkan nama Allah, Nabi mengusap bekas gigitan ular di Abu Bakar dengan ludahnya.

Maha suci Allah, seketika rasa sakit itu tak lagi terasa. Abu Bakar segera menarik kakinya karena malu, sementara Rasulullah SAW masih memandangnya dengan penuh rasa sayang.

Goa Tsur terletak di luar kota Makkah, di sebelah arah menuju Madinah yang berjarak kurang lebih 600 km.

syaifullah amin/mch madinahKemenag.go.id/kabarhaji.com