29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Tempat Ziarah di Madinah

Fiqhislam.com -Madinah adalah kota tempat Nabi Muhammad SAW memimpin dan membentuk masyarakat Islam yang sesungguhnya. Beliau tinggal di sana sampai wafat pada tahun 23 Hijriah atau 632 Masehi. Beberapa tempat merupakan daerah yang biasa diziarahi jamaah haji. Itu adalah:

1. Masjid Quba

Sejak masa Rasulullah, Quba merupakan wilayah perkebunan kurma. Saat hijrah dari Mekah pada tahun 621 Masehi, Rasulullah bersama Abubakar singgah beberapa hari di perkampungan ini sebelum memasuki Madinah. Di sini beliau mendirikan masjid yang sekarang menjadi masjid Quba. Ini masjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah.

2. Masjid Nabawi

Tempat ini dulunya merupakan rumah milik anak yatim, Sahal dan Suhail. Di pekarangan rumah itu, unta yang dikendarai Rasulullah saat pertama memasuki Madinah berhenti dan berlutut. Rumah tersebut kemudian dibeli dan dibangun Masjid Nabawi. Selain sebagai tempat shalat, dimasa Rasul, masjid ini juga tempat menampung kaum fakir-miskin serta musafir. Di masjid ini disunnahkan untuk dapat melakukan shalat Arbain, atau shalat fardhu berjamaah 40 kali (sama dengan delapan hari) berturut-turut.

3. Makam Rasulullah

Dulu tempat ini merupakan rumah tinggal Rasulullah. Letaknya persis di samping masjid Nabawi. Setelah wafat, Rasulullah dimakamkan di rumah tersebut. Karena perluasan masjid Nabawi, makam tersebut sekarang berada di dalam masjid.

4. Raudhah

"Antara kamarku dan mimbarku terletak salah satu bagian dari taman surga," demikian pernah dinyatakan Rasul. Maka orang-orang pun berlomba untuk dapat salat, berdoa, berdzikir atau mengaji di tempat yang berada di antara makam Rasulullah dan mimbar masjid Nabawi yang disebut Raudhah tersebut.

5. Masjid Qiblatain

Pada tahun kedua di Madinah, Rasul dan para sahabat datang menghibur seorang janda tua yang baru mengalami musibah. Rasul salat zuhur di sana. Saat itu, setiap salat menghadap ke Baitul Maqdis di utara. Di tengah salat, tiba-tiba turun Surat Al-Baqarah ayat 143, yang memerintahkan Rasul ganti menghadap Ka'bah di Mekah atau arah selatan dari Madinah. Saat itu juga, Rasul mengubah arah shalatnya dari Baitul Maqdis ke Ka'bah. Di tempat itu lalu dibangun masjid dan dinamai Masjid Qiblatain atau Masjid dua kiblat.

6. Uhud

Di tempat yang terletak di luar kota Madinah ini, berlangsung perang sengit antara 700 Muslim melawan sekitar 3000 pasukan kafir Quraisy masih terasa pada tahun ke-5 Hijriah. Pasukan Islam sempat menang, namun karena banyak yang berebut harta jarahan, mereka kemudian diserang balik. Paman Rasulullah Hamzah Haz syahid lalu dimakamkan di kaki bukit Uhud. Jantungnya dimakan mentah-mentah oleh Hindun, istri Abu Sofyan. Rasul terluka akibat lemparan baru. Dua lempeng baja pelindung kepalanya menghunjam pipi dan membuat gigi Rasul tanggal.

7. Khandaq

Khandaq berarti parit. Pada tahun keenam Hijriah, sekitar 10 ribu tentara Quraisy Mekah dan Ghatafan mengepung Madinah. Salman Al-Farisi, salah seorang sahabat Rasul mengusulkan membuat parit lebar yang tak dapat dilompati kuda untuk bertahan. Rasul memimpin warga Madinah dari tenda merahnya yang didirikan di bukit di ujung parit. Di bukit itu Rasul berdiri hingga tiga hari untuk berdoa sambil menggigil kedinginan. Musuh pontang-panting setelah badai dingin yang sangat dahsyat menerpa mereka.

8. Makam Baqi'

Ini adalah komplek pemakaman di Madinah. Tempat ini berada di samping masjid Nabawi. Sebagian dari sahabat Rasulullah dimakamkan di tempat ini.

9. Pasar Kurma

Beragam jenis kurma dijual di tempat ini. Jamaah boleh mencicipi sepuasnya. Jenis kurma yang paling dibanggakan dan paling mahal harganya, disebut Kurma Nabi. Konon inilah kurma kegeraman Rasulullah semasa hidup.

Sumber: www.geocities.com