29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Jumlah Takbir dalam Shalat Idul Adha

Jumlah Takbir dalam Shalat Idul Adha

Fiqhislam.com - Pelaksanaan Shalat Idul Adha sedikit berbeda dengan pelaksanaan Shalat fardhu seperti biasanya. Perbedaannya terletak pada jumlah takbir yang lebih banyak dibandingkan Shalat lainnya.

Mengutip dari buku yang bertajuk Al-Ahkam As-Sulthaniyya: Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syariat Islam karya Imam Al Mawardi, Imam Syafi'i berpendapat bahwa takbir pada rakaat pertama Shalat Idul Adha berjumlah tujuh kali di luar takbiratul ihram. Sementara itu, jumlah takbir pada rakaat kedua sebanyak lima kali di luar takbir qiyam (berdiri setelah sujud).

Imam Shalat Idul Adha diperbolehkan memilih jumlah takbir di atas sesuai dengan ijthadnya. Namun orang yang diangkat untuk menggantikannya, tidak diperbolehkan memilih jumlah takbir di atas dengan ijtihadnya.

Untuk pelaksanaan takbir Shalat Idul Adha, menurut buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i karya Syaikh DR. Alauddin Za'tari, hal ini didasarkan pada hadits Jabir bin Abdillah, ia berkata Rasulullah SAW mengangkat tangan sejajar dengan posisi pundak. Kemudian, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di bawah dada setelah setiap kali takbir.

Disunnahkan pula membaca setiap takbir dalam satu nafas. Untuk setiap dua takbir, dipisahkan kira-kira durasi bacaan satu ayat yang tidak panjang dan tidak pendek, yakni dengan membaca bacaan di bawah ini dengan suara pelan:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah, wal hamdulillah, wa ilaha illallah, wallahu akbar

"Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar."

Jumlah takbir yang dikerjakan pada rakaat pertama maupun kedua Shalat Idul Adha ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Takbir di hari raya tujuh kali (takbir) pada (rakaat) pertama dan lima kali (takbir) pada rakaat kedua, serta membaca surat setelah masing-masing dari keduanya." (HR. Abu Dawud No. 1153). [yy/news.detik]