29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Pendapat Ali bin Abi Thalib Soal Khasiat dari Hajar Aswad

Pendapat Ali bin Abi Thalib Soal Khasiat dari Hajar Aswad

Fiqhislam.com - Hajar Aswad yang berada di Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah Arab Saudi, merupakan batu yang bersejarah. Keberadannya pun mempunyai kedudukan tersendiri bagi umat Islam.

جاء في إِحْيَاءِ عُلُومِ الدِّينِ عَنِ الْغَزَالِيِ‏ أَنَّ عُمَرَ قَبَّلَ الْحَجَرَ ثُمَّ قَالَ: إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَ لَا تَنْفَعُ وَ لَوْ لَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ يُقَبِّلُكَ لَمَا قَبَّلْتُكَ! فَقَالَ عَلِيٌّ عليه السلام: "بَلْ هُوَ يَضُرُّ وَ يَنْفَعُ" فَقَالَ: وَ كَيْفَ ؟! قَالَ: "إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَمَّا أَخَذَ الْمِيثَاقَ عَلَى الذُّرِّيَّةِ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ كِتَاباً ثُمَّ أَلْقَمَهُ هَذَا الْحَجَرَ، فَهُوَ يَشْهَدُ لِلْمُؤْمِنِ بِالْوَفَاءِ، وَ يُشْهِدُ عَلَى الْكَافِرِ بِالْجُحُودِ"

Pada suatu hari Sayyidina Umar bin Khattab RA mencium hajar Aswad seraya berkata: "Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau hanyalah sebuah batu yang tidak bisa mendatangkan manfaat maupun mudharat." kata Umar seperti dikutip dalam kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Ghazali.

Lanjut Umar. "Jikalau aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, niscaya aku tidak akan menciumu."

Kemudian dia menangis sampai tangisannya meninggi, lalu berpaling ke belakang dan terlihatlah Ali bin Abi Thalib RA.

Umar pun lantas berkata kepada Ali, “Wahai ayah Hasan, di sinilah tempat menumpahkan air mata dan tempat berdoa yang mustajab."

Maka Ali RA menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, hajar aswad bisa memberi manfaat dan mudharat."

Mendengar hal itu, Umar tertegun dan bertanya "Bagaimana mungkin?" Melihat raut muka Umar penasaran. Ali menjelaskan terkait pernyataan semulanya.

Jawab Ali, "Tatkala Allah SWT mengambil janji atas anak cucu bani Adam, maka Allah SWT menetapkan suratan bagi mereka semua dan suratan itu kemudian diletakkan dalam hajar aswad. Lalu hajar aswad akan naik menjadi saksi bagi orang yang memenuhi janji dan begitu pula bagi orang yang mengkhianati janji." [yy/republika]