fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

Keutamaan Berbuat Baik di Makkah

Keutamaan Berbuat Baik di Makkah

Fiqhislam.com - Sebagaimana halnya dengan hukuman berat atas perbuatan dosa yang dilakukan di Makkah maka segala perbuatan baik akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan. Jadi, pelipatgandaan pahala di Makkah tidak semata dengan urusan ibadah ritual saja, melainkan seluruh kebajikan dan amal saleh lainnya.

Hasan al-Bashri berkata, "Puasa sehari di Makkah setara dengan berpuasa 100 ribu hari, sedekah satu dirham setara dengan bersedekah 100 ribu dan setiap kebajikan akan dilipatgandakan menjadi 100 kali lipat."

Dalam kitab sunan Ibnu Majah disebutkan, Ibnu Abbas meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa saja yang menjumpai bulan Ramadhan di Makkah, lalu dia berpuasa, dan beribadah semampunya, maka dia dicatat telah mengisi 100 ribu Ramadhan di luar Makkah dan setiap hari dan malamnya, dia juga dicatat telah memerdekakan hamba sahaya, dan setiap harinya dia dinilai mengangkut sebanyak 2 kuda untuk berjuang dijalan Allah, dan setiap malamnya dia juga dicatat telah melakukan kebaikan."

Dalam kitab Al Mustadrak, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa saja yang pulang dan pergi haji dari Makkah dengan berjalan, maka setiap langkahnya dinilai sebanyak 700 kebaikan dalam tanah suci. Padahal, satu kebaikan dalam tanah suci adalah senilai 100 ribu derajat kebaikan." [yy/ihram]

    • Sumber: Abu Thalhah Muhammad Yunus Abdussttar dalam Kaifa Tastafidumi min al-Haramain asy-Syarifain Ayyuha az-Zair wa al-Muqim Ahwal an-Nabi fi al-Hajj yang diterjemahkan oleh Nashirul Haq Lc dan Fatkhurozi Lc dalam Haji, Jalan-jalan atau ibadah.