29 Dzulqa'dah 1443  |  Rabu 29 Juni 2022

basmalah.png

Perjalanan Haji Menampakkan Sifat Asli Seseorang

Perjalanan Haji Menampakkan Sifat Asli Seseorang

Fiqhislam.com - Ibadah haji merupakan perjalanan panjang (Safar) menuju tanah suci di Makkah dan Madinah. Karena perjalanan panjang ini lah jamaah haji harus memiliki bekal sehat secara ekonomi dan fisik.

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi Rah.a mengatakan kata Safar, jika ditinjau dari segi bahasa artinya menampakan. Para ulama menerangkan bahwa mengapa perjalanan dinamakan Safar (dalam bahasa Arab), karena akhlak seorang akan tampak ketika dalam perjalanan.

"Sebenarnya, hanya dengan melakukan perjalanan bersama-sama, akhlak seseorang dapat diketahui," kata Syekh Maulana dalam kitabnya Fadhilah Haji.

Terkadang kata dia secara sepintas, akhlak seorang tampak baik, akan tetapi di dalam perjalanan sering terjadi kesusahan yang membawa kepada pertengkaran. Oleh karena itu, di dalam Alquran QS. An-anfal ayat 46 disebutkan secara khusus. "Dan jangan berbantah-bantah," dalam menunaikan haji.

Syekh Maulana menuturkan ketika itu Umar r. a pernah bertanya kepada seseorang tentang orang ain, "Apakah engkau kenal dengan si fulan, orangnya bagaimana? "

Orang yang ditanya Umar itu menjawab, "Ya, saya kenal dia."

Umar, bertanya lagi, "Apakah engkau pernah bepergian bersamanya?" Ia menjawab, "tidak pernah." Umar berkata "kalau begitu, engkau tidak kenal dia."

Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa suatu ketika, di hadapan Umar ada seseorang yang memuji orang lain. Umar bertanya kepadanya, "Apakah engkau pernah bepergian bersamanya?" Orang itu menjawab, "tidak pernah."

Umar bertanya kepadanya lagi, "Apakah engkau pernah melakukan perdagangan dengannya? "Orang itu menjawab," belum pernah." Maka Umar berkata lalu, "Dari mana engkau mengetahui keadaannya?". [yy/ihram]