fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

1 Dzulhijjah, Tunda Potong Kuku dan Rambut Sampai Kurbannya Disembelih

1 Dzulhijjah, Tunda Potong Kuku dan Rambut Sampai Kurbannya Disembelih

Fiqhislam.com - Bagi muslim yang ingin menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha atau Hari Tasyrik nanti, sangat disunnahkan untuk tidak memotong kuku dan rambutnya.

Larangan memotong kuku dan rambut berlaku sejak mulai memasuki Dzulhijjah, artinya mulai Selasa malam ini sudah berlaku hingga setelah selesai kurbannya disembelih.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, larangan memotong kuku dan rambut ketika memasuki Dzulhijjah adalah sunnah. Dalilnya adalah haditst Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim:

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

 Artiya: “Apabila engkau telah memasuki 10 hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan di antara kalian ingin berkurban, maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.”

Menurut Ustaz Adi Hidayat, ini merupakan larangan untuk memotong kuku dan seluruh rambut yang melekat pada tubuh orang yang akan berkurban.

“Ini berlaku untuk khusus orang yang akan berkurban saja,” ujarnya dalam sebuah ceramah yang dikutip Okezone dari akun Youtube Taman Surga.

Artinya apabila orang itu sudah ada kehendak atau keinginan disertai kemampuan untuk berkurban, maka begitu masuk Dzulhijjah larangan potong kuku dan rambut resmi berlaku.

Kalau seseorang memiliki kemampuan misalnya ada uang untuk beli hewan kurban pada 3 atau 7 Dzulhijjah, maka sejak tanggal itulah larangan potong kuku dan rambut berlaku buat dia hingga selesai penyembelihan kurban.

Bagaimana jika seseorang baru beli hewan kurban pada 10 Dzulhijjah atau pada waktu dimulainya kurban?

Menurut Ustaz Adi Hidayat, larangan potong kuku dan rambut sudah tidak berlaku lagi bagi orang tersebut. Dia bisa langsung menyembelih kurbannya setelah Sholat Idul Adha.

“Ini hanya berlaku dari tanggal 1 (Dzulhijjah) sampai menjelang akan dipotongnya hewan kurban” ujarnya.

Adi Hidayat menegaskan bahwa larangan ini bersifat tidak wajib. Artinya, jika orang yang akan berkurban lantas memutuskan untuk memotong kuku sebelum menyembelih kurbannya, maka ia tidak akan dosa, hanya saja potensi mendapatkan pahala akan hilang.

“Namun, hadits ini seringkali keliru dalam masyarakat. hadits ini diperuntukkan untuk manusia, bukan untuk memotong kuku atau bulu hewan. Bisa diperhatikan dari bahasa dalam hadits tersebut,” katanya. [yy/okezone]