30 Dzulqa'dah 1443  |  Kamis 30 Juni 2022

basmalah.png

Shalat di Hijir Ismail Sama dengan dalam Ka'bah?

Shalat di Hijir Ismail Sama dengan dalam Ka'bah?

Fiqhislam.com - Setiap Muslim mendambakan kesempatan sholat di dalam Ka’bah, bangunan yang paling mulia sedunia. Setiap muslim betapa menginginkannya. Biasanya pada tanggal 1 Dzulhijjah pintu Ka’bah dibuka petugas untuk dibersihkan, setiap kali dibuka banyak ummat muslim yang histeris lalu berjejal berharap bisa masuk ke dalamnya.

Bila Anda termasuk orang yang berkeinginan untuk masuk dan sholat di dalam Ka’bah, mengapa Anda tidak sholat saja di Hijir Ismail? Ya, sholat di sana sama dengan sholat di dalam Ka’bah! Aisyah Ra, ummul mukminin pernah menyampaikan, “Dulu aku ingin sekali masuk ke Baitullah dan sholat di dalamnya, maka Rasulullah Saw menarik tanganku dan membawaku masuk ke dalam Hijir sambil berkata, ‘Jika engkau ingin masuk ke dalam Ka’bah, maka sholatlah di sini (Hijir Ismail) karena ini adalah bagian dari Ka’bah. Kaummu menguranginya saat membangunnya kembali.” (HR An Nasa’i)

Itulah salah satu keutamaan Hijir Ismail, sebuah bangunan di sisi Ka’bah yang berbentuk piring dan di atasnya terdapat pancuran emas, (midzab). ,Kawasan ini tidak pernah sepi dari manusia, sebab banyak sekali manusia yang ingin berkesempatan sholat di sana untuk mendapatkan kemuliaan sholat di dalam Ka’bah. Hal yang menegaskan bahwa Hijir Ismail adalah bagian dari Ka’bah salah satunya adalah bahwa Rasulullah SAW tidak menyentuh dua sudut Ka’bah yang berhadapan dengan Hijir Ismail ketika beliau Saw melakukan tawaf.

Sebab menurut beliau SAW Hijir Ismail adalah termasuk bagian dalam Ka’bah. Ibnu Umar Ra menegaskan bahwa Rasulullah SAW tidak menyentuh dua sudut yang berhadapan dengan, Hijir, (ketika tawaf), melainkan Baitullah dibangun tidak sempurna seperti yang dibangun Nabi Ibrahim AS. (HR Bukhari no 1583) Mengikuti keterangan sunnah dari hadits Ibnu Umar di atas maka tidaklah sah tawaf yang dilakukan seseorang bila ia masuk ke dalam Hijir Ismail, karena Hijir merupakan bagian dari Ka’bah, dan tawaf harus dilakukan mengelilingi Ka’bah bukanlah masuk ke dalamnya.

Ibnu Abbas Ra pernah berkata, “Lakukanlah sholat di tempat orangorang pilihan, dan minumlah minuman orang-orang baik! Ada orang yang bertanya, Dimana tempat sholat orang-orang pilihan itu? Ibnu Abbas Ra menjawab, Di bawah Midzab (pancuran emas)! Orang itu mengejar lagi, Lalu apa minuman orang-orang baik? Ibnu Abbas Ra menjawab, Air Zamzam!”

Itulah keterangan yang dapat diberikan seputar Hijir Ismail. Bagi jemaah haji yang berkeinginan untuk sholat dalam Ka’bah maka hendaklah mereka melakukannya dalam Hijir Ismail.

Mengenai sholat yang dilaksanakan di sana, Anda bisa melakukan sholat sunnah apapun sesuai kondisi dan keinginan Anda. Paling tidak sholat sunnah mutlak 2 rakaat bisa Anda kerjakan. Namun ingat, bila Anda sudah mengerjakannya segeralah berpindah dari sana, sebab masih banyak saudara kita kaum muslimin yang juga ingin berkesempatan sholat di Hijir Ismail [yy/ihram]