fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

Daftar Istilah Singkatan Haji dan Umrah

Daftar Istilah Singkatan Haji dan UmrahFiqhislam.com - Ibadah haji dan umrah adalah salah satu ibadah yang rutin dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Untuk haji, puncaknya dilakukan pada bulan Dzulhijah. Sementara untuk umrah, dilakukan sepanjang tahun.

Bagi umat Islam, khususnya Indonesia, yang belum pernah melaksanakan ibadah haji dan umrah, tentu akan dihadapkan pada sejumlah istilah dan singkatan terkait ibadah itu.

Akomodasi: Tempat penginapan atau pengasramaan sebagai penampungan sementara pada waktu jamaah haji di tempat embarkasi/dan atau di tempat debarkasi dan pemondokan selama berada di Arab Saudi

Al-Muaishim: Nama terowongan yang ada di Mina

Amirul Haj: Ketua perutusan haji Indonesia (Misi haji) yang diangkat oleh Menteri Agama apabila Menteri Agama tak menunaikan ibadah haji. Namun, apabila Menteri Agama menunaikan ibadah haji, maka karena jabatannya, Menteri Agama menjadi Amirul Haj

Amphuri: Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia

Arafah: Tempat jamaah haji berkumpul untuk wukuf pada 9 Dzulhijah

Arbain: Melaksanakan shalat empat puluh waktu tanpa terputus berjamaah di Masjid Nabawi di Madinah

Armina: Arafah dan Mina

Askar: Petugas keamanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Aziziyah: Nama tempat/daerah di Kota Makkah dan merupakan tempat kantor daerah kerja petugas haji Indonesia di Makkah.

Bab Masjidil Haram: Masjidil Haram memiliki banyak pintu. Sedikitnya ada empat pintu utama dan 45 pintu biasa. Masing-masing pintu memiliki nama. Nama-nama pintu itu adalah:

•    Bab Shafa
•    Bab Darul Arqam
•    Bab Ali
•    Bab Abbas
•    Bab Nabi
•    Bab Babussalam
•    Bab Bani Syaibah
•    Bab Huju
•    Bab Mudda’a
•    Bab Ma’ala
•    Bab Marwat
•    Bab Quraisy
•    Bab Afqodisiyah
•    Bab Aziz Thuwa
•    Bab Umar Abdul Aziz
•    Bab Murod
•    Bab Hudaibiyah
•    Bab Babussalam Jahid
•    Bab Ghararah
•    Bab Al-Fatah
•    Bab Faruq Umar
•    Bab Nadwah
•    Bab Syamsiyah
•    Bab Al-Qudus
•    Bab Umrah
•    Bab Madinah Munawarah
•    Bab Abu Bakar Shiddiq
•    Bab Hijrah
•    Bab Umi Hani
•    Bab Ibrahim
•    Bab Wada
•    Bab Malik Abdul Aziz
•    Bab Alyad
•    Bab Bilal
•    Bab Ismail

Badal haji : Menghajikan orang lain dan hukumnya boleh dengan ketentuan bahwa orang yang menjadi wakil harus sudah melakukan haji wajib bagi dirinya dan yang diwakili (dihajikan itu) telah mampu untuk pergi haji tetapi dia tidak dapat melaksanakan sendiri karena sakit yang tidak dapat diharapkan sembuhnya. (Udzur Syar'i) yang menghilangkan istitha'ahnya (kemampuannya) atau karena meninggal dunia setelah dia berniat haji. Orang laki-laki boleh mengerjakan untuk laki-laki dan perempuan, demikian pula sebaliknya. Di utamakan yang mengerjakan itu adalah keluarganya.

Badal melontar jumrah: Bagi yang berhalangan (Udzur Syar'i) boleh mewakilkan kewajiban melontar jumroh kepada orang lain. Caranya dengan mendahulukan melontar jumroh Ula untuk dirinya, kemudian melontar untuk yang diwakili. Demikian seterusnya untuk melontar jumroh Wustha dan Aqobah.

Bandara King Abdul Aziz: Bandara internasional milik Kerajaan Arab Saudi yang berlokasi di Kota Jeddah tempat kedatangan serta pemulangan jamaah haji dan umrah Indonesia. Bandara ini juga sekaligus menjadi tempat miqat bagi jamaah haji maupun umrah dari Indonesia.

Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz: Bandara internasional milik Kerajaan Arab Saudi yang berlokasi di Kota Madinah tempat kedatangan serta pemulangan jamaah haji dan umrah Indonesia.

Baqi: Tempat pemakaman umum di Kota Madinah. Di pemakaman ini, juga terdapat pemakaman para sahabat Nabi.

Bir Ali : Miqat maqani/tempat untuk memulai ihram dari arah Madinah bagi jamaah haji / umrah Indonesia gelombang I

Barcode : Stiker yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi sebagai persyaratan untuk mendapatkan visa ibadah haji, khusus dari kedutaan besar Arab Saudi di Jakarta.

BIPH : Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji

BIUH : Bimas Islam dan Urusan Haji

BP DAU : Badan Pengelola Dana Abadi Umat

BPKH : Badan Pengelola Keuangan Haji

BPAH : Badan Pengelola Asrama Haji

BPHI : Badan Pengobatan Haji Indonesia

BPIH : Biaya Penyelenggaraan Haji Indonesia

BIPIH : Biaya Perjalanan Haji Indonesia

BPS : Bank Penerima Setoran

BTJ : Kode kelompok terbang jamaah haji dari Banda Aceh (Provinsi Aceh).

BTH : Kode kelompok terbang jamaah haji dari Batam (Provinsi Riau, Kepri, dan Kalimantan Barat)

BPN : Kode kelompok terbang dari Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah)

Bus Shalawat: Bus yang disediakan oleh Pemerintah Indonesia melalui PPIH Arab Saudi untuk mengantar jamaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram di Makkah dan sebaliknya. Bus ini hanya beroperasi selama musim haji.

CALHAJ : Calon Haji

CIQ : Custom Imigration and Quarantine

DAKER:  Daerah Kerja. Selama musim haji, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di selama di Arab Saudi dibagi menjadi tiga daker. Yaitu, Daker Makkah, Daker Madinah, dan Daker Bandara (Madinah dan Jeddah).

DAM:  Menurut artinya adalah darah, sedang menurut istilah adalah mengalirkan darah untuk Baitullah dengan menyembelih ternak, yaitu kambing, unta atau sapi ditanah Haram dalam rangka memenuhi ketentuan manasik haji. Dan terdiri dari 2 (dua) macam , yaitu :

a. Dam Nusuk (Karena memang aturannya demikian) dikenakan bagi orang yang mengerjakan haji Tamattu' atau haji Qiran.
b. Dam Isa'ah (Karena melanggar aturan) :
1) Melanggar aturan Ihram haji dan Umrah
2) Meninggalkan salah satu wajib haji atau Umrah yang terdiri dari :
a) Tidak berihram dari Miqat
b) Tidak Mabit di Muzdalifah
c) Tidak Mabit di Mina
d) Tidak Melontar Jumroh
e) Tidak Tawaf Wada'

DAPIH: Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji

DAU: Dana Abadi Umat

Debarkasi Haji: Tempat pemulangan jamaah haji

Ditjen PHU: Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Embarkasi: Tempat pemberangkatan jamaah haji

Eyab: Fasilitas pemulangan jamaah haji yang disiapkan oleh Arab Saudi. Eyab merupakan  salah satu program 'Modernisasi Layanan Haji' yang digagas oleh Saudi.
Nantinya jamaah akan masuk ke Lounge EYAB di bandara pemulangan dengan kapasitas 750 orang dan mendapatkan fasilitas khusus. Ini misalnya berupa ruang tunggu ber AC dilengkapi Audio visual, sofa dan tempat duduk tradisional ala Arab, bazar, mushola, apotik, dan kenyamanan-kenyaam lainnya.

Faskim: Fasilitas Keimigrasian

Fidyah: Mengganti atau menebus

First Come First Served: Sistem pendaftaran haji dengan prinsip mendaftar lebih awal dilayani lebih awal

Gelombang I : Pemberangkatan jamaah haji Indonesia dari Tanah Air dan pemulangan dari Arab Saudi  gelombang pertama. Operasional pemberangkatan sekitar dua pekan. Jamaah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Madinah untuk melaksanakan ibadah Arbain di Masjid Nabawi selama delapan hari. Setelah itu, jamaah digerakkan ke Makkah setelah mengambil miqat di Bir Ali (Madinah) untuk melaksanakan umrah dan menunggu waktu puncak haji. Setelah puncak haji, jamaah dipulangkan ke Tanah Air dari Jeddah.

Gelombang II : Pemberangkatan jamaah haji Indonesia dari Tanah Air dan pemulangan dari Arab Saudi  gelombang kedua. Operasional pemberangkatan sekitar dua pekan. Jamaah diberangkatkan dari Tanah Air menuju ke Jeddah dan langsung dilanjutkan dengan umrah ke Makkah. Beberapa hari setelah puncak haji, jamaah gelombang kedua diberangkatkan ke Madinah untuk melaksanakan ibadah Arbain di Masjid Nabawi selama delapan hari (kurang lebih). Setelah itu, jamaah dipulangkan ke Tanah Air melalui Madinah.

Gua Hira : Terletak di sebelah utara Masjidil Haram kira-kira 6 km. Untuk mendaki ke atas memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Di puncaknya, agak menurun sedikit, terdapat sebuah gua yang cukup untuk duduk empat orang. Tinggi di dalamnya setinggi orang berdiri. Gua tersebut terkenal dengan Gua Hira. Jabar Nur dan Gua Hira mempunyai makna yang sangat penting dalam sejarah Islam, karena di gua inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5.

Gua Tsur : Terletak di sebelah selatan Masjidil Haram sejauh kurang lebih 6 km. Jabal Tsur dan Gua Tsur ini mempunyai nilai penting dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW bersama-sama dengan Abu Bakar Ashiddiq pernah berlindung di gunung tersebut waktu hendak hijrah ke Madinah.

Menurut riwayat, setelah Rasulullah SAW selamat dari kepungan orang kafir Quraisy dirumahnya, maka beliau dengan diam-diam menyinggahi sahabat Abu Bakar Ashiddiq. Dari rumah Abu Bakar beliau bersama-sama dengan Abu Bakar lebih dahulu berlindung bersembunyi di Jabal Tsur kemudian menuju Madinah, sebagian orang-orang kafir Quraisy waktu mengejar Rasulullah SAW ada yang telah sampai Gua Tsur, mereka mendapatkan gua tersebut, tertutup dengan sarang laba-laba, dan nampang burung merpati yang sedang bertelur di sarangnya.

Dengan melihat keadaan yang sedemikian itu, mereka berkesimpulan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak mungkin bersembunyi di gua tersebut. Sewaktu orang-orang Quraisy di muka gua, bukan main cemas hati sahabat Abu Bakar Ashiddiq, kemudian turun wahyu Allah Surat At-Taubah ayat 40. Setelah orang kafir Quraisy pergi maka beberapa hari kemudian Abu Bakar Ashiddiq berangkat menuju Madinah dengan selamat. Di atas Jabal Tsur terdapat sebuah gua, jika ingin masuk ke dalam gua haru bertiarap dan setelah masuk hanya dapat duduk saja. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama kurang lebih 1,5 jam.

Haratsul Lisan: Tempat perkemahan haji Indonesia di Mina

Hajar Aswad: batu berwarna hitam kemerah-merahan dengan luas permukaan kurang lebih 30 cm persegi yang menempel di Rukun Yamani. Bagi jamaah haji disunatkan mencium, menyapu atau mengangkat tangan padanya ketika memulai thawaf. Batu ini dimuliakan oleh Allah SWT, sehingga dikatakan sebagai simbol tangan kanan Allah di muka bumi bagi hamba-hambanya yang mukmin. Batu tersebut dilingkari dengan bingkai perak putih.

Hari Arafah: Yaitu pada tanggal 9 Zulhijah, dinamakan hari Arafah karena jamaah haji harus berada dipadang Arafah untuk melaksanakan Wukuf, dimulai dari masuknya waktu Dzuhur.

Hari Nahr: Yaitu hari tanggal 10 Zulhijah dinamakan hari Nahr (penyembelihan) karena pada hari itu dilaksanakan penyembelihan Qurban dan Hadyu (Dam).

Hari Tarwiyah: Yaitu tanggal 8 Zulhijah, dinamakan hari Tarwiyah (perbekalan) karena jamaah haji pada zaman Rasulullah mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan ke Arafah.

Hari Tasyrik: Yaitu hari tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah. Pada hari itu jamaah haji berada di Mina untuk melontar Jumroh dan Mabit.

Hijir Ismail: Nama tempat yang terletak disebelah utara Ka'bah, dilingkari oleh tembok lebar (Al-Hathimu). Hijir Ismail ini setiap saat dipenuhi hamba-hamba Allah, terutama ketika musim haji. Di tempat ini jamaah haji melakukan shalat, berdoa dan sebagainya. Tempat ini sama mulianya dengan di dalam Ka'bah; Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Siti Aisyah ingin sekali memasuki Ka'bah dan beribadah di dalamnya, lalu Rasulullah SAW memerintahkan masuk Hijir Ismail saja dan tidak ke dalam Ka'bah, sebab shalat/beribadah di Hijir Ismail sama dengan di dalam Ka'bah.

Ibadah Haji : berkunjung ke Baitullah di Makkah untuk melakukan tawaf, sa'i dan wukuf di Arafah serta amalan lainnya dengan niat haji pada masa tertentu demi mencapai ridho Allah. Hukum Ibadah Haji adalah wajib bagi orang yang pertama kali melaksanakan (memenuhi rukun Islam), dan bagi orang yang bernazar. Sedangkan bagi yang sudah melaksanakan ibadah haji hukumnya sunnah. Waktu mengerjakan ibadah haji di mulai sejak 1 Syawal hingga menjelang terbit fajar malam ke sepuluh Zulhijah.

Ibadah Umrah : Berkunjung ke Baitullah di Makkah untuk melakukan Tawaf, Sa'i, dan memotong/mencukur rambut (tahallul) dan dapat dilakukan kapan saja demi mencapai ridha Allah. Hukum Ibadah Umrah adalah wajib bagi orang yang pertama kali melaksanakan dan bagi orang yang bernazar. Sedangkan bagi orang-orang yang melaksanakan Umrah kedua kali dan seterusnya hukumnya sunat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu di luar musim haji(kecuali pada waktu wukuf dan hari-hari Tasyrik).

Ihram : Niat mulai menjalankan haji/umrah. Pakaian Ihram ialah pakaian yang dipakai oleh orang yang melakukan ibadah haji dan umrah dengan ketentuan:

a) Bagi pria memakai dua helai kain yang tidak berjahit, satu diselendangkan di bahu dan satu disarungkan menutupi pusar sampai dengan lutut. pada waktu melaksanakan tawaf, di sunnahkan memakai kain Ihram dikenakan dengan cara idtiba, yaitu dengan membuka bahu sebelah kanan dengan membiarkan bahu sebelah kiri menutup kain Ihram. Tidak boleh memakai baju, celana atau kain biasa. Diperbolehkan memakai ikat pinggang, jam tangan dan alas kaki yang tidak menutup mata kaki ketika shalat, sunatnya diselendangkan di atas kedua bahu hingga dada sehingga kedua pundaknya tertutup.

b) Bagi wanita memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.

Sunat sebelum berihram : mandi, memakai minyak wangi, menyisir rambut dan memotong kuku.

Larangan Ihram :
Bagi pria dilarang: memakai pakaian berjahit (bertangkup), memakai sepatu/alas kaki yang menutupi mata kaki dan menutup kepala (seperti topi).
Bagi wanita dilarang : berkaos tangan(menutup telapak tangan) dan menutup muka (bercadar).

Bagi kedua-duanya dilarang : memakai wangi-wangian kecuali yang dipakai sebelum berihram, memotong kuku dan mencukur atau mencabut bulu badan, berburu atau menggangu/membunuh binatang dengan cara apapun, Nikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi, bercumbu atau bersetubuh (rafas), mencaci atau bertengkar mengucap kata-kata kotor (fusuq atau jidal) dan memotong pepohonan di tanah haram.

IPHI : Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia

IFRADMelaksanakan haji dan umrah secara sendiri-sendiri dengan mendahulukan ibadah haji. Haji ifrad tidak dianjurkan untuk jamaah haji asal Indonesia. Karena pada umumnya pemerintah Indonesia menganjurkan jamaahnya untuk melaksanakan haji tamattu. Meski demikian, pemerintah tidak melarang jika ada yang melaksanakan haji ifrad karena mencari keutamaan yang lebih besar.

Istita'ah :  Menurut pengertian umum ialah mampu. Sedangkan yang dimaksud Istita'ah disini adalah mampu melaksanakan ibadah haji ditinjau dari :

a. Jasmani
1) Tidak sulit melakukan ibadah haji/umrah.
2) Tidak lumpuh.
3) Tidak dalam keadaan sakit yang diperkirakan lama untuk sembuh.

b. Rohani
1) Memahami manasik haji/umrah.
2) Berakal sehat (tidak mengidap penyakit gangguan jiwa) dan
memiliki kesiapan mental untuk ibadah haji/umrah dengan
perjalanan yang jauh.

c. Ekonomi
1) Mampu membayar biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).
2) Memiliki biaya hidup untuk keluarga yang ditinggalkannya.
3) Bagi para petugas haji istita'ah ekonominya adalah :
a) Memenuhi persyaratan dan aman waktu melaksanakan ibadah
haji/umrah.
b) Aman bagi keluarga dan harta benda yang ditinggalkannya
selama melakukan ibadah haji/umrah.

d. Keamanan
1) Aman dalam perjalanan dan aman waktu melaksanakan ibadah
haji/umrah.
2) Aman bagi keluarga dan harta benda yang ditinggalkannya selama
melakukan ibadah haji/umrah.

JKS : Jakarta-Bekasi. Embarkasi / debarkasi haji untuk provinsi Jawa Barat.  Bandara keberangkatan dan pemulangannya di Bandara Soekarno-Hatta. Kemungkinan, pada haji 2020 ini, jamaah haji Jawa Barat akan dipindahkan penerbangannya ke Bandara Kertajati.

JKG : Jakarta-Pondok Gede: Embarkasi / debarkasi haji untuk provinsi Lampung, Banten, dan Jakarta

Jarwal : Salah satu wilayah / zona jamaah haji Indonesia di Makkah. Pada haji 2019, wilayah Jarwal ditempati oleh jamaah haji dari Embarkasi SOC (Solo) atau jamaaah yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Ji'ranah : Masjid Ji’ranah menjadi salah satu tempat miqat (tempat dimulainya umrah) yang ada di sekitar Kota Makkah (24 km dari Masjidil Haram). Sejumlah jamaah haji  yang ingin melakukan umrah sunah maupun jamaah umrah pun mengambil miqat di tempat ini.

Jumrah / Jamarat : Tempat melontar dengan batu/kerikil bagi jamaah haji. Melontar jumrah merupakan salah satu wajib haji di tiga tiga jumrah yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. 

Jeddah : Nama sebuah kota di Arab Saudi yang memiliki pelabuhan laut maupun udara. Lokasinya terletak, di tepi Laut Merah dan sebagaimana kota-kota lainnya di Arab Saudi, Jeddah memiliki iklim gurun.

Jeddah biasanya menjadi tempat kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua. Di Jeddah, jamaah haji maupun umrah bisa mengambil miqat. Di sini, disediakan ruang mandi dan ganti pakaian untuk mengganti pakaian biasa dengan kain ihram. Waktu tempuh dari Jeddah ke Makkah sekitar 1-1,5 jam perjalanan.


Jabal Nur : Terletak disebelah utara Masjidil Haram kira-kira 6 km. Untuk mendaki ke atas memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Di puncaknya, agak menurun sedikit, terdapat sebuah gua yang cukup untuk duduk 4 orang. Tinggi didalamnya setinggi orang berdiri. Gua tersebut terkenal dengan Gua Hira. Jabar Nur dan Gua Hira mempunyai makna yang sangat penting dalam sejarah Islam, karena di gua inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5.

Jabal Rahmah : Seluruh bukit yang terletak di sebelah sudut Padang Arafah. Sebuah riwayat menceritakan bahwa setelah Rasulullah SAW menyampaikan khutbah Wada' di Masjid Namirah, barulah beliau melakukan Wukuf di kaki Jabal Rahmah yang merupakan bagian dari Padang Arafah dan disini pula tempat pertemuan antara Nabi Adam As dan isteri tercintanya Siti Hawa setelah berpisah selama 100 tahun.

Jabal Tsur : Terletak disebelah selatan Masjidil Haram sejauh kurang lebih 6 km. Jabal Tsur ini mempunyai nilai penting dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW bersama-sama dengan Abu Bakar Ashiddiq pernah berlindung di gunung tersebut waktu hendak hijrah ke Madinah.

Menurut riwayat, setelah Rasulullah SAW selamat dari kepungan orang kafir Quraisy dirumahnya, maka beliau dengan diam-diam menyinggahi sahabat Abu Bakar Ashiddiq. Dari rumah Abu Bakar beliau bersama-sama dengan Abu Bakar lebih dahulu berlindung bersembunyi di Jabal Tsur kemudian menuju Madinah, sebagian orang-orang kafir Quraisy waktu mengejar Rasulullah SAW ada yang telah sampai Gua Tsur, mereka mendapatkan gua tersebut, tertutup dengan sarang laba-laba, dan nampang burung merpati yang sedang bertelur di sarangnya.

Dengan melihat keadaan yang sedemikian itu, mereka berkesimpulan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak mungkin bersembunyi di gua tersebut. Sewaktu orang-orang Quraisy di muka gua, bukan main cemas hati sahabat Abu Bakar Ashiddiq, kemudian turun wahyu Allah Surat At-Taubah ayat 40. Setelah orang kafir Quraisy pergi maka beberapa hari kemudian Abu Bakar Ashiddiq berangkat menuju Madinah dengan selamat. Di atas Jabal Tsur terdapat sebuah gua, jika ingin masuk ke dalam gua haru bertiarap dan setelah masuk hanya dapat duduk saja. Untuk mencapai gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama kurang lebih 1,5 jam.

Jabal Uhud (Bukit Uhud) : Nama sebuah bukit terbesar di kota Madinah yang letaknya 5 km dari pusat kota Madinah, terletak di pinggir jalan Madinah-Makkah mulai tahun 1984 perjalanan jamaah haji Makkah ke Madinah atau dari Madinah ke Jeddah tidak melalui jalan jama tersebut, melainkan melalui jalan baru yang tidak melewati pinggir jabal Uhud.

Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin gugur sampai 70 orang syuhada, antara lain Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi Muhammad SAW.

Jabal Ruma : Ada yang menyebutnya Jabal Rumat atau Jabal Rumah. Itu adalah suatu bukit kecil di sekitar Jabal Uhud. Saat ini, lokasinya persis di hadapan Masjid Uhud dari arah selatan. Masjid tersebut baru dibangun sejak 2015 lalu. Jabal Ruma merupakan bukit tempat pasukan pemanah kaum Muslimin pada Perang Uhud.

Jabal Magnet : Jabal  magnet adalah sebuah bukit yang berjarak sekira 60 kilometer dari Kota Madinah. Konon, ada magnet besar yang terkandung di bukit ini. Tempat ini menjadi salah satu tempat yang diziarahi oleh jamaah haji maupun jamaah umrah.

Jama' dan Qashar :
a. Shalat Jama'. Jama' artinya mengumpulkan, yaitu mengumpulkan dua shalat wajib yang dikerjakan dalam satu waktu yang sama. Shalat yang dapat di Jama' adalah Dzuhur dengan Ashar dan Magrib dengan Isya'.
b. Shalat Qashar. Qashar artinya mendekatkan shalat Shalat 4 rakaat menjadi 2 rakaat (Dzuhur, Ashar dan Isya'). Ketentuan ini hanya boleh dibolehkan dalam waktu Safar.
Shalat Jama' terbagi menjadi 2 bagian : 1) Jama' Taqdim : yaitu mengumpulkan 2 waktu shalat dikerjakan pada waktu shalat yang terdahulu. Contoh : Dzuhur dengan Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur.
2) Jama' Ta'khir : yaitu mengumpulkan 2 waktu shalat dikerjakan pada waktu shalat yang terbelakang. Contoh : Dzuhur dengan Ashar dikerjakan pada waktu Ashar.
c. Shalat Jama' Qashar adalah dua shalat fardu dikerjakan bersama dengan memendekan rakaat-rakaat shalat menjadi dua rakaat (Dzuhur, Ashar, dan Isya') dan shalat Jama' Qasar dapat saja menjadi Taqdim atau Ta'khir.

KAAIA : King Abdul Aziz International Airport

Kabid Haji : Kepala Bidang Haji

Kadaker : Kepala Daerah Kerja

Kakanwil : Kepala Kantor Wilayah Provinsi

Kankemenag : Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota

Kanwil : Kantor Wilayah Provinsi

Karom : Ketua Rombongan

Karu : Ketua Regu

Kasektor : Kepala Sektor

Kasfiyah : Pemeriksaan lapangan

Kastaf Urusan Haji : Kepala Staf Urusan Haji

KBIH : Kelompok Bimbingan Ibadah Haji

KBRI : Kedutaan Besar Republik Indonesia

KBSA : Kedutaan Besar Saudi Arabia

Kemenag : Kementerian Agama

KKHI : Kantor/Klinik Kesehatan Haji Indonesia. 

KJRI : Konsultan Jenderal Republik Indonesia

Kloter : Kelompok Terbang

KMA : Keputusan Menteri Agama

Konsultasi Haji : Calon jamaah haji aktif bertanya kepada pembimbing haji

KPHI : Komisi Pengawas Haji Indonesia

Kuota : Ketentuan jumlah jamaah haji bagi setiap negara

Ka'bah : Bangunan persegi empat yang berada di dalam Masjidil Haram terkenal dengan sebutal Baitul 'Atiq. Ke arah Ka'bah inilah semua umat Islam menghadap ketika Shalat. Ka'bah mempunyai empat sudut atau rukun, yakni:

a. Rukun Al-Aswad, yaitu sudut yang terletak di Hajar Aswad dan disampinya pintu Ka'bah

b. Rukun Syami, yaitu sudut yang menghadap ke negeri Syam atau Syiria.

c. Rukun Iraqi, yaitu sudut yang menghadap ke negeri Iraq.

d. Rukun Yamani, yaitu sudut yang menghadap ke negeri Yaman.

Khandak / Masjid Khamsah : Khandak berarti parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy. Penggalian parit ini dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, peristiwa pengepungan ini terjadi pada bulan Syawal tahun ke lima Hijriyah. Peninggalan perang khandak yang ada sampai sekarang hanya berupa lima buah pos yang dulnya berjumlah tujuh pos.

Kiswah : Kain hitam yang membungkus atau membalut Ka'bah. Menurut riwayat, Kiswah ini ada sejak zaman Nabi Ismail, kemudian di ikuti secara turun temurun oleh kaum Quraisy yang menjadi penjaga Ka'bah dan dilanjutkan sampai sekarang. Kiswah dibuat dari bahan sutera asli yang alami disulam dengan berbagai kaligrafi ayat-ayat Al-Quran berwarna emas. Adapun Kiswah khusus untuk pintu Ka'bah dinamakan dengan A-barqa. Setiap tahun, Kiswah ini diganti oleh Kerajaan Arab Saudi dengan upacara khusus sebelum wukuf.

LINJAM : Perlindungan jamaah. Sebuah unit khusus perlindungan jamaah haji dari petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Linjam ini didominasi oleh unsur anggota TNI/Polri dan disebar di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan sektor-sektor pemondokan di Madinah dan Makkah.

LOP : Kode embarkasi dan debarkasi Lombok. Di mana, jamaah haji yang embarkasi dan debarkasinya di Lombok ini, berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Living Cost: Uang bekal atau uang aku untuk jamaah haji selama berada di Arab Saudi. Uang saku ini diberikan ketika jamaah haji sudah tiba di asrama haji embarkasi. Jumlah yang diberikan selama ini sebesar 1.500 riyal atau sekitar Rp 5,4 juta.

Lailatul Jam'in : Yaitu malam tanggal 10 Zulhijah, dinamakan demikian pada malam itu keharusan Wukuf dan kewajiban Mabit di Muzdalifah berlaku.

Lontar Jumrah : Melontar dengan batu kerikil pada jumrah (marma) Ula, Wusta, Aqabah. Pada tanggal 10 Dzulhijah yang dilontar hanya Jumrah Aqabah saja dengan 7 kerikil. Pada tanggal 11, 12 dah 13 Dzulhijah melontar ketiga Jumrah masing-masing dengan 7 batu kerikil dan harus masuk ke dalam lubang Marwa. Jika lontaran mengenai tugunya dan kerikil melesat melewati bibir sumur, maka lontaran dianggap tidak sah dan wajib diulang.

Makkah : Tempat suci umat Islam di Arab Saudi yang menjadi pusat penyelenggaraan ibadah haji. Di tempat ini, merupakan tempat kelahiran Nabi Muhammad dan tempat asal ajaran Islam disyiarkan.

Madinah : Tempat suci umat Islam di Arab Saudi selain Makkah. Di tempat ini, merupakan kota Nabi Muhammad dan tempat berkembangnya Islam. Nabi Muhammad juga dimakamkan di kota ini. Sehingga, jamaah haji maupun umrah biasanya berziarah ke kota ini.

Mabims : Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura

Madinatul Hujaj : Tempat penginapan jamaah haji Indonesia di Jeddah sebelum pulang ke Tanah Air

Mahram : Orang yang lawan jenis kita, namun tidak boleh dinikahi

Mahbas Jin: Nama wilayah di Makkah yang jaraknya sekitar 4,7 KM dari Masjidil Haram. Di wilayah ini, merupakan pemondokan jamaah haji Indonesia yang berasal dari embarkasi Surabaya (SUB) atau yang berasal dari Jawa Timur dan Bali.

Majmuah : Grup pemilik pemondokan di Madinah

Maktab : Perhimpunan pemilik rumah/gedung

Markaziyah : Wilayah sekitar Masjidil Haram/Masjid Madinah Al Munawarah

MCH : Media Center Haji.

MES : Embarkasi / debarkasi Medan. Embarkasi / debarkasi Medan ini merupakan tempat pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji yang berasal dari Provinsi Sumatra Utara.

Muassassah : Organisasi gabungan (Syekh) untuk melayani jamaah haji dan bertanggung jawab pada Pemerintah Arab Saudi

Muhrim : Perempuan atau laki-laki yang masih termasuk saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antara keduanya.

Ma'la : Tanah kuburan bagi penduduk Makkah sejak jaman dahulu kala sampai sekarang. Jemaah haji dari seluruh dunia yang meninggal di Makkah biasanya dimakamkan di Ma'la yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram arab sebelah timur.

Mabit di Mina : Keadaan jamaah haji di Mina di malam hari untuk tidur/beristirahat pada hari-hari tasyik. Ketentuan Mabit di Mina adalah keberadaan jamaah haji di Mina lebih dari separuh malam.

Mabit di Muzdalifah :  Bermalam atau berhenti sejenak di muzdalifah dengan berdoa atau berzikir sampai melewati tengah malam pada tanggal 10 Zulhijah. Bagi yang datang di muzdalifah sebelum tengah malam, maka harus menunggu sampai tengah malam. Mabit bisa berhenti sejenak dalam kendaraan atau turun dari kendaraan pada saat itu bisa dimanfaatkan untuk mencari kerikil disekitar tempat kendaraan untuk melempar jumrah di Mina.

Makam Baqi : Tanah kuburan untuk penduduk Madinah sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jemaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi yang letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Disini di makamkan Usman Bin Affan RA (Khalifah III) dan para istri Nabi, yaitu Siti Aisyah RA, Umi Salamah, Juwariyah, Zainab, Hafshah binti Umar Bin Khattab dan Mariyah Al Qibtiyah RA. Juga di Baqi ini dimakamkan putra-putri Rasulullah SAW, di antaranya Ibrahim, Siti Fatimah, Zainab dan Ummu Kulsum. Demikian pula Ruqayyah Halimatus Sa'diyah ibu yang menyusui Rasulullah SAW. Sahabat yang pertama kali dimakamkan di Baqi adalah Abu Umamah, Hasan bin Zararah dari kaum Anshar dan Usman bin Maz'un dari holongan Muhajirin.

Makam Hawa :  Adalah tanah kuburan bagi penduduk Jeddah sejak zaman dahulu sampai sekarang. Menurut salah satu riwayat di pemakaman inilah Siti Hawa di makamkan.

Maqam Ibrahim : Batu yang terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim ketika membangun Ka'bah. Bekas kedua telapak kaki itu dalamnya 10 cm, batu tersebut berukuran panjang 27 cm, lebar 14 cm, jarak antara telapak kaki kanan dengan kiri 1 cm. Diatas batu tersebut, Nabi Ibrahim berdiri dan menjadikannya sebagai tangga untuk membangun Ka'bah. Saat ini Maqam Ibrahim telah disapu perak, tetapi bekas telapak masih terlihat dengan jelas. Letaknya kurang lebih 8 meter dari Ka'bah. Pada masa Raja Faishal, Maqam Ibrahim dikelilingi dengan bangunan kecil beratap yang dikurung dengan marmer seluas 130 x 180 cm dengan ketinggian 75 cm. Bagi kaum muslimin disyariatkan untuk shalat di Maqam Ibrahim.

Marwah : Bukit yang saat ini berada dalam Masjidil Haram yang dijadikan tempat untuk mengakhiri Sa'i dan termasuk tempat mustajab.

Masjid Jin : terletak di dekat Ma'la. Dinamakan Masjid Jin, karena para Jin bersepakat (berbai'at) mengakui Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah dan disitu pula tempat turunnya wahyu (surat Jin). Masjid Jin ada kaitannya dengan asbabul nuzul surat Jin.

Masjid Namirah : Letaknya di sebelah barat Padang Arafah, menuruh hikayat disinilah Rasulullah SAW menyampaikan pidato Wada' (perpisahan) kepada umat Islam yang menunaikan ibadah haji bersama beliau pada tahun itu.

Masjid Qiblatain : Masjid ini Sebelumnya dinamai Masjid Bani Salamah, letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat istana raja ke jurusan Wadi Aqiq. Pada awalnya, qiblat menghadap ke arah Baitul Maqdis di Jerusalem/Palestina, kemudian turunlah wahyu agar memindahkan qiblat dari arah semula ke arah Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut, maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti Masjid berqiblat dua yaitu ke arah Jerusalem/Palestina dan ke arah Masjidil Haram.

Masjid Quba : Sebuah Masjid yang terletak di Quba, terletak kira-kira 5 km sebelah barat daya Madinah. Waktu Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, orang-orang pertama yang menyongsong kedatangan Rasulullah SAW adalah penduduk Quba. Karena orang-orang Quba dan Madinah belum mengenal Nabi, maka tatkala Nabi bersama pengiring tunggalnya yaitu Abu Bakar Ashiddiq datang berpakaian yang sama-sama putih, mereka ragu-ragu mana yang Nabi. Hal itu menarik perhatian Abu Bakar. Untuk menghilangkan keragu-raguan mereka, maka Abu Bakar memegang selendang dan dilindungkan ke atas kepala Nabi Muhammad SAW.

Masjid Aisyah : Salah saut tempat miqat di Masjid Aisyah, tepatnya di wilayah Tan'im. Jaraknya 7,5 km dari Masjidil Haram ke arah Madinah.

Tempat ini memiliki sejarah tersendiri. Tan'im adalah nama sebuah desa. Adapun Masjid Aisyah ditetapkan namanya oleh baginda Nabi Muhammad SAW sendiri sebagai salah satu mikat ibadah haji atau umrah. Nama Aisyah merujuk pada nama salah seorang istri Rasul SAW. Alasannya, mikat ini pernah dipergunakan Aisyah RA.

Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa ketika baru selesai menunaikan haji perpisahan (hijjatul wada) bersama Nabi SAW, Ummul Mukminin Aisyah RA melanjutkan ibadah umrah. Untuk memulai ihram umrah itulah, Nabi SAW menyuruh Aisyah berangkat ke Tan'im dan memulai ihramnya dari lokasi tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada tahun kesembilan Hijriyah. Lantas, masjid yang menjadi tempat mikat Aisyah lantas dinamakan Masjid Aisyah.

Masjid Hudaibiyah : Salah satu tempat miqat. Jarak antara miqat Hudaibiyah dan Makkah sekitar 38 kilometer. Masjid Hudaibiyah terletak di pinggiran kota Makkah yaitu di Jalan Jeddah Lama.

Sebagai titik miqat umrah, Hudaibiyah sejatinya memiliki nilai historis yang tinggi bagi perjuangan Islam di masa Rasulullah Muhammad SAW. Di tempat inilah terjadi Perjanjian Hudaibiyah antara Muslimin dan Musyrikin Quraisy untuk gencatan senjata selama 10 tahun.

Terdapat butir-butir perjanjian penting lainnya yang akhirnya menjadi titik tolak Muslimin untuk menaklukkan kota Makkah dari kekuasaan Musyrikin karena terjadi pelanggaran perjanjian oleh Kafir Quraisy. Kaum Musyrikin ditengarai melakukan penyerangan atas sekutu Muslimin di mana tindakan itu tidak boleh dilakukan selama Perjanjian Hudaibiyah berlaku.

Penaklukan yang dikenal sebagai Fatkhul Makkah itu terjadi tanpa ada pertumpahan darah dan awal Muslimin bisa menguasai kota dengan Ka'bah dan Masjidil Haram itu. Setelah penaklukan, Muslimin bisa menghancurkan berhala-berhala jahiliyah di sekitar Ka'bah.

Misfalah : Sebuah wilayah di Makkah yang masuk salah satu dari tujuh zonasi pemondokan haji Indonesia. Pada musim haji 2019, wilayah Misfalah ditempati oleh jamaah haji Indonesia yang berasal dari embarkasi JKS (Jakarta Bekasi) atau Provinsi Jawa Barat.

Miqat :
a. Miqat Zamani
Ketentuan batas waktu untuk mengerjakan haji, yaitu tanggal 1 Syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah.
b. Miqat Makani
Ketentuan batas tempat untuk memulai Ihram haji/umrah.

Multazam : Tempat yang letaknya diantara Hajar Aswad dengan pintu Ka'bah. Disebut Multazam karena orang-orang yang berada di tempat itu berdo'a memohon Allah dan memastikan bahwa do'anya dikabulkan oleh Allah SWT.

Nafar: Menurut bahasa artinya rombongan. Sedangkan menurut istilah adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari-hari Tasyrik. Nafar terbagi dua bagian :

a. Nafar Awal : adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina lebih awal, paling lambat sebelum terbenam matahari tanggal 12 Zulhijah.

b. Nafar Tsani (Nafar Akhir) : adalah kenerangkatan jamaah haji meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah melontar Jumroh Ula, Wustha dan Aqobah.

Naqobah : Organisasi angkutan haji (transportasi di Arab Saudi)

ONH : Ongkos Naik Haji

OKI : Organisasi Kelompok Islam. Terkait penyelenggaraan haji, OKI merupakan lembaga yang menentukan kuota haji yang didapat suatu negara. Pada KTT OKI 1987 di Amman, Yordania, OKI mmeutuskan kuota haji berdasarkan 1/1.000 dari jumlah penduduk muslim suatu negara.

P3JH : Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji
 
PPIH : Panitia Penyelenggara Ibadah Haji

PPIH Arab Saudi : PPIH yang bertugas di Arab Saudi (Jeddah, Makkah, dan Madinah)

PPIH Embarkasi/Debarkasi : PPIH yang bertugas di embarkasi/debarkasi

PPIH Pusat : PPIH yang bertugas di pemerintah pusat/ibu kota negara

PIHK : Penyelenggara Ibadah Haji Khusus

PIH : Pusat Informasi Haji

PIHU : Penyelengagra Ibadah Haji dan Umrah

PPIU : Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah

PDG : Embarkasi dan debarkasi jamaah haji Padang. Jamaah haji di embarkasi dan debarkasi ini berasal dari Provinsi Sumatra Barat, Bengkulu, dan Jambi.

PLM : Embarkasi dan debarkasi jamaah haji Palembang. Jamaah haji di embarkasi dan debarkasi ini berasal dari Provinsi Sumatra Selatan dan Bangka Belitung

Paramedis : Tenaga pelayanan kesehatan

Puskes Haji : Pusat Kesehatan Haji

Petugas Kloter : Petugas kloter adalah petugas operasional ibadah haji yang menyertai jemaah dalam kelompok terbang.

Petugas Non-Kloter : Adalah petugas operasional ibadah haji yang tidak menyertai jemaah dalam kelompok terbang.

Qarnul Manazil : Disebut juga sebagai Al Sail Al Kabir. Salah satu miqat (tempat dimulainya umrah dan haji). Lokasinya berjarak 94 kilometer di sebelah timur Kota Makkah. Miqat ini diperuntukkan bagi jamaah haji yang datang dari arah Najd atau Riyadh. Selain itu, diperuntukkan bagi jamaah haji yang berasal dari timur Kota Makkah.
 
Qiran : Melaksanakan haji dan umrah dalam satu niat dan satu pekerjaan.

RSAS : Rumah Sakit Arab Saudi

Ra'ml : Lari-lari kecil antara dua pilar hijau hanya disunatkan bagi laki-laki yang mampu melaksanakannya, sedangkan bagi wanita tidak disunatkan lari-lari kecil

Raudhah : Suatu tempat di dalam Masjid Nabawi yang letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih, berada diantara Rumah Nabi (sekarang Makam Rasulullah SAW) sampai mimbar. Adapun luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 2 meter. Raudhah adalah tempat yang mustajab untuk berdo'a.

Rukun Haji : Rangkaian amal yang harus dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan Dam (denda) jika di tinggalkan tidak sah hajinya.

Rawdah : Salah satu wilayah yang termasuk dalam zonasi pemondokan jamaah haji Indonesia di Makkah. Jaraknya sekitar 3,5 km dari Masjidil Haram. Di zona ini, pada haji 2019, ditempatkan jamaah haji Indonesia yang berasal dari embarkasi Palembang / PLM (Sumsel dan Bangka Belitung) serta embarkasi Jakarta Pondok Gede / JKG (Jakarta, Banten, dan Lampung).

Rei Bakhsi : Salah satu wilayah yang termasuk dalam zonasi pemondokan jamaah haji Indonesia di Makkah. Jaraknya sekitar 2,6 km dari Masjidil Haram. Di zona ini, ditempatkan jamaah haji Indonesia dari embarkasi Balikpapan / BPN (Kalimantan Timur, Sulteng, dan Kaltara) serta Banjarmasin / BDJ (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah).

Sa'i : Berjalan yang di mulai dari bukit Marwah atau sebaliknya sevabyak 7 kali perjalanan yang berakhir di bukit Marwah. Perjalanan dari bukit safa ke marwah dihitung satu kali. Lari-lari kecil sunatt dilakukan bagi laki-laki mulai dari pilar hiaju sampai pilar hijau berikutnya. Bagi wanita tidak disunatkan berlari-lari kecil, cukup berjalan biasa. orang yang melakukan sa'i boleh dalam hadas besar.

Shalat Jum'at di Arafah, Muzdalifah dan Mina : Apabila hari wukuf jatuh pada hari jum'at para pakar islam menyatakan jamaah haji tidak diwajikan melaksanakan shalat jum'at. Demikian pula di Muzdalifah dan Mina.

Shafa : Bukit yang pada saat ini berada di dalam Masjidil Haram yang dijadikan tempat untuk memulai Sa'i dan termasuk tempat mustajab.

SAR : Saudi Arabian Riyal

Satop : Satuan Tugas Operasional

Sektor : Wilayah pelayanan jamaah haji

Sapuhi : Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia

Siskohat : Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu

SOC : Embarkasi dan debarkasi Solo. Jamaah haji yang diberangkatkan dan dipulangkan melalui embarkasi ini, merupakan jamaah haji yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

SUB : Embarkasi dan debarkasi Surabaya. Jamaah haji yang diberangkatkan dan dipulangkan melalui embarkasi ini, merupakan jamaah haji yang berasal dari Jawa Timur, Bali, dan NTT.

SPMA : Surat Panggilan Masuk Asrama

SPPH : Surat Permohonan Pergi Haji

Syisah : Salah satu zonasi pemondokan jamaah haji Indonesia di Makkah. Jaraknya 5,4 km dari Masjidil Haram. Di wilayah ini, ditempatkan jamaah haji yang berasal dari embarkasi Aceh / BTJ (Aceh), Medan / MES (Sumatra Utara), Batam / BTH (Riau dan Kepulauan Riau), PDG / Padang (Sumbar, Jambi, Bengkulu), dan UPG / Makassar (Sulsel, Sulbar, Maluku, dan Papua).

Tahallul : Keadaan seseorang yang telah dihalalkan (dibolehkan) melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama berihram. Tahallul ada 2 macam :

a. Tahallul Awal ialah keadaan seseorang yang telah melakukan dua diantara tiga perbuatan : misalnya melontar Jumroh Aqobah dan bercukur atau Jumroh Aqobah dan Tawaf Ifadah serta Sa'i atau Tawaf Ifadah dan Sa'i serta bercukur. Sesudah Tahallul awal seseorang boleh ganti pakaian biasa dan memakai wangi-wangian dan boleh mengerjakan semua yang dilarang selama berihram, akan tetapi masih dilarang bersetubuh dengan istri/suami.

b. Tahallul Tsani ialah keadaan seseorang yang telah melakukan ketiga perbuatan : melempar Jumroh Aqobah, bercukur dan Tawaf Ifadah serta Sa'i. Bagi yang Tawaf Qudum disertai Sa'i maka tidak perlu melakukan Sa'i lagi setelah Tawaf Ifadah. Sesudah Tahallul Tsani seseorang boleh bersetubuh dengan istri/suami.

Tawaf: mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. (Ka'bah berada di sebelah kiri) di mulai dari arah sejajar Hajar Aswad. Orang yang melakukan tawaf harus dalam keadaan suci dari hadas besar, kecil dan najis.

Macam-macam thawaf sebagai berikut:
a. Tawaf Qudum ialah tawaf sunat sebagai penghormatan pada Baitullah(tahiyat), bagi orang yang melaksanakan haji ifrad atau haji qiran, sedangkan bagi haji tamattu' ketika pertama kali memasuki kota Mekkah langsung melakukan tawaf umrah. Tawaf umrah adalah rukun umrah, orang yang telah melakukan tawaf umrah berarti dia telah melakukan tawaf qudum karena didalamnya telah mencakup makna tawaf qudum.

b. Tawaf Ifadah ialah tawaf rukun haji apabila di tinggalkan tidak sah hajinya. adapun waktunya sesudah Wukuf di Arafah sedangkan awal waktunya setelah lewat tengah malam tanggal 10 Julhijah.

c. Tawaf Wada ialah tawaf pamitan yang wajib dilakukan seseorang yang akan meninggalkan kota Mekkah dan Tawaf Wada tersebut tidak disertai dengan sa'i.

d. Tawaf Sunat ialah tawaf yang dilakukan setiap masuk masjidil Haram tanpa pakaian ihram dan bukan dalam rangka haji.

Taklimatul Hajj : Peraturan Perhajian Pemerintah Arab Saudi

Taksir: Perkiraan harga pemondokan

Tamattu: Melaksanakan umrah terlebih dahulu pada musim haji, baru kemudian melaksanakan haji

Tanazul: Jamaah yang memisahkan diri dari kloternya

Tasyrih/Tasmit: Kelaikan pemondokan/gedung/hotel

Terminal Hijrah: Terminal haji di Madinah

Terminal Bab Ali: Terminal Bus Shalawat di sebelah timur Masjidil Haram. Untuk jamaah haji Indonesia, terminal ini untuk bus shalawat rute ke pemondokan di Mahbas Jin

Terminal Ziad: Terminal Bus Shalawat di belakang Zamzam Tower. Untuk jamaah haji Indonesia, terminal ini untuk Bus Shalawat rute ke Rei Bakhsy dan Misfalah

Terminal Syib Amir: Terminal Bus Shalawat di dekat bekas pasar seng. Untuk jamaah haji Indonesia, terminal ini untuk rute pemondokan ke Syiyah, Aziziyah, Jarwal, dan Rawdah.

THI : Tabungan Haji Indonesia

TKHD: Tim Kesehatan Haji Daerah

TKHI: Tim Kesehatan Haji Indonesia

TPHD: Tim Petugas Haji Daerah

TPHI: Tim Pemandu Haji Indonesia

TPIHI: Tim Pembimbing IBadah Haji Indonesia

UKAZ: Ukas adalah sebuah daerah di antara Makkah dan Thaif. Daerah ini sudah dikenal sejak sebelum kelahiran Nabi Muhammad. Karena, terdapat sebuah pasar tahunan bernama Pasar Ukaz yang menjadi tempat pertemuan orang-orang di jazirah Arab untuk berdagang maupun menunjukkan pameran kebudayaan dan adat istiadat. Pasar Ukaz ini sempat terhenti kegiatannya selama ratusan tahun. Namun, sejak 2006 pemerintah Arab Saudi menghidupkan kembali Pasar Ukaz dengan konsep festival tahunan selama musim haji. Selama festival Pasar Ukaz atau Souq Ukaz, beberapa negara Arab seperti Mesir, Irak, Arab Saudi, Yaman, Oman, hingga Bahrain, ikut serta memamerkan produk-produk mereka.

Vaksin Meningtis: Suntik kekebalan untuk mencegah tertularnya penyakit radang selaput otak.

WAS: Waktu Arab Saudi

Wajib Haji: Rangkaian amal yang harus dilakukan dalam ibadah haji, bila tidak di kerjakan atau di tinggalkan hajinya sah tapi dikenakan Dam.

Wukuf: Berdiam diri sejenak di Arafah pada waktu tergelincirnya matahari tanggal 9 Zulhijah, wukuf di awali khutbah, shalat Zuhur dan Ashar dijama' taqdim dan qasar sebaiknya berjamaah, kemudian diisi dengan kegiatan membaca doa, berzikir, membaca Al-Quran, tasbih dan istigfar.

Yalamlam: Kota tempat miqat bagi jamaah haji yang berasal dari Yaman maupun negara-negara di sebelah timur Makkah, termasuk Indonesia.

Ziarah: Ziarah tidak termasuk rangkaian ibah haji maupun umrah, tetapi untuk memenuhi anjuran nabi Muhammad SAW.

a) Tujuan ziarah, ziarah merupakan amalan yang bertujuan melihat dari dekat tempat-tempat bersejarah dan untuk menyaksikan secara nyata tempat-tempat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan agama Islam agar dapat memperoleh iman. Ziarah ke tempat bersejarah baik di Mekkah, Madinah maupun tempat lain tidak termasuk rangkaian ibadah haji.

b) Hukum ziarah, hukum asal berziarah ketempat bersejarah adalah mubah. Bila dilaksanakan dengan niat baik untuk menambah iman dan keyakinan terhadap kebesaran ajaran Islam hukumnya menjadi sunah. Tetapi apabila dilaksanakan dengan cara berlebihan misalnya dengan cara mengeramatkan tempat-tempat tersebut sehingga menimbulkan kemusyrikan, maka hukumnya menjadi haram.

Zamzam: Air Zamzam (Artinya dikumpulkan atau kumpul-kumpul), sumur Zamzam berada di Masjidil Haram.

[yy/republika/ihram]