21 Safar 1443  |  Rabu 29 September 2021

basmalah.png

Shalat Subuh di Masjid Nabawi Tertunda 45 Menit, Pejabat Dipecat

Ketika Shalat Dzuhur Terlambat 30 Menit di Masjidil Haram Makkah


Fiqhislam.com - Bagaimana jadinya saat Sholat Zuhur di Masjidil Haram, Makkah terlambat hingga kurang lebih 30 menit karena ketiadaan imam sholat. Peristiwa ini menjadi pertama kali terjadi dalam sejarah Masjidil Haram di Makkah pada 1432 H.

Saat itu, sholat Zuhur tertunda lebih dari setengah jam karena ketidakhadiran imam Masjidil Haram yang telah dijadwalkan karena alasan yang tidak diketahui.

Adalah Syaikh Dr. Osama Khayat, yang ditugaskan untuk menjadi imam Masjidil Haram untuk menunaikan sholat Zuhur, terlambat hingga lebih dari 32 menit.

Oleh karenanya, Kepala Kepolisian Masjidil Haram meminta Wakil Presiden Urusan Masjidil Haram untuk memberi perintah kepada salah satu jamaah untuk menjadi imam shalat.

Terpilihlah Syaikh Abdullah bin Obaid, mantan Ketua Pengadilan Mekkah, yang saat itu sedang berada di Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah umrah.

Melansir laman Saudinesia pada Jumat (11/6/2021) disebutkan setelah kejadian itu, banyak jamaah memberi masukan kepada Kepresidenan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, perlunya menugaskan imam pengganti yang sholat di belakang imam saat memimpin shalat fardhu.

Keberadaan imam pengganti tersebut dibuat dengan jadwal harian untuk menjadi alternatif jika terjadi ketidakhadiran imam yang bertugas, secara langsung dapat menggantikannya.

Pada tahun yang sama, Kepresidenan Umum untuk Urusan Masjidil Haramain meresmikan posisi baru, yakni wakil imam, yang bertugas memimpin shalat jika imam yang ditunjuk berhalangan.

Posisi ini sekarang ditempati oleh Syaikh Dr. Abdulaziz Al-Hajj, kepala Departemen Sunnah di Sekolah Tinggi Masjidil Haram di Mekah. [yy/okezone]

 

 

Tags: Nabawi | Madinah